Mario Aji Melesat di Practice Moto2 Inggris 2026, Tembus Delapan Besar
Silverstone langsung membara begitu sesi practice Moto2 Inggris 2026 digelar, dan satu nama yang mencuri perhatian adalah Mario Aji. Rider kebanggaan Indonesia itu mengakhiri sesi di posisi kedelapan ...
Silverstone langsung membara begitu sesi practice Moto2 Inggris 2026 digelar, dan satu nama yang mencuri perhatian adalah Mario Aji. Rider kebanggaan Indonesia itu mengakhiri sesi di posisi kedelapan dengan catatan waktu 2 menit 02,590 detik, sebuah lonjakan performa yang membuat namanya bercokol di jajaran sepuluh besar timesheet. Bukan kebetulan, bukan pula keberuntungan — Super Mario memang tampil cepat sejak roda pertama menyentuh aspal.
Start Solid Sejak Awal Sesi
Begitu lampu hijau menyala di ujung pit lane, Mario Aji tidak membuang waktu. Ia langsung turun ke lintasan dengan program jangka pendek lebih dulu, mencari feeling terhadap kondisi aspal Silverstone yang terkenal cepat berubah akibat angin kencang khas sirkuit ini. Lap demi lap dijalani dengan ritme progresif — dari fase adaptasi, masuk ke fase pemetaan racing line, hingga akhirnya menemukan kepercayaan diri penuh untuk menyerang.
Momen krusial datang di fase akhir sesi ketika mayoritas rider melakukan time attack dengan ban segar. Di sinilah Mario menunjukkan tajinya. Satu putaran bersih tanpa kesalahan membawanya membukukan 2:02,590, cukup untuk menempatkannya di urutan delapan besar dan hanya terpaut kurang dari setengah detik dari pemuncak sesi. Untuk ukuran kelas Moto2 yang terkenal dengan gap super rapat, selisih itu adalah jarak yang sangat kompetitif.
Bedah Data: Kunci Kecepatan Super Mario
Melihat lebih dalam ke data telemetri, kekuatan Mario Aji di sesi ini terletak pada sektor-sektor mengalir yang menjadi ciri khas Silverstone. Kombinasi tikungan cepat seperti Maggotts dan Becketts dilahapnya dengan kecepatan menikung yang impresif, memanfaatkan stabilitas paket motornya saat berpindah arah dari kiri ke kanan. Di sinilah ia memangkas banyak waktu dibanding para rivalnya.
Yang tak kalah penting adalah konsistensinya. Selain satu lap tercepat yang mencolok, Mario juga membukukan rangkaian putaran dengan variasi waktu yang sangat kecil — indikator bahwa kecepatannya bukan hasil satu momen slipstream atau lap kebetulan. Rata-rata lap time-nya dalam simulasi race trim berada di level yang menjanjikan, modal berharga mengingat balapan Moto2 di Silverstone kerap ditentukan oleh manajemen ban di lap-lap penutup.
Dari sisi top speed di Hangar Straight, motor Mario juga tidak tertinggal jauh dari para pesaing terdepan. Artinya, defisit yang tersisa lebih ke soal detail — titik pengereman dan fase akselerasi keluar tikungan lambat — ketimbang kekurangan performa mesin secara keseluruhan.
Posisi Delapan dan Tiket Otomatis Q2
Angka delapan besar ini bukan sekadar statistik manis di papan waktu. Dalam format Moto2, 14 rider tercepat dari hasil kombinasi sesi practice berhak lolos langsung ke Q2 tanpa harus melewati drama Q1. Dengan posisi kedelapan yang ia pegang saat ini, Mario Aji berada di zona aman — dan itu mengubah seluruh pendekatan timnya menghadapi sisa akhir pekan.
Sang crew chief memberikan penilaian positif usai sesi. \"Progresnya jelas terlihat. Mario semakin memahami apa yang ia butuhkan dari motor, dan tim memberinya paket yang bisa ia serang dengan percaya diri,\" ujarnya di paddock. \"Tapi pekerjaan belum selesai. Kami masih punya margin untuk dipangkas sebelum kualifikasi.\"
Pekerjaan Rumah Menuju Kualifikasi
Meski hasilnya menggembirakan, ada area yang jelas menjadi fokus perbaikan. Titik pengereman menuju tikungan lambat seperti Stowe dan Vale masih menyisakan sepersekian detik yang hilang — area di mana para pemuncak timesheet unggul berkat keberanian mengerem lebih dalam sambil menjaga kestabilan motor. Jika Mario bisa memangkas defisit di dua titik itu saja, bukan tidak mungkin posisi lima besar berada dalam jangkauan.
Kondisi cuaca Inggris yang sulit ditebak juga akan menjadi variabel penentu. Silverstone bisa saja menyambut kualifikasi dengan suhu lintasan berbeda drastis, dan kemampuan beradaptasi cepat — seperti yang ditunjukkan Mario di sesi ini — akan kembali diuji.
Satu hal yang pasti: dengan 2:02,590 dan posisi delapan di kantongnya, Mario Aji sudah mengirim pesan tegas ke seluruh grid Moto2. Super Mario datang ke Silverstone bukan untuk sekadar berpartisipasi — ia datang untuk bertarung. Kualifikasi akan memberikan jawaban apakah kecepatan ini bisa berubah menjadi posisi start baris depan.
Comments (0)