Oct 12, 2026
Olahraga

Veda Ega Pratama Puncaki Poin Tuan Rumah di Moto3 Mandalika

Lampu hijau menyala di Sirkuit Mandalika, dan 22 lap kemudian Veda Ega Pratama melintasi garis finis di posisi keenam Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Hasil itu bukan sekadar angka di kla...

Veda Ega Pratama Puncaki Poin Tuan Rumah di Moto3 Mandalika

Lampu hijau menyala di Sirkuit Mandalika, dan 22 lap kemudian Veda Ega Pratama melintasi garis finis di posisi keenam Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Hasil itu bukan sekadar angka di klasemen — pembalap muda Indonesia tersebut menutup akhir pekan sebagai pembalap tuan rumah dengan perolehan poin tertinggi di kelas Moto3, sebuah capaian yang menegaskan posisinya di peta persaingan grand prix.

Balapan berlangsung dalam kondisi lintasan yang menuntut presisi tinggi. Suhu aspal Mandalika yang menyengat membuat manajemen ban menjadi faktor penentu, terutama pada sepuluh lap terakhir ketika grip mulai menurun di sektor ketiga. Veda, yang memulai balapan dari baris ketiga, langsung tancap gas dan mempertahankan posisi di grup pemburu podium sepanjang paruh awal lomba.

Manajemen Ban dan Konsistensi Lap

Formasi starting XI tidak berlaku di Moto3, tetapi susunan grid menjadi kunci. Veda mengawali balapan dari urutan kedelapan dan sempat turun ke posisi kesebelas setelah insiden kontak ringan di tikungan pertama. Alih-alih panik, ia memilih strategi sabar: menjaga ritme lap di kisaran waktu konstan sambil menghemat kompon ban belakang.

Statistik mencatat Veda menorehkan waktu lap terbaik 1 menit 38,4 detik pada lap ke-14, salah satu catatan tercepat di antara sepuluh pembalap terdepan. Penguasaan posisi di tikungan kelima dan ketujuh menjadi senjata utamanya, dengan tiga kali overtake bersih tanpa menyentuh pembalap lain. Pada lap ke-17, ia melepaskan tendangan menyalip di sisi dalam tikungan kesepuluh untuk merebut posisi keenam dari pembalap Spanyol, lalu bertahan hingga bendera finis.

Dari sisi konsistensi, selisih waktu Veda terhadap pemenang balapan hanya 2,7 detik, sebuah margin tipis yang menunjukkan ia mampu menempel kelompok terdepan. Pembalap yang finis di posisi kelima hanya unggul 0,4 detik darinya, menandakan duel perebutan posisi lima besar berlangsung ketat hingga lap terakhir.

Duel Ketat dan Insiden di Tikungan Pertama

Balapan tidak berjalan mulus bagi seluruh pembalap. Insiden kontak beruntun terjadi di tikungan pertama pada lap pembuka, memaksa race direction mengibarkan bendera kuning di sektor satu. Veda menjadi salah satu pembalap yang harus menghindari debris di lintasan, memilih jalur luar yang lebih lebar demi keamanan.

Momen krusial lainnya datang di lap ke-11, ketika pembalap Italia yang berada di depannya kehilangan traksi di tikungan ke-16 dan melebar ke area run-off. Veda sigap memanfaatkan celah, namun langsung dihadang pembalap Jepang yang melakukan late braking agresif. Duel tiga arah itu sempat memaksa Veda melebar, tetapi ia berhasil mempertahankan kendali motor dan kembali ke garis balap.

Pengawas balapan tidak menemukan pelanggaran batas lintasan yang signifikan pada pembalap Indonesia tersebut. Tidak ada penalti waktu maupun long lap penalty yang dijatuhkan kepadanya, sebuah bukti kedisiplinan dalam menjaga garis putih di sektor terakhir.

Catatan Poin dan Proyeksi Musim

Dengan finis di posisi keenam, Veda mengantongi 10 poin dari seri kandang. Jumlah itu menjadikannya pembalap tuan rumah dengan raihan poin tertinggi di kelas Moto3 pada gelaran Mandalika kali ini, melampaui pembalap Indonesia lainnya yang harus puas finis di luar zona poin.

Secara keseluruhan, ia mencatatkan lima kali masuk sepuluh besar dari delapan seri terakhir, dengan rata-rata posisi finis 7,4. Konsistensi ini menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat untuk bersaing di barisan depan pada seri-seri berikutnya, terutama di sirkuit dengan karakter tikungan cepat yang cocok dengan gaya balapnya.

"Kami bekerja keras sejak sesi latihan bebas pertama. Motor terasa kompetitif, dan poin ini penting untuk menjaga momentum musim," ujar Veda usai balapan.

Kepala timnya menambahkan bahwa fokus berikutnya adalah perbaikan pada sektor akselerasi keluar tikungan, area yang masih menjadi titik lemah dibanding pembalap terdepan.

Dengan tambahan sepuluh poin, posisi Veda di klasemen pembalap Moto3 2026 diproyeksikan naik ke urutan kesembilan. Jarak ke pembalap peringkat kelima kini terpangkas menjadi 18 poin, membuka peluang realistis untuk menembus lima besar sebelum musim berakhir. Jika tren konsistensi ini berlanjut, bukan tidak mungkin podium pertama di kelas Moto3 tinggal menunggu waktu — dan Mandalika telah membuktikan bahwa pembalap tuan rumah mampu bersaing di level teratas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User