Milei Terbang ke Lima, Hadiri Pelantikan Fujimori di Peru

Lima, Peru — Presiden Argentina Javier Milei menginjakkan kaki di Bandara Internasional Jorge Chávez, Lima, pada Selasa, 28 Juli 2026, dalam misi diplomatik menghadiri pelantikan Presiden terpilih ...

Oct 10, 2026 - 19:45
0 0
Milei Terbang ke Lima, Hadiri Pelantikan Fujimori di Peru

Lima, Peru — Presiden Argentina Javier Milei menginjakkan kaki di Bandara Internasional Jorge Chávez, Lima, pada Selasa, 28 Juli 2026, dalam misi diplomatik menghadiri pelantikan Presiden terpilih Peru, Keiko Fujimori. Kehadiran Milei ini bukan sekadar kunjungan seremonial biasa. Di tengah dinamika politik Amerika Selatan yang terus bergolak, langkah Milei terbang ke Peru dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman resmi hasil pemilu Peru menjadi sinyal kuat bahwa Buenos Aires ingin mempercepat poros aliansi ekonomi dan keamanan di kawasan Pasifik Selatan.

Milei tiba dengan penerbangan khusus yang mendarat tepat pukul 10.47 waktu setempat. Ia disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Peru yang ditunjuk untuk masa transisi, serta sejumlah pejabat protokol istana. Tidak ada pidato di apron bandara. Milei hanya melambaikan tangan singkat, mengenakan jas biru navy dengan dasi hitam, kemudian masuk ke kendaraan kepresidenan menuju hotelnya di kawasan Miraflores. Namun, keheningan itu justru berbicara lebih lantang: dalam beberapa jam ke depan, agenda tertutup dengan Fujimori akan dibahas, termasuk paket kerja sama energi, pertahanan, dan pengendalian inflasi regional.

Konteks Diplomatik: Dari Buenos Aires ke Poros Pasifik

Perjalanan Milei ke Peru terjadi di momentum yang sangat spesifik. Fujimori, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Kongres Peru, memenangkan pemilu dengan basis dukungan kuat dari wilayah utara dan pusat. Kemenangannya mengakhiri periode ketidakpastian politik yang panjang di Peru. Bagi Milei, sosok Fujimori bukan wajah baru. Keduanya memiliki pandangan ekonomi yang sejalan: pengurangan belanja negara, deregulasi pasar, dan pengetatan kebijakan moneter. Dalam bahasa diplomasi, ini adalah pertemuan antara dua kepala negara dengan platform fiskal yang nyaris identik.

Namun, statistik politik menunjukkan bahwa Milei tidak bisa sepenuhnya mengandalkan kedekatan ideologis. Dalam pemilu Peru putaran kedua, Fujimori menang dengan selisih suara tipis: 50,3 persen berbanding 49,7 persen. Artinya, basis legitimasinya kuat secara elektoral, tetapi tidak dominan. Milei, yang pernah mencetak kemenangan pilpres Argentina 2023 dengan 55,7 persen, memahami bahwa dukungan regional harus dikunci lebih awal sebelum oposisi mengonsolidasikan kekuatan.

Sejak awal 2026, Milei sudah melakukan lawatan ke Paraguay, Brasil, dan Chile. Lima menjadi batu loncatan terakhir sebelum pertemuan puncak Mercosur pada September mendatang. Ini bukan kebetulan. Penguasaan bola diplomasi Milei di kawasan memang agresif: ia ingin membangun blok negara-negara dengan kebijakan fiskal konservatif untuk menekan inflasi lintas batas. Data terbaru menunjukkan inflasi Argentina masih berada di angka 38,2 persen tahunan, sementara Peru jauh lebih stabil di 4,1 persen. Kombinasi ini membuat Peru menjadi mitra penting untuk transfer teknologi pengendalian harga pangan dan bahan bakar.

Agenda Tersembunyi: Energi, Pertahanan, dan Migrasi

Di balik pelantikan, ada tiga kluster pembicaraan yang akan dibahas Milei dan Fujimori dalam pertemuan bilateral. Pertama, sektor energi. Peru memiliki cadangan gas alam Cair (LNG) di Camisea yang belum dioptimalkan sepenuhnya. Argentina, dengan ladang Vaca Muerta, ingin membangun koridor ekspor gas ke pasar Asia melalui pelabuhan Peru. Jika kesepakatan ini tercapai, nilai perdagangan bilateral diproyeksikan naik dari USD 1,8 miliar menjadi USD 3,4 miliar dalam tiga tahun.

Kedua, kerja sama pertahanan. Milei membawa serta delegasi dari Kementerian Pertahanan Argentina. Isu utama: patroli maritim bersama di perairan Pasifik Selatan dan pertukaran intelijen untuk memerangi perdagangan narkoba. Peru dan Argentina sama-sama menghadapi tantangan kartel narkoba lintas negara. Dalam catatan kepolisian regional, 32 persen jalur penyelundupan dari Peru menuju Argentina melalui Bolivia. Kerja sama ini tidak bisa ditunda.

Ketiga, kebijakan migrasi. Fujimori berkampanye dengan janji memperketat pintu masuk bagi migran tanpa dokumen, terutama dari Venezuela. Milei memiliki pendekatan serupa. Dalam pertemuan tertutup nanti, keduanya akan membahas mekanisme deportasi bersama dan pengetatan visa regional. Namun, ini akan menjadi poin sensitif karena berpotensi melanggar prinsip bebas bergerak di kawasan.

Pelantikan sebagai Panggung Simbolik

Pelantikan Fujimori dijadwalkan berlangsung di Kongres Peru, Lima, pukul 11.00 waktu setempat keesokan harinya. Milei duduk di barisan depan bersama sejumlah kepala negara Amerika Latin lainnya. Kehadiran ini menjadi pesan visual yang kuat: bahwa Peru di bawah Fujimori akan bergerak searah dengan Argentina di bawah Milei. Tetapi, apakah aliansi ini akan bertahan lama? Sejarah politik Amerika Selatan menunjukkan bahwa poros ideologis sering retak ketika realitas ekonomi menghantam.

Seorang pejabat Peru yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan,

“Milei ingin menjadikan Lima sebagai sekutu utama di Pasifik. Tapi Fujimori harus hati-hati, karena oposisi di Kongres masih kuat. Terlalu dekat dengan Argentina bisa jadi bumerang politik.”

Milei sendiri, dalam konferensi pers singkat sebelum keberangkatan dari Buenos Aires, mengungkapkan optimismenya.

“Kami akan bekerja sama dengan Peru untuk stabilitas ekonomi dan keamanan. Ini bukan sekadar simbol, ini kerja nyata,”
ujarnya. Namun, pernyataan itu belum disertai rincian teknis. Diplomasi sering kali dinilai dari hasil, bukan retorika.

Ketika Milei meninggalkan Lima nanti, mata dunia akan tertuju pada satu pertanyaan: apakah poros Buenos Aires–Lima ini akan menjadi kekuatan baru di Amerika Selatan, atau hanya pelukan singkat dua pemimpin yang kebetulan berbagi ideologi? Statistik dan data ekonomi akan menjadi wasit akhirnya. Untuk sekarang, Milei sudah mencetak langkah pertamanya di Lima. Bola ada di kaki Fujimori.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User