Kane Bantah Isu Bellingham-Tuchel Usai Inggris Singkirkan Argentina 2-1
Skor akhir Inggris 2-1 Argentina. Laga semifinal Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Kamis (16/7/2026) WIB, tidak hanya menyajikan drama 90 menit penuh, tetapi juga kepastian dari Harry Kane soal kond...
Skor akhir Inggris 2-1 Argentina. Laga semifinal Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Kamis (16/7/2026) WIB, tidak hanya menyajikan drama 90 menit penuh, tetapi juga kepastian dari Harry Kane soal kondisi internal The Three Lions. Menit ke-78, Jude Bellingham melepaskan tendangan voli keras dari assist Bukayo Saka yang menentukan kemenangan Inggris, setelah sebelumnya Harry Kane menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti pada menit ke-41. Penguasaan bola tim asuhan Thomas Tuchel tertulis 48 persen, namun mereka lebih efektif dengan 6 shots on target dari total 14 percobaan, sementara Argentina mencatat 4 shots on target dari 11 tendangan. Di tengah euforia lolos ke final, rumor soal ketegangan antara Bellingham dan Tuchel sempat mengemuka, yang langsung dibantah keras oleh Kapten Inggris tersebut.
Babak Pertama: Tekanan Albiceleste dan Penalti Kontroversial
Menit ke-12, Julian Alvarez hampir membuka skor usai menerima umpan lambung dari Alexis Mac Allister, namun tendangan pertama dilepas dengan sudut sempit dan masih bisa di blok John Stones. Argentina tampil agresif dengan formasi 4-4-2 yang memadatkan lini tengah dan memaksa starting XI Inggris bermain lebih dalam. Tuchel menurunkan skema 4-2-3-1 dengan Declan Rice dan Kobbie Mainoo sebagai double pivot untuk menetralkan transisi cepat lawan.
Menit ke-28, keunggulan Argentina akhirnya tercipta. Enzo Fernandez berhasil merebut bola di area tengah, meneruskan kepada Alvarez yang melepaskan tembakan rendah ke sudut bawah gawang Jordan Pickford. Skor 1-0 untuk Albiceleste. Inggris terlihat frustrasi, terutama Bellingham yang beberapa kali terlibat argumen dengan wasit dan rekan setimnya sendiri saat organisasi serangan tak terhubung. Momen itulah yang kemudian dihebohkan media sosial sebagai indikasi adanya konflik internal.
Namun, menit ke-39, laga berbalik. Bellingham masuk ke kotak penalti dan dilanggar Nicolas Otamendi setelah melakukan cutback. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, diperintahkan meninjau monitor VAR selama dua menit sebelum menunjuk titik putih. Menit ke-41, Harry Kane dengan tenang mengecoh Emiliano Martinez. Skor imbang 1-1. Kane mencatat gol kelimanya di turnamen ini, menjaga asa hat-trick emas meski pada akhirnya tidak tercipta di laga ini. Bellingham yang biasanya merayakan bersama rekan-rekannya, kali ini berjalan langsung ke tengah lapangan, gestur yang kembali dijadikan bahan spekulasi oleh netizen.
Babak Kedua: Taktik Tuchel dan Gol Emas Bellingham
Tuchel melakukan penyesuaian taktis di interval dengan meminta Saka dan Foden lebih sering menukar posisi untuk membingungkan back line Argentina. Penguasaan bola Inggris naik menjadi 53 persen pada 20 menit awal babak kedua. Menit ke-58, Tuchel memasukkan Phil Foden menggantikan Cole Palmer, sebuah langkah yang terbukti membuka ruang di sayap kiri. Argentina balik menekan dengan serangan balik berbahaya. Menit ke-65, Lautaro Martinez melepaskan tembakan dari dalam kotak yang masih bisa ditepis Pickford dalam posisi berdiri.
Menit ke-71, tensi memuncak. Cristian Romero menerima kartu kuning setelah melakukan tackle keras dari belakang terhadap Bellingham yang sedang menerobos. Tuchel terlihat marah di pinggir lapangan, menuntut wasit mengeluarkan kartu merah, namun keputusan tetap tidak berubah. Beberapa menit kemudian, justru Bellingham yang menjadi pahlawan. Menit ke-78, Saka menerima bola di sayap kanan, mengecoh Nicolas Tagliafico, lalu mengirimkan assist rendah ke kotak penalti. Bellingham datang dari lini kedua, menghantam bola setengah voli dengan kaki kiri, dan bola bersarang di sudut atas gawang. Skor akhir 2-1. Sang gelandang merayakan gol dengan berlari ke arah bangku cadangan dan memeluk Tuchel erat, sebuah gambaran yang langsung membantah isu keretakan hubungan keduanya.
Kane Buka Suara: Ruang Ganti Three Lions Utuh
Pasca laga, rumor soal perselisihan Bellingham dan Tuchel menjadi topik utama di meja pers. Harry Kane, yang tampil penuh 90 menit plus tambahan waktu, langsung membantah keras. "Tidak ada konflik sama sekali. Jude adalah pemain dengan hasrat tinggi, kadang emosinya keluar di lapangan, tapi itu karena dia ingin yang terbaik untuk tim. Hubungannya dengan Thomas sangat profesional dan solid," tegas Kane. Kapten timnas Inggris itu menambahkan bahwa Tuchel memang sengaja menempatkan Bellingham di peran box-to-box yang lebih bertahan, sebuah instruksi yang sempat membuat Bellingham terlihat tidak nyaman di awal laga.
"Kami baru saja mengalahkan Argentina di semifinal Piala Dunia. Fokus kami adalah trofi. Isu-isu seperti ini hanya mengalihkan perhatian dari performa kolektif tim. Saya bisa jamin, ruang ganti kami kompak," ujar Kane.
Tuchel sendiri memberikan data mendukung pentingnya Bellingham dalam skemanya. "Dia mencatatkan 87 persen akurasi umpan, 3 tackles berhasil, dan 1 gol krusial. Tidak ada pemain lain di skuad yang bisa mereplikasi kontribusi duanya di kedua sisi lapangan," jelas pelatih asal Jerman tersebut. Tuchel juga menyoroti Kane yang tetap tenang di depan gawang meski tekanan mental besar menghantui tim jelang pertandingan akibat rumor yang beredar.
Dengan kemenangan ini, Inggris memastikan diri melangkah ke final Piala Dunia 2026 dan memutus tren negatif rumor yang berpotensi mengganggu fokus. Meski clean sheet tidak tercipta karena kebobolan di menit ke-28, performa kolektif dan solidaritas tim jadi bukti nyata bahwa The Three Lions siap bertarung di laga puncak. Kane menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa Bellingham akan kembali jadi motor serangan, tanpa beban isu yang selama ini dibesar-besarkan di luar lapangan.
Comments (0)