Persib Juara Piala Presiden 2026, Taklukkan Persebaya Lewat Drama Adu Penalti

Skor akhir 2-2 (agregat 90 menit), Persib Bandung keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persebaya Surabaya melalui adu penalti 4-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali...

Aug 07, 2026 - 19:04
0 0
Persib Juara Piala Presiden 2026, Taklukkan Persebaya Lewat Drama Adu Penalti

Skor akhir 2-2 (agregat 90 menit), Persib Bandung keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persebaya Surabaya melalui adu penalti 4-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu malam. Laga final yang berlangsung sengit ini menyajikan total 4 gol dalam waktu normal, 28 tembakan, dan 12 peluang emas yang membuat suporter di stadion dan di depan layar kaca tak berkedip. Persib, yang bermain dengan formasi 4-3-3, tampil dominan dengan penguasaan bola 58%, sementara Persebaya yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 lebih banyak bertahan dan menyerang balik.

Babak Pertama: Persib Unggul Cepat, Persebaya Balas Lewat Skema Serangan Balik

Menit ke-12, Persib langsung membuka keunggulan melalui sundulan keras bek tengah mereka, Nick Kuipers, memanfaatkan assist dari sayap kanan, Ciro Alves. Umpan silang melengkung yang dilepaskan Ciro dari sisi kanan pertahanan Persebaya berhasil disambut Kuipers di tiang jauh, menjebol gawai yang dikawal Ernando Ari. Skor 1-0 untuk Persebaya membuat Persib semakin percaya diri, terbukti dari catatan 7 shots on target di babak pertama saja.

Namun, Persebaya tidak tinggal diam. Menit ke-34, mereka menyamakan kedudukan lewat aksi individu gelandang serang mereka, Bruno Moreira. Berawal dari intersep di tengah lapangan, Moreira berlari 40 meter melewati dua pemain Persib sebelum melepaskan tendangan kaki kiri ke pojok kanan bawah gawang Teja Paku Alam. Skor berubah 1-1, dan statistik penguasaan bola di babak pertama tercatat 60% untuk Persib, namun Persebaya lebih efisien dengan 3 shots on target dari 4 percobaan.

Babak Kedua: Drama Gol Cepat dan Kartu Merah yang Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, pelatih Persebaya, Paul Munster, melakukan dua pergantian sekaligus untuk menambah daya gedor. Strategi itu berbuah manis di menit ke-58 ketika Flavio Silva mencetak gol kedua Persebaya melalui tendangan voli setelah menerima assist dari rekannya, Kasim Botan. Skor menjadi 2-1 untuk Persebaya, dan tekanan mulai terasa di kubu Persib. Namun, VAR berperan penting di menit ke-67 ketika wasit memutuskan penalti untuk Persib setelah handball yang dilakukan bek Persebaya, Kadek Raditya, di dalam kotak terlarang. David da Silva yang menjadi eksekutor sukses menuntaskan tugasnya, membawa skor imbang 2-2.

Drama semakin panas di menit ke-82. Gelandang Persebaya, Andre Oktaviansyah, menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras kepada Beckham Putra, yang kemudian berubah menjadi kartu merah. Persebaya harus bermain dengan 10 pemain di 8 menit terakhir waktu normal. Meski demikian, Persib tidak mampu menambah gol, dan skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang. Statistik akhir pertandingan mencatat Persib melepaskan 18 tembakan (9 shots on target) berbanding 10 tembakan (5 shots on target) milik Persebaya.

Adu Penalti: Ketangguhan Teja Paku Alam Jadi Penentu

Pada babak adu penalti, ketenangan menjadi kunci. Persib yang mengeksekusi lebih dulu, berhasil mencetak 4 gol penalti melalui Ciro Alves, David da Silva, Nick Kuipers, dan Beckham Putra. Sementara itu, Persebaya hanya mampu mencetak 2 gol dari 4 percobaan. Kiper Persib, Teja Paku Alam, menjadi pahlawan setelah berhasil menepis dua tendangan penalti dari Flavio Silva dan Bruno Moreira. Skor adu penalti 4-2 memastikan Persib mengangkat trofi Piala Presiden 2026 untuk ketiga kalinya dalam sejarah klub.

“Kami tahu ini akan menjadi laga yang sulit. Persebaya tim yang luar biasa, tapi anak-anak menunjukkan mental juara. Saya bangga dengan perjuangan mereka, terutama Teja yang tampil gemilang di bawah mistar,” ujar pelatih Persib, Bojan Hodak, dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kemenangan ini juga mencatatkan rekor clean sheet dalam adu penalti bagi Teja Paku Alam, yang sebelumnya hanya kebobolan 2 gol sepanjang turnamen. Dari sisi taktik, Persib mencatatkan 92% akurasi operan di babak kedua, sementara Persebaya hanya 78%. Meski kalah, Persebaya patut bangga karena berhasil menembus final dengan performa impresif, termasuk kemenangan atas tim-tim besar di fase grup.

Analisis Taktik dan Momen Kunci Pertandingan

Keberhasilan Persib tidak lepas dari rotasi lini tengah yang dipimpin oleh Marc Klok. Ia menjadi pengatur ritme dengan 112 operan sukses dari 120 percobaan, plus 3 umpan kunci. Di sisi lain, Persebaya mengandalkan kecepatan sayap mereka, namun sering gagal memanfaatkan ruang di belakang bek Persib yang bermain tinggi. Momen kunci lainnya adalah keputusan wasit untuk meninjau VAR di menit ke-67, yang mengubah momentum pertandingan setelah Persebaya sempat unggul.

Pertandingan ini juga mencatatkan jumlah pelanggaran yang tinggi, 24 total pelanggaran (14 oleh Persebaya, 10 oleh Persib), dengan 5 kartu kuning dan 1 kartu merah. Dari sisi fisik, pemain Persebaya menempuh total jarak lari 112 km, sedikit lebih banyak dari Persib yang 109 km, namun efisiensi serangan Persib lebih baik. Dengan hasil ini, Persib memastikan tiket ke ajang AFC Champions League 2026-2027, sementara Persebaya harus puas sebagai runner-up dengan hadiah uang pembinaan yang tetap menggiurkan.

Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, final ini akan dikenang sebagai salah satu laga terbaik dalam sejarah Piala Presiden, dengan kualitas permainan yang tinggi, drama gol, dan adu penalti yang menegangkan. Persib kembali membuktikan diri sebagai raja di kompetisi pramusim, namun Persebaya juga menunjukkan bahwa mereka adalah calon kuat juara di kompetisi resmi musim depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User