Messi Tertunduk Usai Argentina Dikalahkan Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Peluit panjang berbunyi di Stadion MetLife, dan skor akhir 2-1 untuk Spanyol memastikan Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan gelar Piala Dunia. Lionel Messi, kapten timnas Argentina, terlihat...

Oct 08, 2026 - 17:45
0 0
Messi Tertunduk Usai Argentina Dikalahkan Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Peluit panjang berbunyi di Stadion MetLife, dan skor akhir 2-1 untuk Spanyol memastikan Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan gelar Piala Dunia. Lionel Messi, kapten timnas Argentina, terlihat tertunduk di tengah lapangan, kepalanya menunduk dalam, sementara sorak sorai para pemain Spanyol menggema di latar belakang. Momen itu menjadi gambar paling tajam dari final Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis, Sabtu malam waktu setempat.

Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Spanyol, yang tampil dengan formasi 4-3-3, menguasai penguasaan bola hingga 58 persen pada babak pertama. Argentina sendiri mengandalkan serangan balik cepat melalui Messi dan Julian Alvarez. Namun, pertahanan Spanyol yang dikomandoi oleh Robin Le Normand tampil disiplin, mencatatkan enam blok dan tiga intersepsi di 45 menit pertama.

Jalannya Pertandingan: Dua Gol Spanyol di Babak Kedua

Menit ke-12, Argentina mendapat peluang emas ketika Messi melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter. Bola mengarah ke sudut kanan gawang, tetapi kiper Spanyol, Unai Simon, melakukan penyelamatan gemilang dengan ujung jarinya. Statistik mencatat, Messi menyelesaikan laga dengan empat shots on target, terbanyak di antara pemain Argentina lainnya.

Spanyol memecah kebuntuan pada menit ke-53. Lamine Yamal, yang tampil sebagai winger kanan, memberikan assist kepada Nico Williams. Williams melepaskan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti, bola menghantam tiang dalam dan masuk ke gawang. Skor berubah 1-0 untuk Spanyol. Penguasaan bola Spanyol pada babak kedua bahkan meningkat menjadi 62 persen, dengan 89 persen akurasi passing.

Argentina merespons pada menit ke-67. Messi, yang bergerak dari lini tengah, memberikan umpan terobosan kepada Lautaro Martinez. Striker Inter Milan itu mencetak gol penyama kedudukan dengan tembakan mendatar ke pojok kiri bawah gawang. Assist tersebut menjadi assist kelima Messi di turnamen ini, memimpin daftar top assist Piala Dunia 2026.

Namun, Spanyol kembali unggul pada menit ke-81 melalui gol sundulan Alvaro Morata, memanfaatkan umpan silang dari Alejandro Balde. Wasit sempat meninjau VAR untuk memeriksa potensi offside, tetapi keputusan tetap mengesahkan gol tersebut. Hingga menit ke-90+5, Argentina terus menekan. Messi melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti pada menit ke-90+3, tetapi bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang.

Statistik Kunci: Dominasi Spanyol vs Efisiensi Argentina

Secara statistik, Spanyol mendominasi laga dengan penguasaan bola 60 persen berbanding 40 persen milik Argentina. Spanyol juga mencatatkan 18 tembakan dengan tujuh shots on target, sementara Argentina membuat 12 tembakan dan lima shots on target. Dalam hal passing, Spanyol menyelesaikan 612 umpan dengan akurasi 90 persen, sedangkan Argentina 389 umpan dengan akurasi 84 persen.

Kartu kuning dikeluarkan wasit sebanyak lima kali: tiga untuk Argentina (Cuti Romero menit ke-34, Rodrigo De Paul menit ke-72, dan Enzo Fernandez menit ke-88) dan dua untuk Spanyol (Dani Olmo menit ke-45+2 dan Rodri menit ke-79). Tidak ada kartu merah dalam laga ini. Kiper Argentina, Emiliano Martinez, mencatatkan empat penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan refleks pada menit ke-77 dari tembakan Yamal.

Messi dan Argentina: Akhir Sebuah Era?

Bagi Messi, ini adalah final Piala Dunia ketiga dalam kariernya setelah 2014 dan 2022. Pada usia 39 tahun, ia tampil sebagai starter dalam tujuh pertandingan Argentina di turnamen ini, mencetak tiga gol dan lima assist. Meski gagal meraih trofi, performanya tetap menjadi sorotan. Dalam laga final, Messi mencatatkan 74 sentuhan bola, dua dribel sukses, dan menciptakan tiga peluang.

"Kami berjuang sampai detik terakhir. Spanyol lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Saya bangga dengan tim ini, tetapi rasa sakit ini akan bertahan lama," ujar pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam konferensi pers usai pertandingan.

Di sisi lain, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memuji penampilan timnya. "Kami tahu Argentina memiliki Messi, pemain terbaik dalam sejarah. Kami fokus pada kolektivitas, dan para pemain menjalankan rencana dengan sempurna," katanya. Spanyol kini mengoleksi dua gelar Piala Dunia, setelah sebelumnya menang pada 2010.

Dengan kekalahan ini, Argentina gagal menjadi tim pertama sejak Brasil (1958-1962) yang mempertahankan gelar Piala Dunia. Messi, yang kemungkinan besar tampil di turnamen besar terakhirnya, meninggalkan lapangan tanpa sepatah kata kepada media. Momen tertunduk itu menjadi penutup narasi panjang seorang legenda yang belum berhasil menambah trofi Piala Dunia keenamnya. Bagi Spanyol, kemenangan ini menegaskan regenerasi tim Matador, dengan pemain muda seperti Yamal dan Williams menjadi tulang punggung. Final Piala Dunia 2026 akan dikenang bukan hanya karena skor, tetapi karena perpisahan emosional seorang ikon.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User