Mourinho Berlari ke Anak Gawang, Benfica Hancurkan Real Madrid di Lisbon

Skor akhir 4-2 untuk Benfica atas Real Madrid menjadi penutup dramatis matchday pamungkas fase liga Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Tuan rumah dua kali terti...

Aug 08, 2026 - 10:37
0 0
Mourinho Berlari ke Anak Gawang, Benfica Hancurkan Real Madrid di Lisbon

Skor akhir 4-2 untuk Benfica atas Real Madrid menjadi penutup dramatis matchday pamungkas fase liga Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Tuan rumah dua kali tertinggal sebelum mencetak tiga gol dalam 20 menit terakhir, dan momen paling dibicarakan justru terjadi di luar lapangan: Jose Mourinho berlari menyusuri tepi lapangan untuk merayakan gol keempat bersama seorang anak gawang.

Atmosfer Estadio da Luz sudah mendidih sejak sepak mula. Mourinho menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan pressing agresif dari lini pertama, sementara Madrid memakai skema 4-3-3 andalan mereka dengan trisula penyerang cepat. Namun justru tim tamu yang membuka keunggulan lebih dulu lewat serangan pertama yang benar-benar berbahaya.

Babak Pertama: Madrid Memimpin, Benfica Merespons

Menit ke-14, Kylian Mbappe menyambut umpan terobosan Jude Bellingham dengan penyelesaian kaki kanan ke sudut jauh. Skor 0-1 untuk Los Blancos, dan Da Luz sempat terdiam. Gol itu tercatat sebagai shots on target pertama Madrid di laga ini, sebuah efisiensi khas tim asuhan ibu kota Spanyol.

Benfica tidak panik. Mereka terus menekan melalui sisi kiri yang dihidupkan pergerakan tanpa bola Andreas Schjelderup dan overlap sang bek sayap. Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-34: Vangelis Pavlidis memenangi duel udara dan menyundul masuk umpan silang mendatar untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor ini bertahan hingga turun minum, dengan penguasaan bola babak pertama berpihak ke Madrid, 56 berbanding 44 persen.

Babak Kedua: Drama Comeback Tiga Gol

Madrid kembali unggul pada menit ke-58 lewat tandukan Bellingham dari situasi sepak pojok. Skor 1-2 membuat posisi Benfica di klasemen fase liga terancam, dan Mourinho merespons dengan dua pergantian pemain sekaligus untuk menambah daya gedor di sepertiga akhir lapangan.

Keputusan itu mengubah segalanya. Menit ke-74, Schjelderup melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung Thibaut Courtois, kedudukan 2-2. Hanya tujuh menit berselang, menit ke-81, Pavlidis mencetak gol keduanya dari titik putih setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran handball di kotak terlarang. Benfica berbalik unggul 3-2, dan stadion meledak.

Puncak drama terjadi pada menit ke-90+3. Serangan balik kilat dari tengah lapangan diakhiri Orkun Kokcu dengan sepakan mendatar ke pojok gawang, mengunci skor akhir 4-2. Gol inilah yang memicu selebrasi paling liar malam itu di tepi lapangan.

Selebrasi Ikonik Mourinho Bersama Anak Gawang

Sesaat setelah gol keempat, kamera menangkap Mourinho melesat dari area teknis, berlari puluhan meter menyusuri garis tepi, lalu merayakan bersama seorang anak gawang yang berdiri di belakang gawang Madrid. Gestur spontan itu langsung mengingatkan publik pada selebrasi legendarisnya di masa lalu, ketika ia berlari menyusuri touchline di Old Trafford bersama Porto.

"Anak itu bagian dari tim kami. Dia mengembalikan bola dengan cepat sepanjang laga, dan malam ini semua orang di stadion layak ikut merayakan," kata Mourinho usai pertandingan. "Kami tertinggal dua kali melawan salah satu tim terbaik di kompetisi ini, tetapi para pemain tidak pernah berhenti percaya. Ini kemenangan untuk semua orang yang bekerja di klub ini."

Statistik dan Arti Kemenangan

Secara statistik, kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan. Benfica mencatat 8 shots on target dari 15 percobaan, berbanding 5 dari 11 milik Madrid. Penguasaan bola akhir memang dimenangi Madrid dengan 57 persen, tetapi Benfica unggul dalam kreasi peluang bersih dari open play dan jauh lebih klinis di depan gawang. Wasit juga mengeluarkan empat kartu kuning, tiga di antaranya untuk pemain Madrid yang tampak frustrasi di pengujung laga.

Bagi Benfica, tambahan tiga poin ini mengamankan tiket ke babak gugur dan memastikan perjalanan Eropa mereka berlanjut. Bagi Madrid, kekalahan ini menjadi tamparan keras setelah sempat unggul dua kali. Dan bagi Mourinho, malam di Lisbon menambah panjang daftar malam Eropa yang ia ukir dengan caranya sendiri — kali ini ditutup dengan pelukan hangat untuk seorang anak gawang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User