Martinelli Hentikan Kutukan City, Arsenal Menang 1-0

Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Arsenal atas Manchester City pada pekan kedelapan Premier League di Stadion Emirates, Minggu (8/10/2023) malam WIB. Gol tunggal Gabriel Martinelli pada menit ke-86 mema...

Martinelli Hentikan Kutukan City, Arsenal Menang 1-0

Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Arsenal atas Manchester City pada pekan kedelapan Premier League di Stadion Emirates, Minggu (8/10/2023) malam WIB. Gol tunggal Gabriel Martinelli pada menit ke-86 memastikan tiga poin emas bagi tuan rumah sekaligus mengakhiri penantian panjang — pasalnya The Gunners baru kembali merasakan kemenangan atas The Citizens di ajang liga setelah menunggu sejak Desember 2015. Ini juga menjadi kekalahan perdana City musim ini, plus clean sheet pertama kiper David Raya dalam balutan seragam Arsenal di kompetisi domestik.

Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Kontroversi Kovacic

Mikel Arteta memasang starting XI dengan formasi 4-3-3 khasnya, dan langsung membuat keputusan berani dengan mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Raya menggantikan Aaron Ramsdale. Di sisi seberang, Pep Guardiola tetap setia pada skema 3-2-4-1 meski harus kehilangan Rodri akibat akumulasi kartu kuning. Tanpa jangkar lini tengah itu, aliran bola City tetap mengalir, tetapi Arsenal menutup ruang dengan blok rendah yang disiplin.

Ketegangan mulai memuncak sejak menit awal. Menit ke-6, Mateo Kovacic melakukan tekel keras ke arah Martin Odegaard dan diganjar kartu kuning. Kontroversi justru muncul pada menit ke-28 ketika pemain Kroasia itu kembali melakukan tekel berbahaya, kali ini dengan kaki terbuka mengarah ke Declan Rice. VAR memeriksa potensi kartu merah, namun wasit tidak diperintahkan meninjau layar sehingga Kovacic lolos dari hukuman yang lebih berat. Keputusan itu disambut hujan sorakan dari tribun Emirates yang jelas merasa timnya dirugikan.

Tekanan Arsenal akhirnya berbuah peluang besar pada pertengahan babak pertama. Takehiro Tomiyasu mencetak gol memanfaatkan kemelut di kotak penalti, namun VAR dengan cepat menganulirnya karena Gabriel dinilai menyentuh bola dengan tangan dalam proses build-up. Kedudukan tetap 0-0 hingga turun minum, dengan penguasaan bola City menempel di angka 57 persen, tetapi tuan rumah justru tampil lebih mengancam lewat transisi cepat.

Babak Kedua: Gol Haaland Gugur, Martinelli Jadi Penentu

City meningkatkan tempo setelah jeda dan sempat mengklaim gol pada menit ke-66. Erling Haaland melepaskan tembakan ke gawang, tetapi asisten wasit mengangkat bendera karena posisi offside pada awal serangan, dan VAR mengonfirmasi keputusan tersebut. Peluang demi peluang terus lahir, namun Raya tampil tenang dan beberapa kali keluar dari sarangnya untuk memotong umpan silang berbahaya, membuktikan kepercayaan Arteta tidak salah alamat.

Momen penentu tiba pada menit ke-86. Kai Havertz memenangi duel fisik di sisi kanan, lalu mengirim umpan terukur ke Martinelli yang menusuk dari sisi kiri. Tendangan mendatar pemain Brasil itu mengarah ke pojok jauh dan sempat disentuh ujung sarung tangan Ederson, namun bola tetap menggelinding masuk. Itu menjadi assist pertama Havertz untuk Arsenal sejak didatangkan dari Chelsea, dan gol ketiga Martinelli di Premier League musim ini.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memuji keberanian dan keyakinan anak asuhnya seusai laga. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini adalah bukti bahwa timnya mampu bersaing di level tertinggi melawan lawan yang mendominasi sepak bola Inggris dalam satu dekade terakhir.

Analisis Taktik: Duel Lini Tengah dan Dampak Klasemen

Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola City 55 persen berbanding 45 persen milik Arsenal, persis pola yang diprediksi banyak pengamat. Namun, angka yang lebih penting adalah shots on target: Arsenal unggul 4 berbanding 3. Efisiensi serangan menjadi pembeda — tuan rumah tidak memaksakan diri menguasai bola, melainkan memilih menyerang ruang di belakang lini tengah City yang rapuh tanpa Rodri. Rice dan Odegaard memenangi duel-duel kunci di lini tengah, sementara duet bek William Saliba dan Gabriel tampil solid menjaga Haaland tetap senyap di kotak penalti.

Di sisi City, Guardiola harus mengakui superioritas lawan pada momen-momen genting. Kegagalan mengeksekusi peluang dan keputusan VAR yang kontroversial menjadi bahan pembicaraan, tetapi The Citizens tetap berbahaya di lini serang. Kekalahan ini memutus rentetan delapan pertandingan tanpa kalah di semua ajang dan membuat jarak dengan pemuncak klasemen mulai melebar.

Klasemen pun berubah drastis. Arsenal naik ke posisi kedua dengan koleksi 20 poin, menyamai Tottenham yang memimpin di puncak, sementara City tertahan di peringkat ketiga dengan 18 poin. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin bagi Arsenal — ini pernyataan bahwa duel sengit perebutan gelar musim ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata oleh sang juara bertahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User