Oct 13, 2026
Olahraga

Man City Hancurkan Liverpool 3-0 di Etihad, Maresca Jawab Kritik

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Etihad Stadium menjadi momen kunci yang membungkam kritik suporter tamu. Tiga gol tanpa balas, penguasaan bola 58 persen, dan 7 shots on target b...

Man City Hancurkan Liverpool 3-0 di Etihad, Maresca Jawab Kritik

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Etihad Stadium menjadi momen kunci yang membungkam kritik suporter tamu. Tiga gol tanpa balas, penguasaan bola 58 persen, dan 7 shots on target berbanding 3 milik Liverpool menggambarkan dominasi The Citizens sejak menit awal. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan jawaban tajam di tengah badai 114 dakwaan pelanggaran yang membayangi klub.

Babak Pertama: Pressing Tinggi City Lumpuhkan Lini Tengah Liverpool

Menit ke-12, Erling Haaland nyaris membuka skor lewat sundulan setelah umpan silang Phil Foden, namun bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Alisson Becker. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Enzo Maresca terbukti efektif meredam transisi cepat Liverpool. Duet gelandang bertahan City memotong alur bola ke Mohamed Salah, memaksa The Reds bermain melebar.

Menit ke-23, tekanan berbuah hasil. Foden melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti setelah menerima assist pendek Kevin De Bruyne. Bola melengkung masuk ke pojok kiri bawah, mencatatkan gol pembuka dengan xG 0,08 — sebuah penyelesaian di luar perhitungan statistik. Liverpool merespons lewat tembakan Darwin Núñez menit ke-31, tetapi kiper City melakukan penyelamatan refleks gemilang.

Menit ke-38, kartu kuning pertama diberikan kepada bek Liverpool setelah pelanggaran taktis menghentikan serangan balik. Hingga turun minum, penguasaan bola City 61 persen dengan 9 tembakan, sementara Liverpool hanya mencatat 5 percobaan dan 2 tepat sasaran. Statistik babak pertama ini menegaskan siapa yang mengendalikan ritme.

Babak Kedua: Haaland Ganda, Liverpool Kehilangan Arah

Menit ke-52, Haaland menggandakan keunggulan lewat penyelesaian dingin dari dalam kotak penalti. Umpan terobosan De Bruyne membelah garis pertahanan Liverpool, dan striker Norwegia itu menuntaskan dengan sepakan kaki kanan ke sisi jauh. Assist kelima De Bruyne di musim ini menjadi bukti visi permainannya belum pudar.

Menit ke-67, Liverpool mencoba mengubah taktik dengan masuknya pemain sayap tambahan. Namun, formasi 4-2-3-1 City berubah fleksibel menjadi 4-4-2 saat bertahan, menutup ruang di sepertiga akhir. Clean sheet mulai terlihat dalam genggaman. Menit ke-74, VAR memeriksa potensi offside pada gol ketiga, tetapi keputusan tetap sah.

Menit ke-81, Haaland menyelesaikan hat-trick lewat titik putih setelah pelanggaran di kotak terlarang. Tendangan penalti keras ke tengah gawang membuat Alisson tak berkutik. Ini menjadi hat-trick kelimanya di Premier League, mempertegas statusnya sebagai mesin gol paling produktif liga.

Menit ke-88, kartu merah langsung diberikan kepada bek Liverpool setelah pelanggaran keras di tengah lapangan. Bermain dengan 10 pemain, The Reds benar-benar kehilangan momentum. Hingga peluit panjang, shots on target City 7, Liverpool 3, dengan akurasi umpan City mencapai 89 persen.

Analisis Taktik dan Jawaban Maresca atas 114 Dakwaan

Enzo Maresca memilih fokus pada performa ketimbang terlibat polemik 114 dakwaan pelanggaran yang menghantui klub. Starting XI yang diturunkannya menunjukkan keberanian: menempatkan pemain muda di lini belakang dan mempertahankan De Bruyne sebagai kreator utama. Keputusan ini membuahkan hasil maksimal dengan tiga gol tanpa balas.

Secara taktik, City menekan tinggi sejak menit pertama, memaksa Liverpool membuang bola panjang. Garis pertahanan tinggi mereka berhasil menjebak offside lawan sebanyak empat kali. Di sisi lain, Liverpool tampak kehilangan kreativitas tanpa gelandang pivot yang mampu memecah blok pertahanan rapat.

"Kami tidak bicara soal dakwaan. Kami bicara soal kerja keras, disiplin, dan tiga gol. Para pemain layak mendapat kredit penuh," ujar Maresca dalam konferensi pers usai laga.

Kritik suporter Liverpool yang sempat mendominasi narasi sebelum laga sirna oleh bukti di lapangan. Kemenangan 3-0 ini menempatkan City kembali ke jalur kemenangan, sementara Liverpool harus mengevaluasi lini tengah yang kalah duel 42 persen. Dengan clean sheet dan hat-trick Haaland, pesan Maresca jelas: fokus pada bola, bukan pada berkas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User