Newcastle Tersingkir Usai Takluk dari AC Milan di St. James' Park
Skor akhir 1-2! Malam pahit bagi Newcastle United di St. James' Park, Kamis (14/12/2023) waktu setempat. AC Milan berhasil mematahkan mimpi The Magpies untuk melaju ke babak 16 besar Liga Champions 20...
Skor akhir 1-2! Malam pahit bagi Newcastle United di St. James' Park, Kamis (14/12/2023) waktu setempat. AC Milan berhasil mematahkan mimpi The Magpies untuk melaju ke babak 16 besar Liga Champions 2023/2024. Gol-gol dari Olivier Giroud dan Samuel Chukwueze membungkam tuan rumah yang sebenarnya tampil dominan. Dengan hasil ini, Newcastle harus rela finis di dasar Grup F dengan koleksi 5 poin, sementara AC Milan melaju sebagai runner-up di bawah Borussia Dortmund.
Babak Pertama: Dominasi Newcastle, Efisiensi Milan
Sejak menit awal, Newcastle langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diusung Eddie Howe membuat lini tengah Milan kewalahan. Penguasaan bola mencapai 65% untuk tuan rumah pada 30 menit pertama. Namun, efektivitas Milan yang menjadi pembeda. Menit ke-33, umpan terukur dari Christian Pulisic berhasil disambut sundulan keras Olivier Giroud yang tak mampu dihalau Nick Pope. Skor berubah 0-1. Newcastle sempat membalas melalui tendangan jarak jauh Bruno Guimaraes, tetapi kiper Milan, Mike Maignan, masih sigap menepis bola.
Menjelang turun minum, tekanan Newcastle semakin intensif. Pada menit ke-44, Miguel Almirón melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, namun lagi-lagi Maignan tampil gemilang. Babak pertama ditutup dengan skor 0-1, meski Newcastle unggul shots on target 4-2. Milan tampak nyaman dengan strategi bertahan dan menyerang balik.
Babak Kedua: Kebangkitan Semu dan Pukulan Telak
Memasuki babak kedua, Newcastle meningkatkan tempo. Hasilnya, pada menit ke-59, sundulan Joelinton memanfaatkan assist dari Kieran Trippier sukses menembus gawang Milan. Skor imbang 1-1, dan St. James' Park bergemuruh. Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan 12 menit. Menit ke-71, pemain pengganti Samuel Chukwueze melesatkan tembakan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti yang tak bisa dijangkau Pope. Milan kembali unggul 2-1.
Newcastle berusaha keras menyamakan kedudukan. Namun, lini pertahanan Milan yang dikomandoi Fikayo Tomori tampil disiplin. Pada menit ke-83, peluang emas datang dari sundulan Callum Wilson, tetapi Maignan melakukan penyelamatan kelas dunia. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-2 tetap bertahan. Dengan kekalahan ini, Newcastle harus gigit jari dan mengucapkan selamat tinggal pada kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
“Kami bermain dengan baik, tetapi di babak pertama kami kurang klinis. Milan punya kualitas di lini depan dan mereka menghukum kami. Ini pelajaran berharga untuk tim muda kami,” ujar Eddie Howe dalam konferensi pers usai laga.
Statistik Kunci dan Analisis Taktik
Secara keseluruhan, Newcastle unggul dalam penguasaan bola (61% berbanding 39%) dan total tembakan (18 berbanding 10). Namun, shots on target hanya 6 berbanding 5 untuk Milan. Artinya, efektivitas menjadi pembeda. Milan juga lebih efisien dalam memanfaatkan peluang, dengan rasio konversi gol 40% berbanding 11% untuk Newcastle. Kartu kuning dikeluarkan wasit untuk Dan Burn (Newcastle) dan Theo Hernandez (Milan), sementara tidak ada kartu merah.
Dari sisi taktik, Eddie Howe mencoba bermain dengan pressing tinggi, tetapi Milan yang dilatih Stefano Pioli tampil pragmatis. Mereka bertahan dalam blok rendah dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Rafael Leão dan Chukwueze. Formasi 4-2-3-1 Milan berhasil memutus aliran bola ke lini tengah Newcastle. Sementara itu, starting XI Newcastle tanpa Sandro Tonali yang sedang disanksi membuat lini tengah kehilangan kreativitas, sehingga Bruno Guimaraes harus bekerja ekstra.
Bagi Newcastle, ini adalah akhir dari petualangan pertama mereka di Liga Champions setelah 20 tahun. Namun, mereka tetap bisa berbangga karena berhasil mengalahkan Paris Saint-Germain di laga sebelumnya. Sementara itu, AC Milan melaju ke babak 16 besar dengan modal kepercayaan diri tinggi, meski mereka juga harus waspada dengan undian yang akan datang.
Comments (0)