Oct 24, 2026
Olahraga

Mandalika 2026: Homestay Lombok Kebanjiran Booking Jelang MotoGP

LOMBOK — Sirkuit Mandalika kembali membuktikan magnetnya bagi perekonomian lokal. Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, permintaan kamar homestay di kawasan Lombok Tengah melonja...

Mandalika 2026: Homestay Lombok Kebanjiran Booking Jelang MotoGP

LOMBOK — Sirkuit Mandalika kembali membuktikan magnetnya bagi perekonomian lokal. Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, permintaan kamar homestay di kawasan Lombok Tengah melonjak drastis. Data dari asosiasi penginapan setempat mencatat kenaikan okupansi hingga 92 persen untuk periode H-7 sampai H+3 balapan, jauh melampaui rata-rata bulanan yang biasanya hanya berkisar 45 persen.

Lonjakan ini bukan tanpa alasan. MotoGP Mandalika selalu menyedot perhatian ratusan ribu penonton, baik dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini, kapasitas tribun sirkuit diproyeksikan mencapai 105.000 penonton per hari balapan. Dengan tambahan area festival di luar sirkuit, total kehadiran selama tiga hari bisa menembus angka 300.000 orang.

“Ini berkah besar. Homestay kami yang biasanya sepi di bulan Oktober, sekarang penuh sejak awal pemesanan dibuka,” ujar salah satu pengelola homestay di Kuta Mandalika, Sahrul, kepada awak media.

“Kami sampai kewalahan mengatur jadwal check-in. Tamu dari Eropa dan Australia sudah memesan sejak enam bulan lalu,” tambahnya.

Strategi Warga Manfaatkan Momentum

Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh homestay besar. Warga lokal yang menyulap rumah tinggal menjadi kamar sewa harian juga ikut merasakan dampaknya. Model akomodasi sharing economy seperti ini menjadi primadona karena harganya yang lebih terjangkau dibanding hotel berbintang.

Sebagai gambaran, tarif homestay standar di sekitar Mandalika yang biasanya dipatok Rp 250.000–Rp 400.000 per malam, kini melesat menjadi Rp 800.000–Rp 1.500.000 per malam selama periode balapan. Meski demikian, angka tersebut masih jauh lebih murah dibanding tarif hotel resmi yang bisa menembus Rp 3 juta per malam.

Pemerintah daerah pun turun tangan. Dinas Pariwisata Lombok Tengah mencatat ada penambahan sekitar 1.200 unit homestay baru yang terdaftar resmi dalam dua tahun terakhir. Sosialisasi mengenai standar kebersihan, keamanan, dan protokol kesehatan terus digalakkan agar wisatawan merasa nyaman.

“Kami ingin memastikan lonjakan ini tidak hanya menguntungkan segelintir pihak. Semua warga yang terlibat harus mendapat manfaat, sekaligus menjaga reputasi Lombok sebagai tuan rumah yang ramah,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah.

Efek Domino ke Sektor Lain

Dampak positif tidak berhenti pada sektor penginapan. Pelaku usaha kuliner, penyewaan kendaraan, hingga jasa pemandu wisata ikut kebanjiran order. Data dari komunitas ojek online setempat menunjukkan kenaikan permintaan antar-jemput bandara hingga 78 persen selama sepekan menjelang balapan.

UMKM yang menjual suvenir khas Lombok, seperti kain tenun dan mutiara, juga mencatat peningkatan penjualan signifikan. Sebuah toko tenun di Desa Sukarara melaporkan omzetnya naik 3,5 kali lipat dibanding bulan biasa.

“Ini efek berganda yang nyata. Satu event MotoGP menggerakkan seluruh roda ekonomi masyarakat,” kata seorang analis ekonomi pariwisata dari universitas lokal.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan kemacetan lalu lintas menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Pemerintah berjanji akan mempercepat perbaikan infrastruktur sebelum hari-H.

Proyeksi dan Harapan ke Depan

Dengan tren pemesanan yang terus naik, diperkirakan total perputaran uang selama gelaran MotoGP Mandalika 2026 akan menembus angka Rp 500 miliar, dengan sekitar 40 persen di antaranya mengalir ke sektor akomodasi lokal.

Asosiasi homestay berharap momentum ini bisa dijadikan pijakan untuk membangun pariwisata berkelanjutan. Mereka mendorong pelatihan manajemen bagi pengelola homestay, sehingga kualitas layanan tetap terjaga bahkan setelah balapan usai.

Bagi wisatawan yang belum memesan penginapan, disarankan segera melakukan booking dari sekarang. Pasalnya, sejumlah homestay dilaporkan sudah fully booked untuk tanggal-tanggal krusial. Fenomena ini menegaskan satu hal: MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balap, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat.

Dengan segala persiapan yang matang, Lombok siap menyambut dunia. Dan bagi warga lokal, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama di balik suksesnya perhelatan internasional tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User