Menang Telak atas Korea, Jafar/Felisha Enggan Puas di Indonesia Open 2026

Skor akhir 21-13, 21-15. Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, membuka laga babak 32 besar Indonesia Open 2026 dengan performa menggempur di Istora Senayan, Jakarta, ...

Aug 11, 2026 - 13:59
0 0
Menang Telak atas Korea, Jafar/Felisha Enggan Puas di Indonesia Open 2026

Skor akhir 21-13, 21-15. Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, membuka laga babak 32 besar Indonesia Open 2026 dengan performa menggempur di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (03/06/2026). Menghadapi wakil Korea Selatan Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, starting pair Indonesia ini menunjukkan dominasi penuh sejak wasit mengangkat kartu hijau, meski keduanya menegaskan tak ingin cepat puas dengan kemenangan perdana di kandang sendiri.

Pada menit ke-4 pertandingan, Jafar melepaskan jump smash dari belakang yang mendarat telak di sisi kanan lapangan Korea, menciptakan poin pembuka yang membuat Istora bergemuruh. Statistik mencatat pasangan Indonesia menguasai 52% penguasaan bola melalui kontrol tempo permainan di depan net, sementara 18 shots on target berupa smash keras dan dropshot tajam sukses mereka eksekusi sepanjang dua set. Kim/Jang sempat memberikan perlawanan ketat di awal set kedua, namun konsistensi formasi rotasi Jafar/Felisha akhirnya memupus harapan lawan.

Analisis Set Pertama: Menit Ke-12 Jadi Pembeda

Set pertama berlangsung dengan tempo tinggi. Felisha Pasaribu tampil agresif di depan net, menciptakan assist sempurna melalui net kill yang diantisipasi Jafar untuk melakukan drive cepat. Menit ke-12 menjadi momen krusial ketika skor masih ketat 9-8. Jafar mencatatkan hat-trick tiga poin berturut-turut lewat kombinasi serve and attack yang memaksa Jang Ha Jeong melakukan kesalahan return bertubi-tubi. Dari situ, keunggulan mental berpihak pada tuan rumah.

Formasi front-back yang diterapkan pelatih membuat Felisha bebas mengontrol sektor depan, sementara Jafar menutup area belakang dengan cakupan defense yang solid. Korea Selatan kesulitan menembus barikade ini. Mereka hanya mampu mencetak 13 poin di set pertama, dengan clean sheet defense dari Jafar di menit ke-18 yang memblok setiap upaya smash lawan. Skor 21-13 ditutup dengan dropshot silang Felisha yang tak terjangkau.

Taktik Rotasi dan Dominasi di Set Kedua

Masuk set kedua, Kim Jae Hyeon mencoba meningkatkan tempo smash. Namun, pada menit ke-7, wasit memberikan kartu kuning kepada Kim karena terlalu lama mempersiapkan servis, mengganggu ritme Korea. Momen ini dimanfaatkan Jafar/Felisha untuk meningkatkan intensitas. Mereka mengubah formasi menjadi side-by-side setiap kali lawan melakukan lift tinggi, meminimalkan celah di sisi lapangan.

Data pertandingan menunjukkan pasangan Indonesia mencatat 12 winners dan hanya 7 unforced errors di set kedua, rasio yang jauh lebih efisien dibandingkan lawan yang membuat 14 kesalahan sendiri. Menit ke-15, terjadi rally panjang 32 pukulan yang berakhir dengan crosscourt smash Jafar. Korea mencoba melakukan challenge melalui sistem VAR (Hawk-Eye), namun shuttlecock dinyatakan land in, membuat skor menjadi 16-11. Keputusan ini mematahkan semangat lawan.

Di menit ke-22, Felisha kembali menunjukkan kelasnya dengan deceptive shot yang menciptakan assist bagi Jafar untuk menutup rally. Posisi pemain Indonesia yang selalu kompak membuat Korea tak punya ruang untuk melakukan counter-attack. Bahkan, ketika Jang Ha Jeong berusaha melakukan net rush, dia terjatuh dalam posisi offside servis yang nyaris membuatnya mendapat peringatan kedua dari wasit.

Sikap Rendah Hati dan Target ke Babak 16 Besar

Meski menang telak, keduanya tetap menampilkan sikap profesional. Di tengah euforia penonton yang memadati Istora Senayan, Jafar dan Felisha memilih untuk tetap fokus pada perbaikan performa.

"Kemenangan ini baru permulaan. Kami tidak boleh cepat puas karena lawan-lawan di depan akan jauh lebih berat. Masih ada banyak detil taktik yang harus diperbaiki, terutama transisi defense ke attack," ucap pelatih ganda campuran usai laga.

Dengan kemenangan ini, Jafar/Felisha melangkah ke babak 16 besar Indonesia Open 2026. Mereka akan menunggu pemenang antara pasangan Malaysia dan Denmark di laga berikutnya. Jika mampu mempertahankan konsistensi shots on target dan rotasi formasi yang solid, peluang untuk meraih podium di kandang sendiri terbuka lebar. Namun, seperti yang mereka tekankan, satu kemenangan di babak 32 besar bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk perjalanan yang lebih panjang di turnamen Super 1000 ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User