Oct 12, 2026
Olahraga

Malen Dikartu Merah, Como Tahan Imbang Roma Tanpa Gol

Skor akhir 0-0. Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi pertempuran taktis yang sengit pada matchday keenam Liga Italia, ketika Como sukses menahan gempuran AS Roma tanpa gol, Minggu malam WIB. Hasi...

Malen Dikartu Merah, Como Tahan Imbang Roma Tanpa Gol

Skor akhir 0-0. Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi pertempuran taktis yang sengit pada matchday keenam Liga Italia, ketika Como sukses menahan gempuran AS Roma tanpa gol, Minggu malam WIB. Hasil ini terasa seperti kemenangan moral bagi tim tuan rumah yang harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-38 setelah Donyell Malen menerima kartu merah langsung dari wasit.

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit kick-off berbunyi. Como, yang tampil dengan formasi 4-3-3 di bawah asuhan pelatih mereka, berusaha menekan tinggi sejak awal. Roma yang mengandalkan skema 3-5-2 justru lebih banyak menguasai bola, dengan catatan penguasaan bola mencapai 62 persen sepanjang laga. Namun, dominasi penguasaan bola tidak berbanding lurus dengan peluang nyata. Sepanjang babak pertama, Roma hanya mencatatkan dua shots on target dari total delapan percobaan, sementara Como belum mengarahkan satu pun tembakan ke gawang.

Kartu Merah Malen Ubah Peta Pertandingan

Momen kunci terjadi di menit ke-38. Donyell Malen, penyerang yang dipinjam dari Aston Villa, terlibat kontak fisik dengan bek Roma saat memperebutkan bola di area tengah lapangan. Wasit yang dibantu VAR menilai pelanggaran tersebut masuk kategori serius dan langsung mengeluarkan kartu merah. Keputusan ini sontak mengubah dinamika pertandingan. Como harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 50 menit tersisa, memaksa mereka menarik satu penyerang ke lini tengah dan memperkuat blok pertahanan.

"Kartu merah itu jelas mengubah segalanya. Kami kehilangan daya gedor, tapi saya bangga dengan cara para pemain bertahan dan disiplin menjaga struktur," ujar pelatih Como dalam konferensi pers usai laga, dikutip dari pernyataannya kepada media. "Satu poin melawan tim sekaliber Roma dengan sepuluh pemain adalah hasil yang pantas kami syukuri."

Roma mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan intensitas serangan dari sektor sayap. Sayangnya, rapatnya lini belakang Como yang dipimpin bek tengah mereka mampu meredam setiap ancaman. Bekas pemain Roma yang kini memperkuat Como, Andrea Belotti, tampil sebagai target man tunggal dan beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Giallorossi dengan pergerakan tanpa bola.

Statistik: Dominasi Roma Tanpa Penyelesaian Akurat

Data statistik akhir pertandingan menunjukkan ketimpangan yang mencolok. Roma mencatatkan total 14 tembakan dengan hanya empat yang tepat sasaran, sementara Como hanya melepaskan tiga tembakan dan nol shots on target. Penguasaan bola Roma mencapai 62 persen berbanding 38 persen milik Como. Jumlah umpan Roma mencapai 548 umpan dengan akurasi 86 persen, sedangkan Como hanya mencatat 321 umpan dengan akurasi 78 persen.

Dari sisi disiplin, Como menerima satu kartu merah dan tiga kartu kuning, sementara Roma mengoleksi dua kartu kuning. Meski kalah jumlah pemain, Como justru tampil lebih efektif dalam bertahan. Bek kanan mereka mencatatkan enam tekel sukses dan empat intersep, angka tertinggi di laga ini. Kiper Como juga tampil gemilang dengan empat penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan refleks di menit ke-78 yang menggagalkan peluang emas Roma dari dalam kotak penalti.

Roma Gagal Manfaatkan Momentum, Como Petik Satu Poin Berharga

Bagi Roma, hasil ini menjadi pukulan telak dalam upaya menempel papan atas klasemen. Pelatih Roma terlihat frustrasi di pinggir lapangan, terutama ketika timnya gagal memaksimalkan sejumlah peluang dari situasi bola mati. "Kami kehilangan dua poin hari ini. Kami menguasai pertandingan, menciptakan peluang, tapi tidak cukup klinis di depan gawang. Ini masalah efisiensi yang harus segera kami perbaiki," tegas pelatih Roma dalam wawancara pascapertandingan.

Di kubu Como, satu poin ini menjadi tambahan berharga untuk menjauh dari zona degradasi. Bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari setengah pertandingan melawan tim yang bermain di kompetisi Eropa musim ini adalah pencapaian tersendiri. Clean sheet yang diraih juga menjadi bukti soliditas lini pertahanan mereka, meski harus kehilangan Malen yang kemungkinan akan absen pada laga-laga berikutnya akibat sanksi kartu merah.

Kompetisi Liga Italia musim ini semakin ketat. Hasil imbang ini membuat Roma tertahan di posisi papan tengah dengan koleksi poin yang belum ideal, sementara Como menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang mudah dikalahkan, bahkan ketika berada dalam tekanan. Pertanyaan besar kini menghantui Roma: apakah mereka mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan, atau justru semakin terpuruk di tengah jadwal padat yang menanti?

Liga Italia terus menyajikan drama. Dan malam di Sinigaglia ini membuktikan bahwa dalam sepak bola, jumlah pemain di lapangan tidak selalu menjadi jaminan kemenangan. Como bertahan dengan gigih, Roma menyerang tanpa hasil, dan skor akhir 0-0 menjadi cerminan sempurna dari pertarungan taktis yang berlangsung selama 90 menit lebih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User