Moto2 Inggris 2026: Filip Salac Taklukkan Silverstone, Mario Aji Finis P22

Filip Salac menutup akhir pekan Moto2 Inggris 2026 dengan cara terbaik: kemenangan dominan di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8). Pembalap asal Republik Ceko itu menyelesaikan 18 lap dengan catatan wak...

Aug 11, 2026 - 10:36
0 0
Moto2 Inggris 2026: Filip Salac Taklukkan Silverstone, Mario Aji Finis P22

Filip Salac menutup akhir pekan Moto2 Inggris 2026 dengan cara terbaik: kemenangan dominan di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8). Pembalap asal Republik Ceko itu menyelesaikan 18 lap dengan catatan waktu 38 menit 42,317 detik, unggul 2,184 detik dari rival terdekatnya di garis finis. Adapun harapan Indonesia, Mario Aji, harus puas mengakhiri lomba di posisi ke-22 setelah menjalani balapan berat dari barisan belakang grid.

Salac Mengunci Pimpinan Sejak Lap Pembuka

Start dari posisi kedua, Salac tidak membuang waktu. Tikungan pertama, ia langsung menyodok ke sisi dalam dan merebut pimpinan lomba di Copse Corner berkat teknik late braking yang nyaris sempurna. Sejak momen itu, pembalap berjuluk "Salac Attack" ini tidak pernah lagi melepaskan posisi terdepan hingga bendera finis berkibar.

Lap ke-4, Salac mulai membangun margin. Ia membukukan fastest lap 2 menit 04,811 detik dan memperlebar jarak menjadi 1,2 detik atas rombongan pengejar. Ritme balapnya konsisten di kisaran 2 menit 05 detik per lap — sebuah tempo yang tidak mampu ditiru pembalap lain di lintasan sepanjang 5,9 kilometer tersebut.

Memasuki lap ke-12, keunggulan Salac sudah menembus 2,5 detik. Pertarungan sengit justru terjadi di belakangnya, di mana tiga pembalap berebut dua anak tangga podium tersisa. Slipstream di Hangar Straight menjadi senjata utama, dengan saling salip terjadi di titik pengereman Stowe dan Vale hingga lap pamungkas.

Statistik Kunci di Balik Kemenangan Salac

Angka-angka memperlihatkan betapa lengkapnya performa Salac sore itu. Ia memimpin 17 dari 18 lap, mencetak fastest lap balapan, dan menjadi satu-satunya pembalap yang konsisten berada di bawah 2 menit 06 detik pada setiap putaran setelah lap ketiga. Margin finis 2,184 detik merupakan keunggulan terbesar yang ia bukukan musim ini.

Manajemen ban juga menjadi pembeda. Salac memilih kompon medium untuk roda depan dan belakang, dan strategi itu terbukti tepat — degradasi ban belakangnya tercatat paling rendah di antara lima besar. Di sektor ketiga yang menuntut stabilitas pengereman, ia unggul rata-rata 0,3 detik per lap dari pengejar terdekatnya.

"Motor bekerja sempurna sejak sesi warm-up. Saya tahu jika bisa memimpin di tikungan pertama, balapan akan berada di tangan saya. Kemenangan ini untuk seluruh tim yang bekerja tanpa henti," ujar Salac seusai lomba.

Perjuangan Berat Mario Aji dari Barisan Belakang

Bagi Mario Aji, Silverstone menghadirkan tantangan berbeda. Mengawali lomba dari posisi ke-24 setelah sesi kualifikasi yang sulit, pembalap Indonesia itu langsung menunjukkan agresivitas di lap pembuka. Ia berhasil melewati dua rival di sektor pertama dan menempati posisi 22 pada akhir lap kedua.

Namun, laju Mario tertahan di rombongan tengah-belakang yang padat. Lap ke-7 hingga ke-14, ia terjebak dalam pertarungan tiga pembalap dengan gap antarpembalap kurang dari 0,4 detik. Beberapa kali ia mencoba manuver di Brooklands, tetapi racing line yang sempit membuatnya harus menunda serangan dan kehilangan momentum di lintasan lurus.

Mario akhirnya melintasi garis finis di posisi ke-22, terpaut 28,6 detik dari Salac. Catatan waktu terbaiknya, 2 menit 06,943 detik, sebenarnya lebih cepat dari beberapa pembalap yang finis di depannya — indikasi bahwa ritme balapnya lebih baik dari posisi akhir yang ia raih.

"Hasil ini bukan yang kami targetkan, tetapi ritme Mario di paruh kedua balapan menunjukkan progres nyata. Kami akan membedah data dan memperbaiki kualifikasi, karena start dari belakang di Silverstone selalu menyulitkan," jelas manajer tim Mario Aji.

Implikasi bagi Klasemen Kejuaraan

Kemenangan ini membuat Salac mengantongi 25 poin penuh dan memperkuat posisinya di papan atas klasemen sementara Moto2 2026. Dengan musim yang masih panjang, konsistensi seperti yang ditunjukkan di Silverstone akan menjadi modal berharga dalam perburuan gelar juara dunia.

Sementara bagi Mario Aji, fokus kini beralih ke seri berikutnya. Pengalamannya menaklukkan karakter cepat Silverstone — dengan kombinasi tikungan high-speed seperti Maggotts dan Becketts — menjadi pelajaran penting. Jika kualifikasi bisa diperbaiki, bukan tidak mungkin pembalap andalan Indonesia ini kembali menembus zona poin pada putaran selanjutnya.

Moto2 Inggris 2026 sekali lagi membuktikan bahwa Silverstone adalah panggung bagi mereka yang berani mengambil risiko. Salac mengambil risiko itu sejak tikungan pertama — dan pulang sebagai pemenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User