Messi Cetak Brace, Inter Miami Juara MLS Cup 2025
Skor akhir 3-1 untuk Inter Miami CF atas Vancouver Whitecaps FC menutup gemilang final Audi 2025 MLS Cup yang digelar di Chase Stadium, Fort Lauderdale, Florida, Sabtu (6/12/2025). Lionel Messi menjad...
Skor akhir 3-1 untuk Inter Miami CF atas Vancouver Whitecaps FC menutup gemilang final Audi 2025 MLS Cup yang digelar di Chase Stadium, Fort Lauderdale, Florida, Sabtu (6/12/2025). Lionel Messi menjadi pusat segalanya: dua gol dan satu assist dari kapten bernomor punggung 10 itu memastikan The Herons mengangkat trofi MLS Cup pertama dalam sejarah klub di hadapan lebih dari 21.000 penonton tuan rumah.
Menit ke-17, stadion meledak. Menerima umpan terobosan presisi dari Sergio Busquets yang membelah dua bek Vancouver, Messi mengontrol bola sekali sebelum melepaskan tendangan kaki kiri mendatar yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Yohei Takaoka. Skor 1-0 untuk Inter Miami, dan malam bersejarah itu resmi dimulai.
Babak Pertama: Dominasi Total The Herons
Pelatih Javier Mascherano menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-3-3, menempatkan Messi sebagai false nine yang bergerak bebas di antara Tadeo Allende dan Luis Suárez. Hasilnya langsung terlihat: Inter Miami mencatatkan penguasaan bola 61 persen pada 45 menit pertama dan melepaskan lima shots on target dari sembilan percobaan, sementara Vancouver hanya mampu satu tembakan tepat sasaran.
Menit ke-38, keunggulan digandakan. Messi menerima bola di half-space kanan, mengecoh satu pemain lawan, lalu mengirim assist terukur kepada Tadeo Allende yang tinggal berhadapan dengan kiper. Penyerang asal Argentina itu menyelesaikannya dengan dingin untuk mengubah skor menjadi 2-0. Vancouver, yang bermain dengan formasi 4-3-3 racikan Jesper Sørensen, tampak kesulitan menembus blok pertahanan Miami meski Thomas Müller beberapa kali mencoba mengatur serangan dari lini kedua. Kartu kuning pertama laga diterima gelandang Vancouver Andrés Cubas pada menit ke-41 setelah pelanggaran keras terhadap Busquets.
Babak Kedua: Vancouver Sempat Berharap, Messi Menutup Segalanya
Vancouver keluar dari ruang ganti dengan intensitas berbeda. Menit ke-63, Brian White memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 lewat sundulan keras menyambut umpan silang dari sisi kiri, membuat pendukung tim tamu kembali bersuara. Dua menit berselang, kubu Whitecaps sempat mengklaim penalti setelah Müller jatuh di kotak terlarang, tetapi tinjauan VAR menyatakan tidak ada pelanggaran dan permainan dilanjutkan. Wasit juga sempat menganulir satu peluang Vancouver karena offside di tengah meningkatnya tekanan tim tamu.
Tensi meningkat, namun pengalaman berbicara. Menit ke-84, serangan balik cepat Inter Miami mengakhiri perlawanan Vancouver. Suárez menyodorkan bola kepada Messi yang berlari dari tengah lapangan; La Pulga mengecoh satu bek sebelum melepaskan chip elegan melewati Takaoka yang maju meninggalkan sarangnya. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang, dengan statistik akhir menunjukkan penguasaan bola 57 berbanding 43 persen serta shots on target 8 berbanding 3 untuk keunggulan tuan rumah.
Perpisahan Manis dan Perayaan Emosional di Chase Stadium
Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi laga terakhir Sergio Busquets dan Jordi Alba sebelum gantung sepatu. Keduanya mengakhiri karier dengan cara sempurna: mengangkat trofi bersama sahabat lama mereka semasa di Barcelona. Messi sendiri merayakan di atas lapangan bersama kedua putranya, Thiago dan Mateo, yang ikut memegang trofi di tengah hujan konfeti berwarna merah muda khas Inter Miami.
"Grup ini pantas mendapatkannya. Sejak hari pertama kami bermimpi mengangkat trofi ini, dan malam ini mimpi itu menjadi nyata. Leo menunjukkan sekali lagi mengapa dia pemain terbaik di dunia," ujar Mascherano seusai laga.
Bagi Messi, ini adalah gelar MLS Cup perdana yang melengkapi musim 2025 luar biasa setelah sebelumnya mengunci Sepatu Emas MLS sebagai pencetak gol terbanyak liga. Bagi Inter Miami, trofi ini menahbiskan transformasi klub sejak kedatangan sang megabintang pada 2023 — dari tim papan bawah menjadi juara Amerika Utara. Malam di Fort Lauderdale itu bukan sekadar final; itu adalah penegasan sebuah era.
Comments (0)