Kericuhan Pasca Final Piala Dunia 2026: Paredes di Pusat Kontroversi

Final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, berakhir dengan skor 3-2 setelah perpanjangan waktu. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada gol kemenangan di menit ke-118. Selepas peluit panja...

Oct 08, 2026 - 18:53
0 0
Kericuhan Pasca Final Piala Dunia 2026: Paredes di Pusat Kontroversi

Final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, berakhir dengan skor 3-2 setelah perpanjangan waktu. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada gol kemenangan di menit ke-118. Selepas peluit panjang, kericuhan besar meletus di tengah lapangan. Leandro Paredes, gelandang bertahan Argentina, menjadi pemicu utama insiden yang melibatkan puluhan pemain dari kedua tim.

Menurut laporan pengawas pertandingan FIFA, insiden dimulai ketika Paredes terlihat mendekati bangku cadangan lawan dan melontarkan provokasi verbal. Dalam rekaman broadcast, terlihat ia menunjuk ke arah pemain pengganti lawan sambil mengucapkan kata-kata yang memicu kemarahan. Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi dorong-dorongan. Wasit utama, yang sedianya meniup peluit tanda berakhirnya laga, terpaksa mengeluarkan tiga kartu merah tambahan setelah berkonsultasi dengan VAR.

Kronologi Insiden Menit ke-120+3

Insiden bermula tepat tiga menit setelah gol kemenangan Argentina. Paredes, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-75, tercatat hanya melakukan 18 sentuhan dan 1 tekel sukses selama berada di lapangan. Namun, setelah laga usai, ia justru menjadi aktor utama. Rekaman menunjukkan ia berlari ke arah kapten lawan dan menabraknya dari belakang. Aksi itu memicu reaksi berantai. Pemain kedua tim saling tarik dan dorong. Beberapa ofisial tim bahkan ikut masuk ke lapangan.

Petugas keamanan butuh sekitar 7 menit untuk memisahkan kerumunan. FIFA mengonfirmasi bahwa insiden ini akan masuk dalam laporan resmi dan dapat berujung pada sanksi larangan bertanding. Hingga artikel ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Paredes maupun federasi sepak bola Argentina.

Analisis Statistik: Paredes dan Panasnya Laga Final

Secara statistik, final ini memang berjalan panas. Total 14 kartu kuning dikeluarkan wasit sepanjang 120 menit, terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia. Penguasaan bola Argentina mencapai 54% dengan 7 shots on target, sedangkan lawan mencatat 46% penguasaan bola dan 5 shots on target. Paredes sendiri menerima kartu kuning di menit ke-89 akibat pelanggaran taktis. Ia juga tercatat melakukan 3 pelanggaran dalam 45 menit bermain.

Formasi 4-3-3 yang diterapkan Argentina sebenarnya berjalan efektif di babak pertama. Namun, masuknya Paredes mengubah ritme lini tengah. Ia lebih sering turun ke belakang untuk membantu pertahanan, tetapi agresivitasnya di luar batas permainan menjadi bumerang. Pelatih Argentina dalam konferensi pers pasca-laga menyatakan kekecewaannya.

"Kami menang di lapangan, tetapi kami kalah dalam sikap. Saya tidak akan mentoleransi provokasi yang merusak citra sepak bola. Leandro adalah pemain penting, tetapi apa yang terjadi setelah peluit panjang tidak bisa dibenarkan," ujar pelatih tersebut.

Dampak Disipliner dan Sorotan FIFA

FIFA dikabarkan akan membuka investigasi resmi dalam 48 jam ke depan. Berdasarkan regulasi Pasal 55 Kode Disiplin FIFA, tindakan provokasi yang memicu kericuhan massal dapat dikenai sanksi minimal 2 pertandingan hingga 6 bulan larangan bertanding. Paredes juga terancam denda sebesar CHF 20.000 atau setara Rp360 juta. Selain itu, federasi Argentina berpotensi mendapat denda kolektif akibat kelalaian pengendalian pemain.

Insiden ini mencoreng perayaan gelar juara Piala Dunia keempat Argentina. Sebelumnya, laga berjalan dengan tensi tinggi namun tetap dalam koridor sportivitas. Gol pembuka tercipta di menit ke-23 melalui skema serangan balik cepat. Skor sempat berimbang 2-2 hingga menit ke-90+5 sebelum gol dramatis di perpanjangan waktu. Namun, semua narasi indah itu tertutup oleh kericuhan yang melibatkan Paredes.

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa final Piala Dunia bukan sekadar pertarungan taktik dan skill, tetapi juga ujian mental dan kedewasaan. Paredes, yang seharusnya menjadi pahlawan di momen bersejarah, justru menempatkan dirinya di pusat badai. Publik sepak bola dunia kini menunggu langkah tegas FIFA untuk menjaga integritas turnamen paling bergengsi di planet ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User