Oct 09, 2026
Olahraga

Messi Kartu Merah, Argentina Tumbangkan Benin 3-0 di Monumental

Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin di Stadion Monumental, Rabu (7/10), tetapi malam perpisahan Lionel Messi berakhir dengan kartu merah yang mengejutkan publik tuan rumah. La Albiceleste mengua...

Messi Kartu Merah, Argentina Tumbangkan Benin 3-0 di Monumental

Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin di Stadion Monumental, Rabu (7/10), tetapi malam perpisahan Lionel Messi berakhir dengan kartu merah yang mengejutkan publik tuan rumah. La Albiceleste menguasai pertandingan sejak menit awal, namun drama di penghujung laga mencuri perhatian lebih besar ketimbang kemenangan itu sendiri.

Menit ke-12, Argentina sudah membuka keunggulan lewat serangan cepat dari sisi kanan. Umpan silang rendah diselesaikan dengan sontekan kaki kiri dari jarak dekat, membuat kiper Benin tak berkutik. Penguasaan bola Argentina sepanjang babak pertama mencapai 68 persen, dengan shots on target lima berbanding nol.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Ampun

Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Argentina membuat lini tengah Benin kewalahan. Tekanan tinggi diterapkan sejak bola keluar dari area penalti lawan. Menit ke-23, sebuah assist terukur dari sisi kiri memaksa bek Benin melakukan clearance yang tidak sempurna, dan bola jatuh ke kaki gelandang Argentina yang melepaskan tendangan keras ke sudut kanan gawang. Skor berubah 2-0.

Benin sesekali mencoba keluar dari tekanan lewat umpan panjang, tetapi garis pertahanan Argentina yang dikawal dua bek tengah berpengalaman selalu membaca arah bola. Offside dua kali menjebak penyerang Benin, menandakan disiplin garis pertahanan tuan rumah berjalan rapi. Hingga menit ke-45, tidak ada satu pun tendangan tepat sasaran dari tim tamu.

Babak Kedua: Rotasi dan Ketegangan

Memasuki babak kedua, pelatih Argentina melakukan rotasi. Beberapa pemain muda masuk untuk merasakan atmosfer Monumental. Menit ke-58, Benin hampir memperkecil kedudukan lewat tendangan bebas, tetapi kiper Argentina melakukan penyelamatan penting dengan ujung jari. Clean sheet tetap terjaga.

Menit ke-74, Argentina menambah gol ketiga melalui skema serangan balik. Tiga sentuhan cepat menyisir setengah lapangan, diakhiri penyelesaian dingin di depan gawang. Starting XI yang diturunkan memang tidak diperkuat beberapa nama utama sejak awal, namun kedalaman skuad tetap terlihat.

Ketegangan muncul pada menit-menit akhir. Lionel Messi, yang masuk sebagai pemain pengganti dalam laga perpisahan ini, terlibat duel di tengah lapangan. Wasit menghentikan permainan, lalu setelah berkonsultasi dengan VAR, mengeluarkan kartu merah langsung. Keputusan itu memicu protes keras dari bench Argentina, namun wasit tetap pada pendiriannya. Messi meninggalkan lapangan lebih cepat dari yang direncanakan, sebuah penutup yang pahit untuk malam yang seharusnya penuh selebrasi.

Statistik Akhir dan Sorotan Pelatih

Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan penguasaan bola 64 persen, shots on target delapan, dan enam kartu kuning tersebar di kedua tim. Benin hanya mencatat dua tendangan tepat sasaran dan satu peluang emas yang gagal dikonversi. Lini belakang Argentina mencatatkan clean sheet kelima dalam enam laga terakhir.

"Kami mengendalikan pertandingan, tetapi insiden di akhir menjadi pelajaran. Secara taktik, tim berjalan sesuai rencana," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.

Pelatih Benin menyebut timnya kesulitan menembus blok tengah Argentina. "Mereka lebih tajam dalam transisi. Kami kalah di dua duel kunci di area penalti," katanya kepada awak media.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Argentina di kandang, sekaligus menutup agenda perpisahan dengan catatan skor akhir yang meyakinkan. Namun bayang-bayang kartu merah Messi akan menjadi bahan diskusi panjang, terutama terkait interpretasi wasit terhadap pelanggaran di tengah lapangan.

Bagi Benin, hasil ini menjadi bahan evaluasi menjelang laga kualifikasi berikutnya. Pertahanan mereka cukup disiplin di babak kedua, tetapi efektivitas serangan masih menjadi pekerjaan rumah. Argentina sendiri akan fokus pada pemulihan pemain dan menjaga momentum sebelum turnamen besar berikutnya.

Statistik individu Messi dalam laga singkatnya tetap mencuri perhatian: dua dribel sukses dan satu umpan kunci, sebelum insiden menit akhir mengakhiri malamnya lebih cepat. Monumental bergemuruh, tetapi bukan dengan cara yang diharapkan siapa pun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User