Persebaya Kampiun Piala Presiden 2026, Penalti Jadi Penentu

Skor akhir 2-2 (4-2 adu penalti) menjadi saksi kejayaan Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026. Di laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam, Bajul Ijo keluar seba...

Aug 07, 2026 - 11:03
0 0
Persebaya Kampiun Piala Presiden 2026, Penalti Jadi Penentu

Skor akhir 2-2 (4-2 adu penalti) menjadi saksi kejayaan Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026. Di laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam, Bajul Ijo keluar sebagai juara usai mengalahkan Persib Bandung dalam drama adu penalti yang menegangkan. Pertandingan yang berjalan alot dan penuh taktik ini menjadi tontonan kelas atas sepak bola Indonesia, dengan kedua tim saling jual beli serangan sejak menit awal.

Babak Pertama: Pertarungan Taktik di Lini Tengah

Sejak peluit panjang dibunyikan, Persebaya yang tampil dengan formasi 4-3-3 langsung menunjukkan agresivitasnya. Sementara itu, Persib Bandung yang mengandalkan formasi 4-4-2 cenderung memilih bermain sabar menunggu celah. Menit ke-12, peluang pertama datang dari kaki Bruno Moreira yang memanfaatkan umpang terobosan dari rekannya, namun sepakannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang Persib. Penguasaan bola di 15 menit awal menunjukkan angka 58% untuk Persebaya, tetapi Persib tidak tinggal diam. Serangan balik cepat mereka beberapa kali mengancam pertahanan Bajul Ijo. Menit ke-23, giliran David da Silva yang menguji refleks kiper Persebaya, Ernando Ari, dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayangnya, bola masih bisa ditepis dengan gemilang. Skor kacamata bertahan hingga turun minum, dengan kedua tim sama-sama mencatatkan 3 shots on target. Pertarungan sengit di lini tengah antara Rizky Ridho dan Marc Klok menjadi duel menarik yang mewarnai babak pertama.

Babak Kedua: Hujan Gol dan Drama VAR

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat drastis. Persib yang mulai berani keluar menekan berhasil memecah kebuntuan di menit ke-58. Berawal dari skema sepak pojok, bek tengah Persib, Nick Kuipers, melompat tinggi dan menyundul bola ke pojok kiri gawang Ernando Ari. Gol! Persib unggul 1-0. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit. Menit ke-63, Persebaya menyamakan kedudukan melalui aksi individu Muhammad Hidayat. Ia melewati dua pemain bertahan Persib sebelum melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Teja Paku Alam. Skor menjadi 1-1. Pertandingan semakin panas ketika menit ke-78, wasit menunjuk titik putih untuk Persebaya setelah pemain Persib dianggap melakukan handball di kotak terlarang. Namun, setelah meninjau VAR, keputusan tersebut dianulir karena offside lebih dulu terjadi. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persebaya. Di sisa waktu normal, kedua tim saling mencoba mencetak gol kemenangan. Menit ke-88, petaka bagi Persib. Pemain pengganti Persebaya, Alfan Suaib, berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Persebaya. Namun, di masa injury time, menit ke-90+4, Persib menunjukkan mental juara. Umpan silang dari sisi kanan disambut tandukan keras oleh Ciro Alves yang memaksa skor menjadi 2-2. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Babak Perpanjangan dan Adu Penalti yang Menegangkan

Di babak perpanjangan waktu 2x15 menit, kedua tim terlihat kelelahan. Pelatih Persebaya, Paul Munster, melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyegarkan lini serang. Meski beberapa peluang tercipta, namun tidak ada gol tambahan. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, membawa pertandingan ke babak adu penalti. Eksekusi penalti menjadi penentu segalanya. Persib yang menendang lebih dulu, eksekusi David da Silva berhasil dieksekusi dengan baik. Namun, tekanan terasa ketika eksekutor kedua Persib, Marc Klok, gagal melaksanakan tugasnya setelah tendangannya berhasil ditebak oleh Ernando Ari. Persebaya yang tampil tenang, sukses mengkonversi empat dari empat eksekusi penalti mereka. Skor akhir adu penalti 4-2 untuk Persebaya. Kapten tim, Rizky Ridho, yang menjadi eksekutor terakhir sukses menjalankan tugasnya dan langsung disambut euforia rekan-rekannya. Stadion pun bergemuruh oleh sorak sorai suporter Persebaya yang memadati tribun.

"Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Kami percaya diri sejak awal dan penalti adalah lotere, tapi kami berlatih keras untuk itu. Gelar ini untuk seluruh Bonek dan Bonita," ujar Paul Munster dalam konferensi pers usai laga.

Kemenangan ini menjadi gelar Piala Presiden kedua bagi Persebaya setelah sebelumnya meraihnya pada tahun 2019. Clean sheet memang tidak tercatat, namun performa gemilang kiper Ernando Ari dengan dua penyelamatan di adu penalti menjadi kunci kemenangan. Statistik akhir pertandingan menunjukkan penguasaan bola Persebaya 55% berbanding 45% milik Persib, dengan total shots on target masing-masing 6 dan 5. Kartu kuning tercatat 4 untuk Persebaya dan 3 untuk Persib, sementara tidak ada kartu merah. Pertandingan ini benar-benar menyajikan tontonan berkualitas dan menjadi bukti bahwa persaingan sepak bola Indonesia semakin kompetitif. Perayaan juara pun berlangsung meriah di lapangan, dengan para pemain mengangkat trofi dan berkeliling untuk menyapa para pendukung setia yang telah setia memberi dukungan sepanjang turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User