Myanmar Pesta Tujuh Gol ke Gawang Laos, Grup B Kian Memanas
Skor akhir 7-2 menjadi penanda malam paling gila di Grup B Piala AFF 2026. Tuan rumah Myanmar menggila di hadapan publik sendiri, melumat Laos dalam laga yang digelar di Stadion Thuwunna, Yangon, Sela...
Skor akhir 7-2 menjadi penanda malam paling gila di Grup B Piala AFF 2026. Tuan rumah Myanmar menggila di hadapan publik sendiri, melumat Laos dalam laga yang digelar di Stadion Thuwunna, Yangon, Selasa (4/8/2026). Sembilan gol tercipta sepanjang 90 menit, dan tim berjuluk Chinthe itu keluar sebagai pihak yang paling banyak tertawa berkat performa ofensif yang nyaris tanpa cela.
Angka-angka di balik layar memperlihatkan dominasi total Myanmar. Penguasaan bola 63 persen berbanding 37 persen milik Laos menjadi gambaran jelas jalannya pertandingan. Tuan rumah melepaskan 19 tembakan dengan 11 shots on target, sementara Laos hanya sanggup mencatatkan enam percobaan dan empat di antaranya mengarah ke gawang. Efisiensi yang mengerikan: tujuh gol lahir dari 11 tembakan tepat sasaran.
Babak Pertama: Gempuran Tanpa Henti Sejak Menit Awal
Pelatih Myanmar menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-3-3 yang agresif, menempatkan tiga penyerang sejajar sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya langsung terlihat. Menit ke-12, Aung Thu membuka keran gol tuan rumah lewat sontekan kaki kiri memanfaatkan umpan silang mendatar Maung Maung Lwin yang beroperasi di sisi kanan. Skor 1-0, dan Thuwunna meledak.
Tekanan berlanjut. Menit ke-26, giliran gelandang serang Lwin Moe Aung yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima assist terukur dari Aung Thu di tepi kotak penalti. Laos sempat memberikan perlawanan pada menit ke-34 ketika Soukaphone Vongchiengkham memaksimalkan kelengahan lini belakang Myanmar untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Namun harapan itu cepat padam. Menit ke-41, wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR mengonfirmasi pelanggaran bek Laos di area terlarang. Aung Thu mengeksekusi dengan dingin, dan babak pertama ditutup dengan skor 3-1.
Babak Kedua: Pesta Gol Belum Usai
Alih-alih mengendurkan tempo, Myanmar justru menaikkan intensitas serangan selepas jeda. Menit ke-55, penyerang Than Paing menambah keunggulan menjadi 4-1 melalui sundulan keras menyambut sepak pojok — gol keempat yang lahir dari skema bola mati maupun permainan terbuka yang rapi. Laos, yang bermain dengan formasi 5-4-1 bertahan, terlihat kewalahan membendung gelombang serangan tuan rumah. Satu pemain mereka bahkan diganjar kartu kuning karena tekel keras di tengah lapangan.
Laos sempat mencetak gol hiburan kedua pada menit ke-63 lewat Bounphachan Bounkong yang lolos dari jebakan offside, mengubah skor sementara menjadi 4-2. Namun itu hanya intermezzo. Menit ke-71, Aung Thu melengkapi hat-trick-nya dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam sudut gawang. Pesta ditutup pada menit ke-83 ketika pemain pengganti Hein Htet Aung mencetak gol ketujuh hanya berselang lima menit setelah masuk lapangan.
Anak-anak bermain dengan keberanian luar biasa. Kami tidak puas hanya menang, kami ingin menunjukkan karakter menyerang di setiap menit. Tujuh gol ini adalah buah dari disiplin taktik dan keberanian mengambil risiko, ujar pelatih Myanmar seusai laga.
Aung Thu, Bintang Malam dengan Hat-trick Sempurna
Satu nama mencuat di atas semuanya: Aung Thu. Sang penyerang tengah mengemas tiga gol dan satu assist dalam satu pertandingan — kontribusi langsung terhadap empat dari tujuh gol timnya. Pergerakannya tanpa bola merepotkan dua bek tengah Laos sepanjang laga, dan penyelesaian akhirnya berada di level berbeda malam ini. Dengan tambahan tiga gol ini, ia kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak sementara turnamen.
Persaingan Grup B Kian Panas
Kemenangan telak ini mengangkat posisi Myanmar ke puncak klasemen sementara Grup B dengan selisih gol yang sangat menguntungkan. Tambahan tiga poin plus surplus lima gol dalam satu malam menjadi modal berharga dalam perhitungan head-to-head dan produktivitas di akhir fase grup. Sementara itu, Laos harus segera berbenah — pertahanan mereka kebobolan tujuh kali dan gagal mencatatkan clean sheet sama sekali di turnamen ini.
Kami kalah di semua lini, terutama dalam transisi bertahan. Ini pelajaran mahal, tetapi turnamen belum berakhir dan kami harus bangkit di laga berikutnya, tutur pelatih Laos dengan nada kecewa.
Dengan sisa pertandingan grup yang semakin sedikit, setiap gol kini bernilai emas. Myanmar sudah mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya: mereka bukan sekadar tuan rumah, mereka adalah kandidat serius juara Grup B.
Comments (0)