Paes Tampil Gemilang, Ajax Lumat Shelbourne di Kualifikasi
Skor akhir 3-0 untuk kemenangan telak Ajax Amsterdam atas Shelbourne FC di leg pertama Kualifikasi UEFA Conference League, Jumat (7/8) WIB. Namun, sorotan utama laga ini bukan hanya pada tiga gol yang...
Skor akhir 3-0 untuk kemenangan telak Ajax Amsterdam atas Shelbourne FC di leg pertama Kualifikasi UEFA Conference League, Jumat (7/8) WIB. Namun, sorotan utama laga ini bukan hanya pada tiga gol yang tercipta, melainkan kepercayaan penuh pelatih Francesco Farioli kepada Maarten Paes sebagai kiper utama. Keputusan itu terbukti tepat, dengan Paes mencatatkan clean sheet pertamanya di musim ini.
Formasi dan Starting XI: Paes Jadi Tembok Terakhir
Farioli menurunkan formasi 4-3-3 yang menyerang, dengan Paes di bawah mistar. Di lini belakang, Devyne Rensch, Josip Sutalo, Jorrel Hato, dan Borna Sosa membentuk empat bek. Sementara itu, lini tengah diisi oleh Kenneth Taylor, Benjamin Tahirovic, dan Steven Berghuis. Trio penyerang ditempati oleh Carlos Forbs, Brian Brobbey, dan Steven Bergwijn. Sejak menit pertama, Paes menunjukkan ketenangannya. Pada menit ke-12, ia melakukan penyelamatan krusial dengan menepis tembakan jarak dekat dari Shane Farrell. Statistik mencatat Paes melakukan 4 penyelamatan sepanjang pertandingan, dengan tingkat keberhasilan 100% untuk shots on target yang mengarah ke gawangnya.
Kepercayaan yang diberikan Farioli kepada Paes bukan tanpa alasan. Sejak bergabung dari FC Dallas, Paes telah menunjukkan konsistensi luar biasa. Pada laga ini, distribusi bolanya juga menjadi senjata utama Ajax. Dari 42 operan yang ia lepaskan, 38 di antaranya tepat sasaran, memberikan akurasi 90%. Ia bahkan memulai serangan balik cepat yang berujung pada gol kedua Ajax. Ini membuktikan bahwa Paes bukan sekadar penjaga gawang, tetapi juga playmaker dari belakang.
Babak Pertama: Dominasi Ajax dan Gol Cepat
Ajax langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Penguasaan bola di babak pertama mencapai 68% berbanding 32% untuk Shelbourne. Pada menit ke-18, Brian Brobbey membuka keunggulan setelah menerima assist terukur dari Steven Bergwijn di sisi kiri. Brobbey melepaskan tembakan first-time yang tidak mampu dijangkau kiper lawan. Statistik mencatat Ajax melepaskan 9 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran di babak pertama. Shelbourne hanya mampu melepaskan 2 tembakan, dan satu-satunya yang mengarah ke gawang berhasil diamankan Paes.
Menit ke-35, giliran Carlos Forbs yang menggandakan kedudukan. Memanfaatkan umpang silang dari Devyne Rensch, Forbs menyundul bola ke sudut gawang. VAR sempat memeriksa posisi offside, namun setelah ditinjau ulang, gol dinyatakan sah. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Shelbourne mencoba keluar dari tekanan dengan formasi 5-4-1, tetapi lini tengah Ajax yang digalang Taylor dan Tahirovic terlalu dominan. Taylor mencatatkan 91% akurasi operan, sementara Tahirovic memenangkan 7 dari 9 duel udara.
Babak Kedua: Penampilan Solid Paes dan Gol Penutup
Memasuki babak kedua, Shelbourne mencoba lebih berani menyerang. Pada menit ke-55, mereka mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas dari jarak 20 meter. Namun, Paes kembali menjadi pahlawan dengan menebak arah tendangan dan menepis bola ke sisi gawang. Penyelamatan ini disambut tepuk tangan dari suporter tuan rumah di Johan Cruijff ArenA. Ajax tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-67, Steven Bergwijn mencetak gol ketiga setelah menerima assist dari Kenneth Taylor. Gol ini lahir dari skema serangan balik cepat yang dimulai dari distribusi akurat Paes kepada Hato. Statistik penguasaan bola di babak kedua tetap berpihak pada Ajax dengan 65%, sementara shots on target total menjadi 8 berbanding 1 untuk Shelbourne.
Menit ke-78, Paes kembali menunjukkan refleksnya dengan menepis tembakan voli dari jarak 12 meter. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-0 tetap bertahan. Paes mencatatkan clean sheet pertamanya di kompetisi Eropa bersama Ajax. Ia juga menjadi pemain dengan rating tertinggi di laga ini menurut data statistik, dengan skor 8.7. Pelatih Shelbourne, Damien Duff, mengakui keunggulan Ajax. "Mereka memiliki kiper luar biasa. Paes membuat perbedaan besar. Kami punya dua peluang bagus, tapi dia selalu ada di sana," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Analisis Taktik dan Dampak bagi Timnas Indonesia
Kemenangan ini menegaskan bahwa Ajax tampil dominan di semua lini. Mereka mencatatkan 16 tembakan total dengan 8 tepat sasaran, sementara Shelbourne hanya 4 tembakan dan 1 tepat sasaran. Penguasaan bola akhir pertandingan tercatat 67% untuk Ajax. Dari sisi pelanggaran, Ajax hanya melakukan 8 pelanggaran dan menerima 1 kartu kuning, sementara Shelbourne 14 pelanggaran dan 2 kartu kuning. Tidak ada kartu merah dalam laga ini.
Bagi Timnas Indonesia, performa Paes ini menjadi kabar baik. Ia akan menjadi pilar utama di bawah mistar saat Indonesia menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan kepercayaan penuh dari pelatih Ajax, Paes dipastikan dalam kondisi mental dan fisik terbaik. "Saya hanya fokus membantu tim. Clean sheet ini untuk seluruh pemain, bukan hanya saya," ujar Paes singkat setelah pertandingan. Leg kedua akan digelar di kandang Shelbourne pekan depan, namun dengan keunggulan tiga gol, Ajax dipastikan melenggang mulus ke babak berikutnya. Paes pun siap kembali menunjukkan kelasnya di panggung Eropa.
Comments (0)