Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Singkirkan Persib Lewat Adu Penalti Dramatis

Skor akhir 1-1, adu penalti 6-5 — Persebaya Surabaya resmi menahbiskan diri sebagai juara Piala Presiden 2026! Kapten Francisco Rivera mengangkat trofi tinggi-tinggi ke langit Stadion Kapten I Wayan...

Aug 09, 2026 - 14:33
0 0
Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Singkirkan Persib Lewat Adu Penalti Dramatis

Skor akhir 1-1, adu penalti 6-5 — Persebaya Surabaya resmi menahbiskan diri sebagai juara Piala Presiden 2026! Kapten Francisco Rivera mengangkat trofi tinggi-tinggi ke langit Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA, menutup turnamen pramusim paling bergengsi di tanah air dengan pesta yang tak akan dilupakan Bonek. Gelar ini menjadi yang perdana bagi Bajol Ijo di ajang Piala Presiden, dan mereka meraihnya dengan cara paling dramatis: menaklukkan Persib Bandung lewat lotere tendangan 12 pas setelah 120 menit berakhir imbang.

Ini adalah final yang punya segalanya — gol cepat, gol balasan, kartu kuning berhamburan, hingga ketegangan adu penalti yang membuat jantung berhenti berdetak. Persebaya tampil dengan formasi 4-3-3, sementara Persib memakai skema 4-2-3-1 andalan mereka. Sejak peluit kick-off, tempo tinggi langsung tersaji di bawah langit Gianyar.

Babak Pertama: Maung Bandung Mengaum Lebih Dulu

Menit ke-23, Stadion Kapten I Wayan Dipta bergemuruh. Persib membuka skor lewat skema serangan balik cepat — umpan terobosan membelah pertahanan Persebaya, dan sang penyerang dengan dingin menaklukkan kiper lewat tendangan mendatar ke sudut jauh. 1-0 untuk Persib. Gol yang lahir dari assist cerdik gelandang serang Maung Bandung, memanfaatkan celah di antara bek tengah dan full-back kanan Persebaya.

Tertinggal satu gol, Persebaya merespons dengan menaikkan garis pertahanan dan menekan lewat pressing tinggi. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 53 persen untuk Persib berbanding 47 persen milik Persebaya, dengan shots on target 3 berbanding 2. Babak pertama ditutup dengan dua kartu kuning — satu untuk masing-masing kubu — menandakan betapa panasnya duel di lini tengah.

Babak Kedua: Bajol Ijo Menyamakan Kedudukan

Menit ke-67, momen yang ditunggu puluhan ribu Bonek akhirnya tiba! Berawal dari sepak pojok yang diayun ke kotak penalti, bola muntah jatuh di kaki pemain Persebaya yang langsung melepaskan tendangan keras — kiper Persib menepis, tetapi bola rebound disambar masuk ke gawang. 1-1! Gianyar meledak. Assist tercatat atas nama sang pengambil tendangan sudut, dan momentum sepenuhnya berpindah ke kubu Surabaya.

Sisa waktu normal berjalan brutal. Menit ke-78, VAR sempat mengecek insiden handball di kotak penalti Persib, tetapi wasit memutuskan permainan dilanjutkan. Satu kartu kuning tambahan keluar di menit ke-84 untuk pelanggaran taktis. Hingga 90 menit plus injury time dan 30 menit babak tambahan, skor tak berubah. Kedua kiper tampil heroik — total 9 shots on target tercipta sepanjang 120 menit, 5 untuk Persib dan 4 untuk Persebaya.

Drama Adu Penalti: Enam Penendang, Satu Penyelamatan, Satu Trofi

Adu penalti menjadi panggung bagi kiper Persebaya. Lima penendang pertama kedua tim nyaris sempurna, hingga penyelamatan krusial di babak keenam mengubah segalanya. Eksekutor keenam Persib gagal setelah tendangannya ditepis, sementara algojo terakhir Persebaya dengan dingin mengecoh kiper ke arah berlawanan. 6-5. Persebaya juara! Seluruh pemain cadangan dan staf pelatih berlari masuk ke lapangan — Gianyar berubah menjadi lautan hijau.

Kami tidak pernah berhenti percaya, bahkan saat tertinggal. Anak-anak menunjukkan mental juara sejak menit pertama hingga penalti terakhir. Trofi ini untuk seluruh Bonek yang datang jauh-jauh ke Bali, ucap pelatih kepala Persebaya seusai laga dengan mata berkaca-kaca.

Statistik Akhir dan Pesta Sang Kapten

Angka akhir mencerminkan final yang berimbang: penguasaan bola 52-48 persen untuk Persib, total tembakan 14 berbanding 12, sepak pojok 7-5, dan empat kartu kuning dibagikan wasit sepanjang laga. Tidak ada kartu merah, tidak ada kontroversi besar — hanya sepak bola berkualitas dari dua tim terbaik turnamen.

Puncaknya, Francisco Rivera berjalan menuju podium, mengangkat trofi Piala Presiden 2026 diiringi kembang api dan confetti. Dari kotak band yang mengiringi seremoni penutupan hingga pesta juara di lapangan, malam di Gianyar ini akan tercatat abadi dalam sejarah Persebaya. Gelar perdana, cara yang dramatis, dan sebuah pernyataan tegas: Bajol Ijo siap menyongsong musim kompetisi dengan status juara bertahan turnamen pramusim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User