Milei Hadiri Pelantikan Keiko Fujimori di Lima, Perkuat Poros Konservatif
LIMA – Presiden Argentina, Javier Milei, resmi tiba di ibu kota Peru pada 28 Juli 2026 untuk menghadiri pelantikan Presiden terpilih Peru, Keiko Fujimori. Kedatangan kepala negara Argentina itu menj...
LIMA – Presiden Argentina, Javier Milei, resmi tiba di ibu kota Peru pada 28 Juli 2026 untuk menghadiri pelantikan Presiden terpilih Peru, Keiko Fujimori. Kedatangan kepala negara Argentina itu menjadi salah satu momen paling disorot dalam rangkaian seremonial kenegaraan di Lima, mengingat posisi Milei sebagai salah satu pemimpin dengan agenda ekonomi paling kontroversial di kawasan Amerika Latin saat ini.
Pilihan tanggal kunjungan bukan tanpa makna. 28 Juli bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Peru, hari proklamasi kemerdekaan dari Spanyol pada 1821. Kehadiran Milei di tengah perayaan nasional itu langsung ditafsirkan para pengamat sebagai sinyal kuat dukungan politik terhadap pemerintahan Fujimori yang baru. Rombongan presiden Argentina mendarat di Bandara Internasional Jorge Chavez, Lima, dan selanjutnya menuju pusat kota untuk mengikuti rangkaian upacara pelantikan di Kongres Republik Peru.
Kedatangan Tepat di Hari Kemerdekaan
Dari sisi logistik, perjalanan Buenos Aires–Lima menempuh jarak lebih dari 4.000 kilometer dengan waktu penerbangan langsung sekitar enam jam. Kedatangan Milei tidak hanya mengonfirmasi hubungan bilateral yang erat, tetapi juga mempertegas peta politik baru di Amerika Selatan. Fujimori, yang memenangi pemilu setelah bertahun-tahun berhadapan dengan proses hukum, kini berbagi panggung dengan pemimpin Argentina yang sama-sama mengusung narasi anti-status quo.
Upacara pelantikan berlangsung di tengah pengamanan berlapis. Ribuan personel keamanan dikerahkan di sekitar Plaza Mayor dan kompleks Kongres, dengan sejumlah ruas jalan utama di Lima ditutup untuk lalu lintas umum. Kehadiran Milei di barisan tamu kehormatan menjadi perhatian media lokal, terutama karena ia menjadi salah satu kepala negara yang paling awal mengonfirmasi kehadirannya di tengah jadwal padat agenda domestik Argentina.
Agenda Bilateral: Perdagangan, Tambang, dan Keamanan
Di sela-sela pelantikan, Milei dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Fujimori. Para diplomat menyebut tiga isu utama dalam pembahasan: perjanjian perdagangan, kerja sama sektor pertambangan, dan keamanan kawasan. Peru merupakan salah satu mitra dagang Argentina yang cukup signifikan di kawasan Pasifik, dengan nilai transaksi bilateral yang terus tumbuh dalam lima tahun terakhir.
Yang paling menarik perhatian pelaku pasar adalah potensi kerja sama di sektor litium dan mineral strategis. Argentina memiliki salah satu cadangan litium terbesar di dunia, sementara Peru tengah mempercepat proyek diversifikasi energi. Kesamaan agenda deregulasi ekonomi antara kedua pemimpin membuat sejumlah analis memperkirakan kesepakatan di bidang ini akan menjadi salah satu hasil konkret kunjungan tersebut.
Di sisi keamanan, kedua negara juga disibukkan oleh isu perang melawan kejahatan terorganisir. Peru menghadapi tekanan serius dari jaringan narkotik di wilayah pedalaman, sementara Argentina juga bergulat dengan lonjakan kasus kejahatan di kota-kota besar. Kerja sama intelijen lintas batas menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tertutup.
Poros Konservatif dan Peta Politik Kawasan
Secara politik, kunjungan Milei menegaskan terbentuknya poros baru di Amerika Selatan. Fujimori dan Milei sama-sama berkampanye dengan retorika keras menentang kemapanan politik, menekankan pemangkasan negara, serta memprioritaskan kebebasan ekonomi. Kesamaan ideologi ini membuat hubungan Buenos Aires–Lima diprediksi akan berjalan jauh lebih hangat dibanding era pemerintahan sebelumnya di kedua negara.
Pengamat politik kawasan menilai kehadiran Milei sebagai pesan bahwa blok konservatif Amerika Latin tengah membangun koordinasi yang lebih solid. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemilu di kawasan menghasilkan pergeseran peta politik yang signifikan, dan pertemuan di Lima menjadi panggung simbolis bagi arah baru kerja sama antarpemerintah yang sehaluan.
Meski demikian, kunjungan itu tidak sepenuhnya berjalan tanpa sorotan. Sejumlah kelompok masyarakat sipil di Lima menggelar aksi unjuk rasa kecil di luar area pengamanan, menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ekonomi yang mereka anggap terlalu liberal. Aksi tersebut tetap terkendali dan tidak mengganggu jalannya upacara pelantikan.
Sinyal untuk Kawasan dan Dunia
Bagi Milei, kunjungan ke Lima adalah bagian dari strategi diplomasi yang lebih luas untuk memperluas pengaruh Argentina di kawasan setelah periode isolasi diplomatik yang cukup panjang. Kehadirannya di pelantikan Fujimori mengirim sinyal bahwa Argentina bersedia kembali menjadi pemain aktif dalam percaturan politik Amerika Selatan, terutama di sisi konservatif spektrum politik.
Dengan selesainya rangkaian pelantikan, perhatian kini beralih pada langkah konkret pemerintahan Fujimori dalam 100 hari pertamanya. Milei, yang telah membuktikan keberaniannya melakukan terapi kejut ekonomi di Argentina, menjadi salah satu pemimpin yang paling dinanti dukungannya terhadap agenda reformasi Peru. Hubungan kedua negara, dari sekadar seremoni, kini memasuki fase ujian nyata: apakah kesamaan ideologi akan diterjemahkan menjadi kerja sama yang berdampak bagi rakyat kedua negara.
Comments (0)