Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin di Stadion Monumental, Rabu (7/10), menjadi malam yang tak akan terlupakan bagi publik Buenos Aires. Pertandingan yang bertajuk laga perpisahan Lionel Messi bersama Tim Tango ini berjalan sesuai skenario: kemenangan meyakinkan, gol sang kapten, dan standing ovation sepanjang 90 menit.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Total Sejak Menit Awal
Sejak wasit meniup peluit kick-off, Argentina langsung mengambil inisiatif. Formasi 4-3-3 yang dipilih pelatih menempatkan Messi sebagai false nine, didukung dua winger cepat di sisi kanan dan kiri. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola Argentina mencapai 72 persen berbanding 28 persen milik Benin. Shots on target Argentina sebanyak 6, sementara Benin tidak mencatat satu pun tembakan tepat sasaran.
Menit ke-23, Monumental meledak. Messi menerima umpan terobosan dari lini tengah, melewati dua bek Benin dengan kontrol bola rendah, lalu melepaskan tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti. Bola bersarang di sudut kanan gawang tanpa bisa dijangkau kiper Benin. Gol itu menjadi gol ke-112 Messi bersama Timnas Argentina sepanjang kariernya.
Benin mencoba merespons dengan pressing tinggi, tetapi lini belakang Argentina yang dikawal bek berpengalaman mampu meredam setiap serangan. Kartu kuning pertama di pertandingan ini keluar pada menit ke-34 untuk gelandang Benin setelah pelanggaran keras terhadap Messi di area tengah lapangan. VAR sempat meninjau potensi kartu merah, namun wasit memutuskan tetap memberikan kartu kuning.
Babak Kedua: Dua Gol Tambahan dan Rotasi Pemain
Memasuki babak kedua, pelatih Argentina melakukan rotasi. Messi tetap di lapangan, tetapi perannya bergeser menjadi playmaker murni. Pergeseran ini membuahkan hasil pada menit ke-58. Assist Messi kepada penyerang muda Argentina membuka jalan bagi gol kedua. Tendangan first-time dari dalam kotak penalti mengubah skor menjadi 2-0.
Data statistik menunjukkan Argentina melepaskan total 14 shots dengan 8 on target, sementara Benin hanya mencatat 4 shots tanpa satu pun mengarah ke gawang. Penguasaan bola akhir pertandingan tetap didominasi Argentina dengan 68 persen. Clean sheet yang diraih kiper Argentina menjadi penutup sempurna malam perpisahan tersebut.
Gol ketiga datang pada menit ke-77 melalui skema bola mati. Tendangan bebas Messi membentur pagar betis Benin, bola rebound disambar gelandang Argentina dari luar kotak penalti. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Momen Perpisahan dan Reaksi Pelatih
Saat wasit meniup peluit akhir, seluruh pemain Benin ikut memberi penghormatan kepada Messi. Sang kapten Argentina terlihat meneteskan air mata saat berkeliling lapangan bersama anak-anaknya. Stadion Monumental menyanyikan namanya selama lebih dari sepuluh menit.
"Messi adalah pemain terbaik yang pernah saya lihat. Malam ini bukan hanya tentang kemenangan 3-0, tetapi tentang warisan yang dia tinggalkan untuk sepak bola Argentina," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.
Dengan hasil ini, Argentina menutup rangkaian pertandingan persahabatan dengan catatan impresif. Messi mengakhiri karier internasionalnya dengan total lebih dari 180 caps, ratusan gol, dan satu gelar Piala Dunia. Laga melawan Benin akan dikenang bukan karena skornya, tetapi karena momen seorang legenda menutup babak terakhirnya di hadapan publik sendiri.
Statistik akhir pertandingan: Argentina 3-0 Benin, gol menit ke-23 (Messi), menit ke-58, menit ke-77, penguasaan bola 68-32, shots on target 8-0, kartu kuning 2-0, kartu merah 0-0.
Comments (0)