Skor akhir 2-2 memaksa Arema FC dan Bhayangkara Presisi Lampung FC berbagi satu poin dalam laga pekan lanjutan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026). Hasil ini terasa pahit bagi tuan rumah yang tampil mendominasi sejak menit awal, namun gagal mengunci kemenangan di depan pendukungnya sendiri. Dua kali unggul, dua kali pula Singo Edan harus melihat lawannya menyamakan kedudukan, sebuah pola yang menunjukkan rapuhnya konsentrasi di lini belakang sepanjang 90 menit.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Arema FC memulai laga dengan formasi 4-3-3 agresif, menempatkan tiga penyerang untuk menekan garis pertahanan tinggi Bhayangkara. Pendekatan ini langsung membuahkan peluang. Menit ke-12, sepakan dari luar kotak penalti masih melebar tipis di sisi kanan gawang. Penguasaan bola Arema FC di 20 menit pertama menyentuh angka 61 persen, sementara Bhayangkara lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-23. Berawal dari umpan terobosan di sisi kiri, pemain Arema FC melepaskan tendangan mendatar yang tidak mampu dijangkau kiper Bhayangkara. Skor berubah 1-0. Selebrasi di tribun Kanjuruhan pun pecah, mengingatkan kembali atmosfer klasik kandang Singo Edan.
Namun keunggulan itu hanya bertahan 11 menit. Menit ke-34, Bhayangkara menyamakan kedudukan lewat skema bola mati. Tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Arema FC disundul di tiang jauh, bola menggetarkan jala gawang tanpa bisa diantisipasi. Skor kembali imbang 1-1. VAR sempat mengecek potensi offside pada proses tersebut, namun wasit memutuskan gol sah karena pemain penyundul berada satu langkah di belakang bek terakhir.
Hingga peluit panjang babak pertama berbunyi, Arema FC mencatatkan 6 shots on target dari total 11 percobaan, sementara Bhayangkara hanya melepaskan 3 tembakan dengan 2 di antaranya tepat sasaran. Statistik ini menegaskan dominasi tuan rumah, tetapi ketajaman penyelesaian akhir menjadi masalah nyata.
Babak Kedua dan Drama Dua Kali Unggul
Memasuki paruh kedua, pelatih Arema FC melakukan rotasi dengan memasukkan pemain sayap tambahan untuk memperlebar permainan. Perubahan ini berdampak cepat. Menit ke-58, umpan silang rendah dari sisi kanan diselesaikan dengan sepakan first time di depan gawang. Arema FC kembali memimpin 2-1, dan assist tercatat atas nama pemain pengganti yang baru masuk tiga menit sebelumnya.
Bhayangkara Presisi merespons dengan mengubah formasi menjadi 4-4-2, menarik satu gelandang bertahan untuk menambah daya gedor di lini depan. Tekanan demi tekanan mulai tercipta. Menit ke-71, sebuah serangan balik cepat hampir berbuah gol, tetapi tendangan penyerang Bhayangkara masih membentur mistar gawang. Arema FC selamat dari kebobolan ketiga kalinya.
Gol penyeimbang akhirnya datang pada menit ke-82. Berawal dari kesalahan passing di lini tengah Arema FC, Bhayangkara merebut bola dan melancarkan serangan tiga lawan dua. Penyelesaian akhir yang tenang membuat kedudukan berubah menjadi 2-2. Stadion Kanjuruhan mendadak senyap. Penguasaan bola Arema FC di 10 menit terakhir tetap tinggi di angka 58 persen, namun tanpa gol tambahan.
Menit ke-88, Arema FC nyaris mencetak gol kemenangan melalui sundulan dari sepak pojok. Sayangnya, kiper Bhayangkara tampil gemilang dengan penyelamatan refleks di garis gawang. Hingga menit ke-90+4, tidak ada lagi gol tercipta. Kartu kuning tercatat tiga kali dalam laga ini, dua untuk pemain Bhayangkara dan satu untuk pemain Arema FC.
Catatan Statistik dan Kutipan Pelatih
Secara keseluruhan, Arema FC menguasai 59 persen penguasaan bola dengan 14 total tembakan dan 7 shots on target. Bhayangkara Presisi Lampung FC mencatatkan 41 persen penguasaan bola, 8 tembakan, dan 4 shots on target. Jumlah sepak pojok juga berpihak pada tuan rumah dengan skor 8-3. Menariknya, Arema FC gagal mencetak clean sheet untuk kelima kalinya dalam enam pertandingan terakhir, sebuah catatan yang perlu segera dibenahi.
"Kami sudah bermain sesuai rencana, tetapi sepak bola memutuskan lewat gol, bukan statistik. Dua kali unggul dan tidak menang adalah kesalahan kami sendiri, terutama soal fokus di 15 menit terakhir," ujar pelatih Arema FC dalam sesi konferensi pers usai laga.
Dengan hasil ini, Arema FC menambah satu poin namun gagal memperbaiki posisi di papan klasemen. Bhayangkara Presisi Lampung FC pulang membawa modal berharga dari kandang salah satu tim besar, membuktikan efektivitas taktik bertahan lalu menyerang balik yang mereka terapkan sejak menit pertama. Pertanyaan besar kini menghantui kubu Singo Edan: akankah masalah konsentrasi di menit-menit krusial ini berlanjut, atau segera ditemukan solusinya sebelum jadwal padat berikutnya?
Comments (0)