Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Bungkam Persib Lewat Drama Adu Penalti
Skor akhir 1-1 selama 90 menit memaksa laga dituntaskan lewat adu penalti, dan Persebaya Surabaya akhirnya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah memenangi drama tos-tosan 4-3 atas Persib Ba...
Skor akhir 1-1 selama 90 menit memaksa laga dituntaskan lewat adu penalti, dan Persebaya Surabaya akhirnya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah memenangi drama tos-tosan 4-3 atas Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu malam WIB. Eksekusi penentu Toni Firmansyah yang mengecoh kiper Kevin Ray Mendoza, disusul penyelamatan gemilang Ernando Ari, menjadi penutup sempurna malam bersejarah bagi Bajol Ijo yang untuk pertama kalinya mengangkat trofi Piala Presiden.
Babak Pertama: Ciro Alves Bawa Persib Memimpin
Persib Bandung langsung menekan sejak peluit dibunyikan dengan formasi 4-2-3-1 racikan Bojan Hodak. Tekanan intens itu membuahkan hasil pada menit ke-23. Berawal dari umpan terobosan David da Silva yang membelah dua bek tengah Persebaya, Ciro Alves melepaskan tendangan keras kaki kanan dari sudut sempit yang tak mampu dijangkau Ernando Ari. Skor 1-0 untuk Maung Bandung, dan tribun Bobotoh meledak.
Tertinggal satu gol, Persebaya yang mengusung skema 4-3-3 mencoba keluar dari tekanan. Bruno Moreira dua kali mengancam lewat aksi individu di sisi kiri, namun barisan pertahanan Persib yang digalang Nick Kuipers tampil sangat disiplin menjaga area kotak penalti. Statistik paruh pertama mencatat penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen untuk keunggulan Persib, dengan shots on target 3 berbanding 2.
Babak Kedua: Bruno Moreira Samakan Kedudukan
Paul Munster merespons ketertinggalan dengan instruksi pressing lebih tinggi selepas jeda, menggeser Ze Valente lebih dekat ke jantung pertahanan lawan. Hasilnya terlihat pada menit ke-67. Ze Valente mengirim umpan silang terukur dari sisi kanan, dan Bruno Moreira menyambutnya dengan sundulan keras yang menghujam pojok kiri gawang Kevin Ray Mendoza. 1-1, Stadion Manahan bergemuruh oleh sorakan puluhan ribu Bonek!
Laga berubah menjadi jual beli serangan terbuka. Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Marc Klok pada menit ke-74 karena pelanggaran taktis terhadap Francisco Rivera, disusul kartu untuk Dusan Stevanovic menit ke-81 dan Koko Ari Araya menit ke-85. Ketegangan memuncak pada menit ke-88 ketika VAR meninjau insiden di kotak penalti Persebaya. Tayangan ulang memperlihatkan Beckham Putra sudah berada dalam posisi offside sebelum dilanggar, dan wasit membatalkan klaim penalti Persib. Skor imbang bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Drama Tos-tosan: Ernando Ari Jadi Pahlawan
Babak adu penalti berjalan menegangkan sejak algojo pertama. Dua penendang awal kedua tim sempurna menjalankan tugas. Titik balik terjadi pada penendang ketiga Persib: eksekusi Marc Klok ke arah kanan gawang ditepis gemilang oleh Ernando Ari! Namun Persebaya gagal memaksimalkan momentum setelah tendangan Malik Risaldi pada giliran keempat dimentahkan tiang gawang.
Toni Firmansyah kemudian tampil dingin sebagai algojo kelima, mengecoh Mendoza untuk membawa Persebaya unggul 4-3. Persib wajib mencetak gol untuk bertahan hidup, tetapi Ernando Ari kembali menjadi benteng kokoh dengan menepis eksekusi Tyronne del Pino! Dua penyelamatan dalam satu adu penalti memastikan trofi terbang ke Surabaya.
"Para pemain menunjukkan karakter luar biasa. Kami tertinggal lebih dulu, tetapi tidak pernah berhenti percaya. Ernando tampil fenomenal, dan trofi ini kami persembahkan untuk seluruh Bonek," ujar pelatih Persebaya, Paul Munster, seusai laga.
"Sepak bola terkadang kejam. Kami menguasai jalannya pertandingan, tetapi adu penalti adalah lotere. Saya tetap bangga dengan perjuangan anak-anak asuh saya," tutur pelatih Persib, Bojan Hodak.
Statistik Akhir dan Pemain Kunci
Data akhir mencatat penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen untuk Persib, namun Persebaya unggul dalam efektivitas dengan shots on target 6 berbanding 5 dari total tembakan 14 berbanding 12. Laga berjalan keras dengan tiga kartu kuning dan tanpa kartu merah, sementara Ernando Ari membukukan empat penyelamatan sepanjang waktu normal sebelum menjadi pahlawan di babak tos-tosan.
Bruno Moreira layak menyandang predikat pemain terbaik final berkat satu gol, satu peluang tercipta, dan empat dribel sukses yang konsisten merepotkan bek kanan Persib. Bagi Persebaya, gelar ini menjadi trofi Piala Presiden pertama dalam sejarah klub sekaligus modal mental berharga menyambut kompetisi Liga 1 musim baru. Bagi Persib, kegagalan ini menjadi penantian yang harus kembali tertunda setelah perjuangan 90 menit yang sesungguhnya tak kalah heroik.
Comments (0)