Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Rivera Sabet Gelar Pemain Terbaik
Skor akhir 2-0 pada partai puncak menjadi penegasan bahwa Persebaya Surabaya memang pantas menyandang predikat tim terbaik Piala Presiden 2026. Bajul Ijo menutup turnamen pramusim ini dengan trofi jua...
Skor akhir 2-0 pada partai puncak menjadi penegasan bahwa Persebaya Surabaya memang pantas menyandang predikat tim terbaik Piala Presiden 2026. Bajul Ijo menutup turnamen pramusim ini dengan trofi juara, dan malam penganugerahan yang digelar usai peluit panjang berbunyi berubah menjadi panggung milik Rivera, sang gelandang serang yang resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Presiden 2026.
Laga final berjalan dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Persebaya yang turun dengan formasi 4-3-3 langsung mengambil inisiatif permainan. Menit ke-23, Rivera melepaskan umpan terobosan yang membelah dua bek lawan sebelum dikonversi menjadi gol pembuka oleh penyerang Bajul Ijo. Gol kedua lahir pada menit ke-67 melalui skema serangan balik cepat yang lagi-lagi berawal dari kaki sang nomor 10. Statistik akhir mencatat penguasaan bola 58 persen untuk Persebaya dengan 7 shots on target dari 14 percobaan, sementara lawan hanya mampu melepaskan 2 tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit. Satu-satunya drama tersisa terjadi pada menit ke-80 ketika tinjauan VAR menganulir potensi gol balasan karena posisi offside.
Rivera, Jenderal Lapangan Tengah yang Tak Tergantikan
Penghargaan pemain terbaik yang diterima Rivera sama sekali bukan hadiah hiburan. Sepanjang turnamen, ia mengemas 4 gol dan 3 assist dari 6 penampilan, dengan akurasi umpan 87 persen dan rata-rata 4,2 umpan kunci per pertandingan. Total 540 menit bermain ia jalani tanpa sekali pun ditarik keluar — bukti bahwa sang pelatih memang tidak punya rencana permainan tanpa dirinya. Dua dari empat golnya tercipta pada fase gugur, termasuk gol penentu kemenangan di semifinal yang lahir dari eksekusi tendangan bebas pada menit-menit akhir.
Sang arsitek Persebaya tidak sungkan melontarkan pujian. 'Dia adalah pemimpin di lapangan. Ketika bola berada di kakinya, seluruh tim tahu harus bergerak ke mana. Penghargaan ini pantas ia dapatkan,' ujarnya dalam konferensi pers usai laga final.
Daftar Lengkap Peraih Penghargaan
Selain trofi juara dan gelar individu untuk Rivera, panitia turnamen juga mengumumkan sejumlah penghargaan lain. Pelatih Terbaik jatuh ke tangan juru taktik Persebaya yang membawa timnya tak terkalahkan sepanjang turnamen dengan catatan 5 kemenangan dan 1 hasil imbang. Kiper Terbaik menjadi milik penjaga gawang Bajul Ijo berkat 4 clean sheet dari 6 pertandingan plus 18 penyelamatan, sementara Pemain Muda Terbaik disabet winger berusia 20 tahun yang menjadi pilihan utama di sisi kiri starting XI Persebaya.
Untuk kategori pencetak gol terbanyak, gelar top skor direbut penyerang yang mengoleksi lima gol sepanjang turnamen, unggul satu gol dari Rivera yang duduk di peringkat kedua daftar pencetak gol. Penghargaan tim fair play juga diamankan Persebaya yang hanya menerima 5 kartu kuning tanpa satu pun kartu merah selama gelaran — melengkapi dominasi Bajul Ijo di hampir semua kategori.
Jalan Panjang Menuju Tangga Juara
Perjalanan Persebaya menuju gelar ini terbilang meyakinkan sejak fase grup. Dua kemenangan dan satu hasil imbang membawa mereka lolos sebagai pemuncak grup dengan selisih gol +6. Di perempat final, kemenangan 3-1 diraih lewat permainan menekan yang menghasilkan 62 persen penguasaan bola. Semifinal menjadi ujian sesungguhnya: tertinggal lebih dulu pada babak pertama, Bajul Ijo membalikkan keadaan 2-1 berkat perubahan pendekatan menjadi formasi 4-2-3-1 yang memberi Rivera kebebasan bergerak di belakang striker.
Secara keseluruhan, Persebaya membukukan 14 gol dan hanya kemasukan 3 gol dalam enam pertandingan, dengan rata-rata penguasaan bola 56 persen dan akurasi umpan 85 persen. Angka-angka itu menegaskan bahwa gelar ini diraih lewat proses panjang, bukan keberuntungan semata.
Kini pertanyaannya sederhana: bisakah momentum pramusim ini diterjemahkan ke kompetisi sesungguhnya? Dengan Rivera dalam performa terbaik, kedalaman skuad yang merata, dan taktik yang sudah teruji, Persebaya jelas mengirim sinyal bahaya kepada seluruh kontestan liga. Piala Presiden 2026 boleh saja tuntas, tetapi cerita Bajul Ijo musim ini rasanya baru saja dimulai.
Comments (0)