Spanyol Taklukkan Belgia 3-1, Amankan Tiket Semifinal

Pertarungan sengit tersaji di perempat final Piala Dunia 2026 saat Spanyol menundukkan Belgia dengan skor akhir 3-1 di Stadion MetLife, New Jersey. La Roja memastikan tempat di empat besar setelah gol...

Spanyol Taklukkan Belgia 3-1, Amankan Tiket Semifinal

Pertarungan sengit tersaji di perempat final Piala Dunia 2026 saat Spanyol menundukkan Belgia dengan skor akhir 3-1 di Stadion MetLife, New Jersey. La Roja memastikan tempat di empat besar setelah gol-gol dari Pedri, Alvaro Morata, dan Ansu Fati mementahkan perlawanan tim asuhan Domenico Tedesco. Sempat diperkecil oleh penalti Romelu Lukaku, Spanyol tetap tampil superior dengan penguasaan bola mencapai 62% dan 8 shots on target berbanding 3 milik Belgia.

Sejak peluit awal dibunyikan, tensi tinggi langsung terasa. Belgia, yang mengandalkan formasi 3-4-2-1, mencoba menekan lewat kecepatan Jeremy Doku dan Leandro Trossard di sayap. Namun, Spanyol dengan 4-3-3 khas Luis de la Fuente tetap tenang membangun serangan dari lini belakang. Pada menit ke-12, peluang pertama lahir dari sepakan melengkung Gavi yang masih melambung tipis di atas mistar gawang Thibaut Courtois. Belgia membalas lewat skema bola mati—tandukan Wout Faes pada menit ke-19 memaksa Unai Simon melakukan penyelamatan gemilang.

Babak Pertama: Penguasaan Bola dan Tekanan Tanpa Gol

Meski mendominasi penguasaan bola hingga 65% di babak pertama, Spanyol sempat frustrasi menghadapi blok rendah Belgia. Dani Olmo dan Nico Williams kerap menusuk dari sisi kiri, tetapi umpan silang mereka selalu berhasil dipotong oleh duet bek tengah Faes dan Zeno Debast. Statistik mencatat Spanyol melepaskan 9 tembakan sepanjang 45 menit awal, namun hanya dua yang tepat sasaran. Belgia justru nyaris unggul melalui serangan balik cepat: Doku lolos dari jebakan offside di menit ke-34, namun sepakannya masih bisa diblok oleh Pau Cubarsí. Kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum, mencerminkan ketangguhan kedua tim dalam transisi bertahan.

Babak Kedua: Ledakan Gol dan Drama di Lapangan

Kebuntuan pecah pada menit ke-51. Berawal dari umpan pendek Rodri di tengah, bola dialirkan ke Pedri yang menusuk ke kotak penalti. Dengan tenang, gelandang Barcelona itu melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri bawah yang tak mampu dijangkau Courtois. Skor 1-0 membakar semangat Spanyol. Belgia merespons dengan memasukkan Yannick Carrasco dan Charles De Ketelaere untuk menambah daya gedor. Hasilnya, pada menit ke-71, wasit menunjuk titik putih setelah Cubarsí dinilai handball di kotak terlarang—keputusan yang sempat dicek via VAR. Romelu Lukaku maju sebagai eksekutor dan dengan dingin menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Namun, kegembiraan Belgia hanya bertahan tujuh menit. Spanyol kembali memimpin melalui skema serangan yang apik: umpan terobosan Pedri berhasil diselesaikan Alvaro Morata lewat chip cerdas di menit ke-78. Gol tersebut sempat menimbulkan kontroversi offside, tetapi tayangan VAR mengonfirmasi Morata berada dalam posisi sah. Keunggulan 2-1 membuat Belgia makin terbuka, dan Spanyol memanfaatkan celah itu. Pada menit ke-89, Ansu Fati yang masuk menggantikan Williams mencetak gol ketiga lewat kerja sama satu-dua dengan Morata, menyegel kemenangan 3-1 sekaligus memastikan tempat di semifinal.

Pemain Kunci dan Statistik Penentu

Rodri menjadi motor permainan Spanyol dengan akurasi umpan 94% dan tiga umpan kunci. Pedri, selain mencetak gol pembuka, juga mencatatkan satu assist dan dinobatkan sebagai Man of the Match. Di kubu Belgia, Doku merepotkan dengan lima dribel sukses, tetapi minimnya dukungan di lini depan membuat Lukaku hanya menyentuh bola 23 kali sepanjang laga. Statistik kolektif menunjukkan jurang kualitas: Spanyol mencatat total 15 tembakan (8 on target), sementara Belgia hanya 7 tembakan dengan 3 mengarah ke gawang. Penguasaan bola akhir tercatat 62% - 38%.

Kemenangan ini membawa Spanyol menghadapi pemenang laga Brasil versus Portugal di semifinal. Sementara itu, Belgia harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit meski tanpa beberapa pilar akibat cedera. Pertandingan ini sekaligus mengukuhkan rekor Spanyol yang selalu mencetak minimal dua gol dalam empat laga terakhir di turnamen ini.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente: "Kami menunjukkan karakter luar biasa setelah sempat disamakan. Para pemain tetap tenang dan menjalankan rencana dengan sempurna. Kunci kami adalah kesabaran dan eksekusi di momen krusial."

Dengan hasil ini, La Roja menjaga asa meraih gelar juara dunia kedua mereka, sementara Belgia harus kembali menata strategi untuk generasi emas yang kian menua.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User