MotoGP Mandalika 2026 Ledakkan Permintaan Hasil Laut Nelayan NTB

Lombok, Beritainti — Gelaran MotoGP Mandalika 2026 belum sepenuhnya usai, namun dampaknya sudah terasa jauh di luar sirkuit. Permintaan hasil laut dari nelayan Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak dra...

Oct 14, 2026 - 17:46
0 1
MotoGP Mandalika 2026 Ledakkan Permintaan Hasil Laut Nelayan NTB

Lombok, Beritainti — Gelaran MotoGP Mandalika 2026 belum sepenuhnya usai, namun dampaknya sudah terasa jauh di luar sirkuit. Permintaan hasil laut dari nelayan Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak drastis, mencapai 10 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Lonjakan ini menjadi bukti nyata bahwa event balap kelas dunia tidak hanya menyajikan aksi di lintasan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi sektor kelautan dan kuliner lokal.

Data yang dihimpun Beritainti dari sejumlah kelompok nelayan di pesisir Lombok menunjukkan kenaikan volume pesanan yang signifikan sejak H-3 hingga hari-H balapan. Jika biasanya nelayan hanya menerima pesanan sekitar 50 kilogram ikan segar per hari, selama periode MotoGP angka itu meroket menjadi lebih dari 500 kilogram. Ikan-ikan seperti tuna, cakalang, kembung, dan kerapu menjadi komoditas paling diburu oleh restoran, hotel, hingga pedagang kaki lima di sekitar kawasan Mandalika.

Lonjakan Permintaan di Pesisir Lombok

Pantauan di Pelabuhan Tanjung Luar, Lombok Timur, memperlihatkan aktivitas yang jauh lebih padat dibandingkan akhir pekan biasa. Perahu-perahu nelayan kembali ke dermaga dengan hasil tangkapan yang langsung diserbu pembeli. Salah satu nelayan, Fahrur Rozi, mengaku harus melaut lebih lama dan menambah awak untuk memenuhi permintaan yang tidak biasa.

“Biasanya saya pulang bawa 30 sampai 40 kilo. Sekarang bisa 300 kilo lebih, dan itu pun masih kurang. Pembeli sudah menunggu di dermaga sejak pagi,” ujar Fahrur di sela aktivitas bongkar muat.

Fenomena serupa juga terlihat di kawasan Pantai Kuta Mandalika dan Sekotong. Para pedagang ikan hias serta pengolah hasil laut mengaku kewalahan menerima pesanan dari tenant kuliner yang membludak selama gelaran MotoGP. Tidak hanya ikan segar, permintaan udang, cumi-cumi, dan lobster juga meningkat tajam, seiring dengan tingginya kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik.

Dampak Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja

Meningkatnya permintaan hasil laut berimbas langsung pada pendapatan nelayan. Rata-rata penghasilan harian yang sebelumnya berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, kini bisa menembus Rp3 juta hingga Rp5 juta per hari selama periode balapan. Angka ini menjadi angin segar di tengah ketidakpastian cuaca dan harga bahan bakar yang kerap menjadi kendala utama.

Selain nelayan, sektor pendukung seperti jasa transportasi ikan, pengemasan, dan warung makan ikut merasakan efek berganda. Dinas Kelautan dan Perikanan NTB mencatat sedikitnya 1.200 nelayan terlibat langsung dalam rantai pasok hasil laut selama event berlangsung, tersebar di lima kabupaten/kota. Pemerintah daerah pun mendorong agar momentum ini tidak berhenti usai balapan.

“Kami ingin dampak MotoGP tidak hanya dirasakan selama tiga hari. Nelayan harus tetap mendapatkan akses pasar yang lebih luas, termasuk ke hotel dan restoran setelah event selesai,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB.

Peluang dan Tantangan ke Depan

Meski menguntungkan, lonjakan permintaan yang ekstrem juga menghadirkan tantangan tersendiri. Nelayan dihadapkan pada risiko overfishing jika tidak dikelola dengan baik, serta kebutuhan pendinginan dan distribusi yang cepat agar kualitas ikan tetap terjaga. Beberapa kelompok nelayan mengeluhkan keterbatasan cooler box dan es balok pada hari-hari puncak kunjungan.

Pengamat ekonomi kelautan menilai, lonjakan 10 kali lipat ini harus menjadi pemicu pembangunan infrastruktur rantai dingin yang lebih memadai di NTB. Dengan demikian, hasil laut tidak hanya habis diserap saat event besar, tetapi juga memiliki pasar tetap yang berkelanjutan. Selain itu, perlu ada pendampingan untuk sertifikasi mutu dan standar ekspor agar produk nelayan NTB mampu bersaing di pasar global.

Ke depan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menjadi bukti bahwa sport tourism dapat menjadi katalis ekonomi lintas sektor. Jika sinergi antara pemerintah, penyelenggara, dan pelaku usaha terus dijaga, bukan tidak mungkin lonjakan permintaan hasil laut ini menjadi pemicu lahirnya ekosistem perikanan yang lebih tangguh dan berdaya saing di Nusa Tenggara Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User