Nasaruddin Umar: Harmony in Diversity Award Tegaskan Nilai Kemanusiaan

Jakarta, Beritainti.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Harmony in Diversity Award (HIDA) yang dinilai

Nasaruddin Umar: Harmony in Diversity Award Tegaskan Nilai Kemanusiaan

Jakarta, Beritainti.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Harmony in Diversity Award (HIDA) yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah dinamika keberagaman masyarakat. Penghargaan tersebut, yang digagas sebagai sebuah inisiatif regional, tidak hanya menjadi ajang pengakuan terhadap individu maupun lembaga yang berkontribusi pada kerukunan antarumat beragama, tetapi juga menegaskan kembali komitmen bersama untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa.

Harmony in Diversity Award sebagai Inisiatif Regional

Menurut Nasaruddin Umar, HIDA hadir pada saat yang krusial ketika berbagai belahan dunia masih dihadapkan pada tantangan polarisasi sosial dan konflik identitas. Ia menilai bahwa inisiatif ini memiliki cakupan regional yang mampu menjaring praktik-praktik terbaik (best practices) moderasi beragama dari berbagai negara. "Penghargaan ini bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah pembuktian bahwa keragaman dapat dikelola dengan pendekatan kemanusiaan yang inklusif," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, baru-baru ini.

"Penyelenggaraan Harmony in Diversity Award merupakan bentuk nyata dari komitmen regional untuk tidak sekadar menghormati perbedaan, tetapi merayakannya sebagai modal bersama membangun peradaban yang manusiawi," tegas Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Nilai Kemanusiaan di Garis Depan

Dalam pandangan Menag, aspek kemanusiaan menjadi fondasi utama yang harus dijaga dalam setiap interaksi sosial, terutama di negara majemuk seperti Indonesia. Ia menekankan bahwa HIDA mengusung prinsip shared humanity, di mana setiap individu—regardless of their religious background—memiliki hak dan kedudukan yang setara. Lebih dari 270 juta penduduk Indonesia yang tersebar di 17.000+ pulau dengan berbagai suku, bahasa, dan keyakinan merupakan konteks konkret mengapa penghargaan semacam ini menjadi sangat relevan.

Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa juri penghargaan ini tidak hanya melihat aspek ritual keagamaan, melainkan dampak nyata yang dihasilkan oleh para kandidat dalam mengurangi konflik sosial, meningkatkan solidaritas komunal, dan menciptakan ruang dialog antarumat beragama. Setiap tahunnya, ratusan nominasi dari berbagai wilayah menyertakan dokumentasi program mereka yang menunjukkan transformasi sosial di tingkat akar rumput.

Proses Seleksi dan Kategori Penghargaan

Penyelenggaraan HIDA mengikuti proses seleksi yang ketat dan transparan. Berikut tahapan utama yang dilalui oleh para calon penerima penghargaan:

  1. Pengumpulan Nominasi: Masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pemerintah daerah mengusulkan tokoh atau organisasi yang dianggap memiliki kontribusi signifikan terhadap kerukunan beragama.
  2. Verifikasi Dokumen: Tim kurator meninjau bukti konkret program kerja, dampak terukur, dan keberlanjutan inisiatif yang telah dijalankan minimal dua tahun terakhir.
  3. Penilaian Juri Independen: Panel juri yang terdiri dari akademisi, pemuka agama, dan praktisi hubungan antaragama melakukan evaluasi mendalam terhadap setiap nominasi.
  4. Pengumuman dan Apresiasi: Para pemenang diumumkan dalam acara puncak yang dihadiri oleh pejabat pemerintah, duta besar, dan perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara.

Pada edisi terbarunya, HIDA membuka beberapa kategori utama, meliputi kategori individu pemuka agama, kategori organisasi kepemudaan interfaith, kategori media dan jurnalisme damai, serta kategori inovasi digital moderasi beragama.

Dukungan Pemerintah dan Masa Depan Kerukunan

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, menyambut baik terselenggaranya penghargaan ini dan menjanjikan dukungan kebijakan untuk memperluas jejaring para alumni penerima award. Nasaruddin Umar menyebut bahwa para pemenang HIDA akan diintegrasikan ke dalam program Ambassadors of Religious Moderation yang digagas kementeriannya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem moderasi beragama dari tingkat lokal hingga regional.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan ke depan tidak akan berkurang. Dengan maraknya penyebaran informasi yang memecah belah di media sosial, diperlukan strategi kemanusiaan yang lebih adaptif. Survei terbaru menunjukkan bahwa 68 persen konflik sosial di ranah digital memiliki muatan sentimen identitas yang berpotensi memperdalam polarisasi. Oleh karena itu, pendekatan yang digaungkan HIDA—yakni humanis, inklusif, dan berbasis bukti—menjadi sangat penting.

Dengan semangat tersebut, Harmony in Diversity Award diharapkan terus menjadi katalisator positif bagi bangsa-bangsa di kawasan ini untuk saling belajar dan memperkuat fondasi kemajemukan. Bagi Indonesia sendiri, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan di dalam naskah pembukaan Undang-Undang Dasar, melainkan praktik hidup yang harus terus dikobarkan di setiap lapisan masyarakat.

Ke depan, kolaborasi antarpemerintah, dunia akademisi, dan komunitas lintas iman dipandang sebagai kunci keberhasilan menjaga kemanusiaan di atas segala perbedaan. Sebagaimana disampaikan oleh Menag, kerukunan yang dibangun atas dasar empati dan pengakuan terhadap martabat bersama akan menjadi benteng terkuat menghadapi segala bentuk ancaman terhadap perdamaian sosial.

[SOCIAL_TWEET]: Menteri Agama Nasaruddin Umar apresiasi Harmony in Diversity Award sebagai bukti komitmen regional perkuat nilai kemanusiaan & moderasi beragama. Keragaman adalah kekuatan, bukan ancaman! #HarmonyInDiversity #ModerasiBeragama #BeritaAgama[SOCIAL_TG]: 🕌✨ Menag Nasaruddin Umar apresiasi Harmony in Diversity Award! Penghargaan regional ini perkuat nilai kemanusiaan & kerukunan antarumat beragama. Cek detail lengkapnya 👇 #BeritaAgama

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User