Messi Bersitegang dengan Cucurella di Final Piala Dunia 2026

Menit ke-78, Stadion New York/New Jersey di East Rutherford menjadi saksi ketegangan yang membara. Lionel Messi, penyerang Timnas Argentina dengan nomor punggung 10, tiba-tiba mengangkat tangan dan me...

Oct 10, 2026 - 19:43
0 0
Messi Bersitegang dengan Cucurella di Final Piala Dunia 2026

Menit ke-78, Stadion New York/New Jersey di East Rutherford menjadi saksi ketegangan yang membara. Lionel Messi, penyerang Timnas Argentina dengan nomor punggung 10, tiba-tiba mengangkat tangan dan menunjuk tajam ke arah bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella. Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, langsung berlari mendekat, mencoba memisahkan keduanya. Di belakang Messi, gelandang Argentina bernomor punggung 24, Enzo Fernandez, ikut berdebat sengit dengan wasit. Momen itu terjadi di laga puncak Piala Dunia 2026, sebuah pertandingan yang sudah dipastikan berjalan panas sejak menit awal.

Jalannya Pertandingan: Duel Taktis Dua Raksasa

Sejak peluit kick-off, baik Spanyol maupun Argentina menurunkan formasi terbaik mereka. Spanyol tampil dengan 4-3-3, mengandalkan penguasaan bola dan umpan-umpan pendek. Argentina menjawab dengan 4-4-2 yang rapat, mengandalkan serangan balik cepat melalui Messi dan Lautaro Martinez. Statistik babak pertama menunjukkan dominasi Spanyol dengan penguasaan bola mencapai 58 persen, tetapi shots on target hanya tiga berbanding dua milik Argentina. Menit ke-23, Cucurella melakukan tekel keras terhadap Messi di sisi kiri pertahanan Spanyol. Wasit Vincic sempat meniup peluit, namun tidak mengeluarkan kartu. Sejak saat itu, tensi antara kedua pemain memanas.

Babak kedua berjalan lebih agresif. Argentina meningkatkan pressing dan mencatatkan lima pelanggaran dalam 15 menit pertama. Menit ke-58, Messi melepaskan tendangan bebas yang masih membentur mistar gawang Spanyol. Peluang emas itu membuat kiper Spanyol, Unai Simon, berteriak mengatur barisan pertahanannya. Spanyol merespons dengan serangan cepat melalui Lamine Yamal di sayap kanan, tetapi penyelesaian akhir belum tepat sasaran. Hingga menit ke-70, skor masih imbang tanpa gol, dengan total shots on target 4-3 untuk Spanyol.

Insiden Messi-Cucurella dan Debat dengan Wasit

Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-78. Messi menerima bola di tepi kotak penalti, lalu terjatuh setelah berduel dengan Cucurella. Wasit Vincic memberi isyarat permainan terus, bukan pelanggaran. Messi bangkit dan langsung menunjuk ke arah Cucurella, mengisyaratkan protes keras. Enzo Fernandez, yang berdiri tak jauh dari lokasi, menghampiri wasit dan terlibat adu argumen. Vincic tetap pada keputusannya. Rekaman VAR kemudian diperiksa, namun tidak ada bukti cukup untuk mengubah keputusan menjadi penalti. Situasi ini memicu kemarahan bangku cadangan Argentina. Pelatih Argentina terlihat melontarkan protes, meski tidak sampai mendapat kartu merah.

"Pertandingan final selalu menghadirkan tekanan luar biasa. Keputusan wasit harus dihormati, tetapi kami butuh konsistensi," ujar asisten pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.

Di sisi lain, kubu Spanyol menilai insiden tersebut sebagai hal normal dalam sepak bola kompetitif. Cucurella tampil disiplin sepanjang laga dengan tiga tekel bersih, dua intersep, dan satu clearances penting. Ia juga mencatatkan akurasi umpan 89 persen, menjadi tembok di sisi kiri pertahanan Spanyol.

Statistik Akhir dan Makna Laga

Hingga menit ke-90, skor akhir tetap 0-0. Spanyol unggul penguasaan bola 56 persen, dengan shots on target 5 berbanding 4 milik Argentina. Argentina mencatatkan 14 pelanggaran, sementara Spanyol 10. Kartu kuning diberikan kepada tiga pemain: dua dari Argentina dan satu dari Spanyol. Tidak ada kartu merah dalam laga yang berlangsung panas ini. Kiper kedua tim tampil gemilang, mencatat clean sheet masing-masing. Unai Simon melakukan empat penyelamatan krusial, sedangkan kiper Argentina, Emiliano Martinez, mencatat tiga penyelamatan penting.

Secara taktik, Spanyol berhasil mengendalikan ritme melalui trio gelandang mereka, sementara Argentina mengandalkan transisi cepat. Messi, meski gagal mencetak gol, tetap menjadi ancaman dengan tiga dribel sukses dan dua peluang tercipta. Enzo Fernandez menjadi motor lini tengah Argentina dengan 78 sentuhan bola. Laga ini membuktikan bahwa final Piala Dunia 2026 bukan hanya soal teknik, tetapi juga mental dan disiplin. Insiden Messi-Cucurella akan menjadi catatan tersendiri dalam sejarah pertemuan kedua tim. Babak tambahan waktu dua kali 15 menit harus dimainkan karena skor masih imbang, dan drama diperkirakan berlanjut hingga titik penalti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User