Oct 10, 2026
Olahraga

Messi Pamit, 21 Tahun Karier Timnas Argentina Berakhir di Monumental

Skor akhir 3-1 untuk Argentina atas Brasil di Estadio Monumental, Buenos Aires, Kamis malam waktu setempat, tercatat sebagai laga terakhir Lionel Messi bersama Timnas Argentina. Pemain berusia 38 tahu...

Messi Pamit, 21 Tahun Karier Timnas Argentina Berakhir di Monumental

Skor akhir 3-1 untuk Argentina atas Brasil di Estadio Monumental, Buenos Aires, Kamis malam waktu setempat, tercatat sebagai laga terakhir Lionel Messi bersama Timnas Argentina. Pemain berusia 38 tahun itu menutup 21 tahun perjalanan di level internasional dengan satu gol, satu assist, dan 84 menit bermain sebelum ditarik keluar pada menit ke-84 untuk menerima standing ovation dari 83.000 penonton yang memadati stadion.

Momen itu bukan sekadar laga persahabatan. Menit ke-84, papan skor digital menampilkan nomor punggung 10 dan nama Messi. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, melakukan pergantian simbolis: Messi keluar, digantikan oleh pemain muda berusia 19 tahun. Messi melepas ban kapten dan menyerahkannya kepada Emiliano Martínez di garis tengah lapangan, sebuah estafet kepemimpinan yang berlangsung dalam sunyi sebelum tepuk tangan menggema.

Gol Pembuka dan Assist Presisi di Babak Pertama

Argentina tampil dengan formasi 4-3-3, Messi ditempatkan sebagai false nine di antara Julián Álvarez dan Thiago Almada. Sejak menit awal, Messi sudah menunjukkan sentuhan khasnya. Menit ke-11, ia menerima bola di ruang sempit antara lini tengah dan pertahanan Brasil, melewati dua pemain dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang membentur tiang kanan.

Gol pembuka lahir pada menit ke-23. Menerima umpan terobosan dari Enzo Fernández, Messi masuk ke kotak penalti dari sisi kanan, mengelabui bek Brasil dengan gerakan tubuh, dan menempatkan bola ke sudut jauh gawang. Skor 1-0. Itu adalah gol internasional ke-113 dalam kariernya.

Lima belas menit berselang, peran Messi berubah menjadi kreator. Menit ke-38, ia melepaskan umpan silang melengkung dari sisi kiri yang disambut sundulan Álvarez. Skor menjadi 2-0. Statistik babak pertama mencatat Messi dengan penguasaan bola 7,4 persen, dua shots on target dari tiga percobaan, dan satu key pass yang berujung assist.

Brasil sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-52 melalui penalti Vinícius Júnior setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran di kotak terlarang. Namun Argentina merestorasi keunggulan dua gol pada menit ke-71 lewat serangan balik cepat yang dimulai dari tekanan tinggi Messi di lini tengah, berujung penyelesaian Almada.

Data 21 Tahun: Dari Debut hingga Piala Dunia

Messi pertama kali mengenakan jersey Argentina pada 17 Agustus 2005 dalam laga melawan Hungaria. Ia masuk sebagai pemain pengganti, bermain 47 detik, lalu menerima kartu merah langsung. Dua dekade kemudian, ia menutup karier internasional dengan 194 penampilan, 113 gol, dan 58 assist.

Rincian pencapaian Messi bersama Argentina:

— Trofi: Piala Dunia 2022, Copa América 2021 dan 2024, Finalissima 2022.
— Penampilan: 194 laga, terbanyak sepanjang sejarah timnas Argentina.
— Gol: 113, rekor sepanjang masa negaranya.
— Assist: 58, juga rekor nasional.
— Penghargaan individu: Ballon d'Or 2021 dan 2022, Golden Ball Piala Dunia 2014 dan 2022.
— Clean sheet tidak relevan untuk posisinya, namun ia terlibat dalam 171 gol dari total 194 penampilan.

Dalam 21 tahun itu, Messi melewati sembilan pelatih berbeda, empat final Copa América, satu final Piala Dunia yang berakhir pilu pada 2014, dan puncak tertinggi pada 2022 di Qatar. Laga melawan Brasil malam ini adalah penampilan ke-194 dan menjadi penutup yang ia pilih sendiri.

Kutipan dan Warisan di Ruang Ganti

"Saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini. Saya datang ke sini sebagai anak kecil yang hanya ingin bermain sepak bola. Hari ini saya pergi sebagai pria yang telah memberikan segalanya untuk negara ini. Terima kasih untuk setiap momen, setiap pelukan, setiap tangis." — Lionel Messi, usai laga.

Scaloni, yang mendampingi Messi sejak 2018, menyebut keputusan ini sebagai penutup siklus yang alami. "Leo telah memberi kami segalanya. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan apa yang ia lakukan untuk sepak bola Argentina. Malam ini bukan tentang kehilangan, tapi tentang merayakan apa yang telah kita miliki selama 21 tahun," ujarnya dalam konferensi pers.

Kapten tim, Emiliano Martínez, mengaku sulit menahan emosi. "Saya menerima ban kapten dari tangan dia di tengah lapangan. Itu momen yang tidak akan pernah saya lupakan. Dia bukan hanya pemain terbaik, dia adalah saudara bagi kami semua," kata kiper berusia 33 tahun itu.

Dari sisi statistik tim, Argentina menutup laga dengan penguasaan bola 54 persen, 14 shots on target berbanding 6 milik Brasil, dan akurasi umpan 89 persen. Messi sendiri mencatat 62 sentuhan, 4 dribel sukses dari 6 percobaan, dan 3 peluang tercipta. Ia tidak menerima kartu kuning maupun merah sepanjang laga, sebuah penutup yang bersih untuk karier yang pernah dimulai dengan kartu merah 47 detik.

Estadio Monumental bergemuruh ketika wasit meniup peluit panjang. Messi berjalan mengelilingi lapangan, mengangkat kedua tangan, lalu berhenti di depan tribun selatan tempat keluarganya duduk. Air mata jatuh di pipinya, tetapi ia tersenyum. Sebuah babak 21 tahun resmi berakhir, dan sepak bola Argentina memasuki era baru tanpa nomor 10 yang selama dua dekade menjadi wajahnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User