Marc Marquez Tercepat di FP2 MotoGP Inggris, Silverstone Bergemuruh

Silverstone bergemuruh pada Jumat sore. Marc Marquez menutup sesi Latihan Bebas 2 (FP2) MotoGP Inggris dengan catatan waktu tercepat 1 menit 58,214 detik, memimpin timesheet hari kedua akhir pekan Gra...

Aug 10, 2026 - 00:41
0 0
Marc Marquez Tercepat di FP2 MotoGP Inggris, Silverstone Bergemuruh

Silverstone bergemuruh pada Jumat sore. Marc Marquez menutup sesi Latihan Bebas 2 (FP2) MotoGP Inggris dengan catatan waktu tercepat 1 menit 58,214 detik, memimpin timesheet hari kedua akhir pekan Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, 8 Agustus 2026. Pembalap Spanyol dari tim Ducati Lenovo itu mengungguli seluruh rivalnya pada menit-menit akhir lewat time attack yang presisi menggunakan ban belakang kompon lunak.

Sore itu kondisi lintasan nyaris sempurna — suhu udara 21 derajat Celcius, aspal 32 derajat, dan angin khas Silverstone relatif bersahabat. Marquez langsung turun sejak lampu hijau menyala, menyelesaikan 24 lap — salah satu yang terbanyak di grid — dan konsisten berada di kisaran 1:58 hingga 1:59 sepanjang simulasi race pace.

Silverstone sendiri adalah salah satu sirkuit tercepat di kalender — lintasan sepanjang 5,9 km dengan 18 tikungan, tempat aerodinamika dan keberanian sama pentingnya. Angin yang berhembus dari segala arah membuat setiap sesi di sini selalu menyimpan kejutan, dan Marquez tampak paling cepat beradaptasi dengan karakter liar lintasan ini.

Jalannya Sesi: Sabar di Awal, Menggigit di Akhir

Dua puluh menit pertama, Marquez terlihat fokus pada long run dengan ban medium. Ia sempat tertahan di posisi enam saat para rival bergantian memperbaiki waktu. Namun menit ke-38, pit box Ducati Lenovo mendadak sibuk — ban belakang soft dipasang, dan motor nomor 93 itu meluncur keluar untuk satu misi: menyerang.

Lap tercepatnya dibangun dengan sempurna. Sektor pertama dicatat ungu — tercepat absolut — berkat keberanian luar biasa di Tikungan Copse dan kombinasi Maggotts-Becketts yang ia lewati dengan kecepatan rata-rata di atas 240 km/jam. Sektor kedua menjadi waktu terbaik personal, sebelum ia menutup lap dengan melintasi garis finis 0,187 detik di depan rival terdekatnya.

Statistik di Balik Kecepatan Nomor 93

Angka-angka sesi ini berbicara keras. Kecepatan puncak Marquez menyentuh 339,4 km/jam di Hangar Straight — tercepat kedua di sesi ini. Dari 24 lap yang ia tempuh, 11 lap berada di bawah 1 menit 59 detik, menunjukkan konsistensi race pace yang menakutkan untuk hari balapan. Rata-rata lap long run-nya tercatat 1:58,8 — lebih cepat sekitar 0,3 detik dari rata-rata pembalap lain di lima besar.

Di belakangnya, persaingan sangat ketat. Posisi dua ditempati rekan setimnya dengan selisih tipis, sementara Pedro Acosta dan Jorge Martin membuntuti di empat besar dengan gap di bawah tiga persepuluh detik. Fabio Quartararo menjadi kejutan dengan menembus lima besar untuk Yamaha. Yang paling mencolok: sepuluh besar — batas lolos langsung ke Q2 — hanya dipisahkan 0,6 detik, menandakan kualifikasi Sabtu akan berjalan brutal.

Komentar dari Pinggir Lintasan

"Motor terasa jauh lebih nyaman dibanding pagi hari, terutama saat masuk tikungan cepat. Kami masih perlu memperbaiki stabilitas pengereman di Stowe, tapi arah pengembangan sudah benar," ujar Marquez usai sesi. Pihak garasi Ducati Lenovo menambahkan bahwa data telemetri menunjukkan progres signifikan pada engine braking dibanding sesi FP1, terutama di titik pengereman berat menuju Vale dan Brooklands.

Menuju Sabtu: Q2 dan Sprint Race Menanti

Dengan hasil ini, Marquez mengamankan satu tiket otomatis ke Q2 dan otomatis menjadi favorit utama pole position. Catatan 1:58,214 miliknya hanya berjarak sekitar empat persepuluh detik dari rekor lap Silverstone, dan kondisi Sabtu yang diprediksi lebih dingin justru bisa membantu ban bekerja lebih optimal sejak lap pertama.

Sprint race sore hari akan menjadi ujian sesungguhnya. Race pace Marquez memang konsisten, tetapi Silverstone terkenal kejam terhadap degradasi ban belakang — terutama di sektor cepat yang menggerus sisi kanan ban. Pemilihan kompon dan manajemen tekanan ban akan menentukan siapa yang bertahan hingga lap terakhir.

Satu hal yang pasti — sang juara dunia delapan kali itu datang ke Inggris bukan untuk sekadar tampil. Dengan kecepatan seperti ini, akhir pekan di Silverstone bisa menjadi panggung besar bagi nomor 93. Semua mata kini tertuju pada kualifikasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User