Messi Sorot Cucurella, Spanyol Vs Argentina Memanas di Final Piala Dunia 2026
Menit ke-67 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, tensi pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina meledak. Lionel Messi, penyerang bernomor punggung 10, terlihat menu...
Menit ke-67 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, tensi pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina meledak. Lionel Messi, penyerang bernomor punggung 10, terlihat menunjuk tajam ke arah bek Spanyol Marc Cucurella yang mengenakan nomor punggung 24. Wasit Slavko Vincic dari Slovenia langsung bergegas memisahkan keduanya, sementara gelandang Argentina Enzo Fernandez turut berdebat panas dengan sang pengadil. Momen itu menjadi salah satu titik krusial dalam laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Argentina, sekaligus mengukir sejarah baru bagi La Albiceleste.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Sejak peluit kick-off, Spanyol tampil mendominasi penguasaan bola. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Spanyol membuat lini tengah mereka begitu solid. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola Spanyol mencapai 61 persen berbanding 39 persen milik Argentina. Namun, dominasi itu tidak serta-merta berbuah gol. Argentina yang bermain dengan formasi 4-4-2 justru lebih efektif dalam serangan balik cepat.
Menit ke-23, peluang emas Spanyol hadir melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Argentina. Hingga menit ke-40, kedua tim masih belum mampu memecah kebuntuan. Skor kacamata bertahan sampai turun minum. Spanyol mencatat tiga shots on target, sementara Argentina hanya satu.
Babak Kedua: Drama dan Ketegangan
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat drastis. Menit ke-52, Argentina membuka keunggulan lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri. Skor berubah 1-0. Spanyol tidak tinggal diam. Menit ke-61, mereka menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas indah yang menghujam sudut kanan gawang. Skor kembali imbang 1-1.
Puncaknya terjadi pada menit ke-67. Messi yang terus menjadi motor serangan Argentina terlibat kontak fisik dengan Cucurella di sisi kanan pertahanan Spanyol. Messi menunjuk ke arah bek bernomor 24 itu, memicu protes keras. Wasit Vincic segera mengeluarkan kartu kuning untuk kedua pemain. Enzo Fernandez yang ikut campur dalam perdebatan juga mendapat peringatan lisan. VAR sempat meninjau insiden tersebut, namun memutuskan tidak ada pelanggaran berat yang terjadi.
"Kami tahu pertandingan ini akan berjalan keras. Argentina tim yang sangat berpengalaman, dan momen-momen seperti itu adalah bagian dari sepak bola," ujar pelatih Spanyol dalam konferensi pers usai laga.
Menit ke-78, Argentina mencetak gol kemenangan melalui serangan balik kilat. Sebuah assist terukur dari Messi diselesaikan dengan tenang oleh rekan setimnya di dalam kotak penalti. Skor berubah 2-1 dan bertahan hingga peluit panjang. Spanyol berusaha menekan di sepuluh menit terakhir, tetapi pertahanan Argentina tampil disiplin dengan clean sheet di paruh akhir laga.
Statistik dan Analisis Akhir
Secara keseluruhan, Spanyol unggul dalam penguasaan bola dengan 58 persen, melepaskan 12 tembakan dengan 5 shots on target. Argentina lebih efisien dengan 9 tembakan, 4 di antaranya tepat sasaran, dan mencetak 2 gol. Messi mencatat 1 assist krusial dan menjadi pemain dengan dribble sukses terbanyak di laga ini. Cucurella sendiri mencatat 4 tekel sukses dan 2 intersep, meski harus menerima kartu kuning akibat insiden dengan Messi.
Wasit Vincic mengeluarkan total 5 kartu kuning sepanjang pertandingan, tiga untuk Spanyol dan dua untuk Argentina. Tidak ada kartu merah, meski beberapa momen nyaris memicu keributan. Formasi 4-3-3 Spanyol terbukti mampu menguasai lini tengah, tetapi lemah dalam penyelesaian akhir. Sementara formasi 4-4-2 Argentina bekerja sempurna dalam transisi bertahan ke menyerang.
Dengan hasil ini, Argentina menutup turnamen dengan gemilang, sementara Spanyol harus puas menjadi runner-up. Laga di East Rutherford akan dikenang sebagai final penuh drama, di mana satu jari Messi ke arah Cucurella menjadi simbol ketegangan dua raksasa sepak bola dunia.
Comments (0)