Gol Mac Allister Antar Argentina Ungguli Swiss di Babak Pertama

Babak pertama duel perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan La Albiceleste. Laga yang digelar di Stadion Bank of America, Minggu (12/7/2026) ...

Gol Mac Allister Antar Argentina Ungguli Swiss di Babak Pertama

Babak pertama duel perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan La Albiceleste. Laga yang digelar di Stadion Bank of America, Minggu (12/7/2026) ini menyajikan tempo tinggi serta duel taktik yang menarik sejak menit awal. Gol semata wayang dicetak oleh Alexis Mac Allister pada menit ke-34 melalui skema serangan rapi yang membuat pertahanan Swiss tak berkutik. Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 62 persen, sementara Swiss lebih mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang Lionel Scaloni.

Kronologi Gol dan Dominasi Argentina

Sejak peluit tanda mulai dibunyikan, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan formasi 4-3-3, kombinasi umpan pendek dari lini tengah berusaha membongkar struktur 4-2-3-1 Swiss yang disiplin. Julian Alvarez mendapat peluang emas pertama pada menit ke-12 melalui kerja sama satu-dua dengan Lionel Messi, namun sepakan kerasnya masih membentur mistar gawang. Swiss bukan tanpa ancaman. Melalui skema direct play, Breel Embolo nyaris membuka keunggulan andai tendangan kaki kanannya dari luar kotak penalti pada menit ke-19 tidak meleset tipis di sisi kiri gawang Emiliano Martinez.

Gol yang dinantikan publik Argentina akhirnya datang di menit ke-34. Diawali dari pergerakan Mac Allister yang menusuk hingga kotak penalti, ia menerima umpan terobosan manis dari Enzo Fernandez. Dengan satu sentuhan kontrol, Mac Allister melepaskan tendangan mendatar ke sudut kiri gawang Yann Sommer yang tak mampu dihadang. Gol tersebut merupakan hasil dari kombinasi pressing tinggi dan distribusi bola cepat khas tim asuhan Scaloni.

Pertarungan Taktik dan Kedisiplinan Swiss

Swiss di bawah asuhan Murat Yakin tampil dengan rencana permainan yang jelas: mempersempit ruang gerak Messi melalui penjagaan ketat Manuel Akanji dan Nico Elvedi. Strategi itu cukup efektif meminimalkan kreativitas sang kapten Argentina, namun membuka celah bagi pemain lain untuk lebih leluasa bergerak. Mac Allister adalah penerima manfaat terbesar; 87 persen umpannya sukses terkirim dan ia menjadi pemain paling sering menyentuh bola di lini tengah.

Dari sisi statistik, Argentina mencatatkan tujuh shots on target berbanding dua milik Swiss. Meski demikian, crossing dari sayap kanan yang dilakukan Nahuel Molina beberapa kali berhasil diantisipasi oleh bek kiri Ricardo Rodriguez. Swiss juga menunjukan ancaman melalui set piece. Dua tendangan sudut di penghujung babak nyaris berbuah gol andai tandukan Fabian Schär pada menit ke-43 tidak diblok oleh Cristian Romero.

Kunci Permainan dan Catatan Penting

Lini tengah Argentina benar-benar menjadi pengendali irama. Trio Rodrigo De Paul, Fernandez, dan Mac Allister memenangi persentase duel hingga 68 persen, menegaskan dominasi sektor vital. Di sisi lain, Emiliano Martinez belum terlalu mendapat tekanan berarti, namun tetap sigap dengan dua penyelamatan penting dari ancaman jarak jauh Swiss.

Pertandingan juga diwarnai kartu kuning pertama untuk Nicolás Otamendi pada menit ke-28 setelah pelanggaran terhadap Embolo yang sempat memicu insiden kecil. VAR juga sempat melakukan pengecekan potensi handball di kotak penalti Swiss pada menit ke-38, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Menjelang turun minum, intensitas laga sedikit menurun dengan Argentina memilih mengamankan penguasaan bola.

Jika melihat data performa, Messi mungkin tidak setajam biasanya, namun pergerakannya membuka ruang bagi Alvarez dan Mac Allister. Pelatih Scaloni diperkirakan akan melakukan penyesuaian di babak kedua dengan memasukkan tenaga lebih segar di sayap, seperti kemungkinan Alejandro Garnacho, untuk menambah daya dobrak sekaligus mengantisipasi kebangkitan Swiss yang dikenal pantang menyerah.

Skor 1-0 ini belum mencerminkan perbedaan kualitas yang sesungguhnya, karena Swiss beberapa kali memperlihatkan potensi mengejutkan melalui transisi cepat. Babak kedua diprediksi akan berlangsung lebih terbuka seiring kebutuhan Swiss untuk mengejar gol penyama kedudukan. Argentina, dengan koleksi penguasaan bola dominan dan efisiensi serangan, berada dalam posisi yang cukup nyaman, namun tetap harus mewaspadai mental baja lawan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User