Momen Kontroversial Sorloth Abaikan Haaland, Norwegia Tersingkir Dramatis

Skor akhir 2-1 memastikan langkah Norwegia terhenti di perempat final Piala Dunia 2026. Inggris melaju ke semifinal, namun sorotan utama justru tertuju pada satu momen krusial di menit ke-78 yang meli...

Momen Kontroversial Sorloth Abaikan Haaland, Norwegia Tersingkir Dramatis

Skor akhir 2-1 memastikan langkah Norwegia terhenti di perempat final Piala Dunia 2026. Inggris melaju ke semifinal, namun sorotan utama justru tertuju pada satu momen krusial di menit ke-78 yang melibatkan Alexander Sorloth dan Erling Haaland — momen yang kini menjadi perbincangan panas di kalangan pengamat dan suporter Skandinavia.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Inggris, Serangan Balik Norwegia

Bertanding di MetLife Stadium, New Jersey, pelatih Stale Solbakken menurunkan formasi 4-4-2 dengan Haaland dan Sorloth sebagai duo penyerang. Starting XI Norwegia menampilkan Orjan Nyland di bawah mistar, bek kanan Marcus Pedersen, duet bek tengah Leo Ostigard dan Kristoffer Ajer, serta bek kiri Fredrik Bjorkan. Lini tengah diisi Martin Odegaard sebagai playmaker, Sander Berge sebagai gelandang bertahan, dengan Julian Ryerson dan Antonio Nusa di sayap.

Inggris asuhan Eddie Howe tampil dengan formasi 4-3-3 mengandalkan Jude Bellingham sebagai gelandang serang. Penguasaan bola Inggris mencapai 61% sepanjang 90 menit, dengan total 18 tembakan dan 7 shots on target. Norwegia hanya mencatatkan 39% penguasaan bola, 9 tembakan, dan 3 tepat sasaran — namun dua di antaranya sangat berbahaya.

Menit ke-34, Inggris membuka keunggulan melalui Bukayo Saka. Menerima umpan terobosan dari Declan Rice, Saka menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Nyland. Assist Rice tercatat sebagai assist ketiganya sepanjang turnamen, menjadikannya kreator utama Three Lions di Piala Dunia 2026.

Norwegia merespons cepat. Menit ke-41, Odegaard mengirimkan umpan lambung terukur ke kotak penalti. Haaland, dengan positioning sempurna, menanduk bola ke sudut kiri gawang Aaron Ramsdale. Gol kelima Haaland di turnamen ini menyamakan skor 1-1. Statistik mencatat, Haaland kini telah mencetak 47 gol dalam 43 penampilan internasional — konversi 1,09 gol per pertandingan, angka yang hanya bisa ditandingi segelintir penyerang elit dunia.

Momen yang Akan Dikenang: Keputusan Sorloth di Menit 78

Paruh kedua berjalan dengan intensitas tinggi. Menit ke-64, Odegaard nyaris membawa Norwegia unggul lewat tendangan bebas melengkung yang membentur mistar gawang. Namun petaka terjadi di menit ke-72: Declan Rice melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang sempat dibelokkan Ostigard, membuat Nyland terkecoh dan bola bersarang di pojok gawang. Skor berubah 2-1 untuk Inggris.

Lalu tibalah menit ke-78 — momen yang kini memicu gelombang kritik terhadap Alexander Sorloth. Sebuah serangan balik cepat Norwegia: Ryerson merebut bola di area pertahanan sendiri dan mengirim umpan vertikal kepada Sorloth yang menusuk dari sisi kiri. Saat itu, Erling Haaland berdiri bebas tanpa pengawalan di depan kotak penalti. Dua bek Inggris — John Stones dan Levi Colwill — terlambat naik untuk menjebak offside. Sebuah umpan sederhana ke Haaland akan menciptakan peluang satu lawan satu dengan Ramsdale.

Sorloth memilih untuk terus menggiring bola. Ia menusuk ke dalam kotak penalti, melewati Stones, namun tembakannya dapat diblok oleh Declan Rice yang berlari kembali membantu pertahanan. Bola kemudian diamankan Ramsdale. Reaksi Haaland langsung terlihat: sang kapten mengangkat kedua tangan dengan gestur frustrasi. Data opta mencatat, dari posisi Haaland saat itu, expected goal (xG) mencapai 0,62 — peluang yang seharusnya berbuah gol dalam enam dari sepuluh situasi serupa.

Kamera televisi menangkap Martin Odegaard meletakkan tangan di kepalanya. Stale Solbakken berteriak dari pinggir lapangan. Statistik pasca-pertandingan mengungkap fakta telak: sepanjang 90 menit, Sorloth hanya mencatatkan satu umpan kunci kepada Haaland dari total 14 operan yang ia lepaskan. Bandingkan dengan delapan umpan kunci dari Odegaard, atau empat dari Ryerson. Koneksi yang seharusnya menjadi senjata utama Norwegia justru berjalan timpang.

Reaksi dan Dampak: Skandinavia Mempertanyakan

Usai peluit panjang dibunyikan wasit Clement Turpin, kamera menyorot Haaland yang terduduk di lapangan. Odegaard mendekatinya dan memberikan pelukan — gestur kepemimpinan yang mencerminkan karakter kapten Real Madrid itu. Namun Sorloth langsung berjalan ke lorong stadion tanpa banyak interaksi dengan rekan setimnya.

"Kami memiliki momen untuk mencetak gol kedua. Setiap pemain membuat keputusan dalam hitungan detik. Saya tidak akan mengomentari keputusan individu di depan media,"
ujar Solbakken dalam konferensi pers yang berlangsung singkat dan penuh ketegangan.

Statistik menunjukkan fakta yang lebih luas: Norwegia sebenarnya tampil efisien dalam konversi peluang. Mereka mencetak satu gol dari xG 1,02 — konversi yang cukup baik. Namun kegagalan memanfaatkan momen emas di menit ke-78-lah yang menjadi pembeda. Haaland menyelesaikan pertandingan dengan tiga tembakan, dua tepat sasaran, satu gol. Heat map menunjukkan ia lebih banyak bergerak di area tengah dan kanan, seolah menghindari zona Sorloth di kiri.

Kritik dari pengamat mencuat tajam. Mantan penyerang Manchester United, Ruud van Nistelrooy, yang bertugas sebagai analis untuk stasiun televisi Belanda menyebutnya sebagai "salah satu keputusan terburuk dalam sejarah perempat final Piala Dunia." Sementara itu, data dari platform analitik mencatat bahwa dari 28 peluang serangan balik Norwegia yang melibatkan duo Sorloth-Haaland sepanjang turnamen, hanya delapan yang berakhir dengan tembakan. Sebuah rasio rendah untuk pasangan penyerang kelas dunia.

Kekalahan ini memastikan Norwegia pulang dengan kepala tertunduk, meskipun perjalanan mereka ke perempat final Piala Dunia 2026 merupakan pencapaian terbaik sejak 1998. Untuk Inggris, semifinal menanti. Namun untuk Alexander Sorloth, sorotan terhadap keputusannya akan menjadi beban yang terus membekas — sebuah momen yang mungkin akan terus menghantui karier internasionalnya di tahun-tahun mendatang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User