Oct 21, 2026
Olahraga

Mina Tenun, Program Pemberdayaan Perempuan di Sekitar Bandara

Program pemberdayaan masyarakat bertajuk Mina Tenun kembali mencuri perhatian sebagai salah satu inisiatif tanggung jawab sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Program ini digagas oleh PT Pe...

Mina Tenun, Program Pemberdayaan Perempuan di Sekitar Bandara

Program pemberdayaan masyarakat bertajuk Mina Tenun kembali mencuri perhatian sebagai salah satu inisiatif tanggung jawab sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Program ini digagas oleh PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal, sebuah unit operasional yang biasanya lebih dikenal karena aktivitas pengisian bahan bakar pesawat. Namun kali ini, perhatian mereka bergeser ke pemberdayaan ekonomi perempuan di kawasan sekitar.

Mina Tenun bukan sekadar nama. Ia merangkum dua kekuatan lokal: "Mina" yang merujuk pada potensi perairan dan budidaya, serta "Tenun" yang mengangkat tradisi wastra Nusantara. Perpaduan ini menjadi dasar program pelatihan keterampilan bagi warga, khususnya kaum perempuan, agar mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi.

Latar Belakang Program

Kehadiran infrastruktur penerbangan sering kali membawa dampak ekonomi yang tidak merata. Warga di sekitar bandara kerap hanya menjadi penonton, bukan pelaku. Melalui Mina Tenun, Pertamina Patra Niaga berupaya menjembatani kesenjangan itu. Peserta dibekali keterampilan menenun, teknik pewarnaan alami, hingga strategi pemasaran digital.

Mengapa menenun? Karena aktivitas ini memiliki akar budaya kuat di banyak daerah Indonesia. Dengan sentuhan modern, produk tenun dapat bersaing di pasar nasional bahkan mancanegara. Sementara itu, unsur "Mina" memperluas cakrawala peserta pada sektor perikanan dan olahan hasil laut, menciptakan diversifikasi usaha yang tahan guncangan ekonomi.

Pelatihan dan Pendampingan Berkelanjutan

Program ini tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Ada kurikulum berjenjang yang dirancang bersama praktisi dan akademisi. Tahap awal fokus pada dasar menenun: mengenal alat, memilih benang, dan membaca pola. Tahap berikutnya masuk ke desain motif kontemporer, manajemen keuangan sederhana, serta fotografi produk.

Peserta juga didampingi untuk membentuk kelompok usaha bersama. Tujuannya agar mereka tidak bergerak sendiri-sendiri, melainkan dalam ekosistem yang saling menguatkan. Pendampingan berkala dilakukan setiap bulan untuk memastikan produksi berjalan, kualitas terjaga, dan akses pasar terus terbuka.

"Kami ingin program ini menjadi warisan yang hidup, bukan proyek sesaat. Perempuan-perempuan ini adalah motor penggerak ekonomi keluarga," ujar perwakilan Pertamina Patra Niaga dalam sebuah kesempatan.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Sejak bergulir, Mina Tenun telah melibatkan puluhan peserta dari berbagai usia. Sebagian dari mereka kini mampu menghasilkan kain tenun dengan harga jual yang layak. Penghasilan tambahan itu digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, hingga modal usaha kecil.

Lebih dari angka, dampak yang paling terasa adalah meningkatnya rasa percaya diri. Perempuan yang sebelumnya hanya mengurus rumah kini memiliki ruang berekspresi dan jaringan sosial yang lebih luas. Mereka belajar presentasi produk, negosiasi harga, dan menjaga hubungan dengan pembeli.

Dari sisi lingkungan, program ini mendorong penggunaan pewarna alami dari tumbuhan sekitar. Langkah ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjadi nilai jual tersendiri di mata konsumen yang peduli keberlanjutan.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Tentu tidak semuanya mulus. Tantangan utama adalah menjaga konsistensi kualitas dan kesinambungan regenerasi. Menenun membutuhkan ketelatenan, sementara generasi muda kerap tergoda pekerjaan instan. Karena itu, program ini menyasar pemuda melalui pelatihan desain digital dan pemasaran daring.

Ke depan, Mina Tenun diharapkan memperluas jejaring dengan perhotelan, butik, dan platform e-commerce. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar produk tenun lokal menembus pasar lebih luas. Pemerintah daerah dan komunitas kreatif juga diharapkan ikut ambil bagian.

Pada akhirnya, Mina Tenun adalah cermin bagaimana korporasi dapat hadir bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai mitra pembangunan. Melalui tenun, helai demi helai harapan ditenun menjadi masa depan yang lebih cerah bagi warga di sekitar bandara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User