Panggung semifinal Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang tak hanya terjadi di atas lapangan. Gelandang Argentina, Giovani Lo Celso, menjadi sorotan setelah laga kontra Inggris berakhir. Pemain berusia 30 tahun itu tertangkap kamera sedang menunjukkan sebuah spanduk bernuansa politik saat merayakan kemenangan timnya. Momen tersebut terekam jelas oleh lensa fotografer AFP, Thomas Coex, dan langsung menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial.
Laga semifinal itu sendiri berjalan dengan intensitas tinggi. Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen, sementara Inggris harus puas dengan 42 persen. Albiceleste melepaskan total 17 tembakan, dengan 7 di antaranya tepat sasaran. Adapun The Three Lions mencatatkan 9 shots dan hanya 3 on target. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Argentina terbukti efektif menekan lini tengah Inggris yang menggunakan skema 4-2-3-1.
Jalannya Pertandingan: Menit ke Menit
Sejak peluit kick-off, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Menit ke-12, Lo Celso nyaris membuka skor melalui tendangan jarak jauh yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Inggris. Duel di lini tengah berlangsung sengit. Wasit mencatat 3 kartu kuning di babak pertama, dua untuk pemain Inggris dan satu untuk bek Argentina.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-34. Umpan terobosan Lo Celso dari lini tengah diteruskan oleh penyerang sayap kanan, yang kemudian melepaskan sepakan kaki kiri ke sudut bawah gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-67, mereka menyamakan kedudukan melalui sundulan bek tengah usai memanfaatkan sepak pojok. Skor 1-1 membuat laga semakin terbuka.
Momen krusial terjadi pada menit ke-81. Wasit sempat meniup peluit karena dugaan offside, namun setelah pengecekan VAR, gol kedua Argentina dinyatakan sah. Lo Celso kembali terlibat, kali ini dengan assist cantiknya yang membelah pertahanan Inggris. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina. Ini menjadi clean sheet yang gagal diraih, tetapi kemenangan tetap milik Albiceleste.
Peran Lo Celso dan Statistik Individu
Sepanjang pertandingan, Lo Celso mencatatkan 89 sentuhan bola, akurasi umpan 91 persen, serta 1 assist. Ia juga melakukan 4 tekel sukses dan 2 intersep di lini tengah. Starting XI Argentina menempatkan Lo Celso sebagai gelandang tengah di samping dua rekannya, memberi kebebasan untuk mengatur tempo serangan. Perannya sebagai playmaker membuat alur bola Argentina jauh lebih hidup dibanding Inggris yang terkesan bermain aman.
"Lo Celso adalah jantung permainan kami. Ia tidak hanya mengatur ritme, tetapi juga punya visi luar biasa dalam menciptakan peluang. Apa yang ia tunjukkan setelah pertandingan adalah ekspresi dirinya sebagai manusia, bukan sekadar pemain," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke partai final Piala Dunia 2026. Namun sorotan publik justru terbagi antara euforia kemenangan dan aksi Lo Celso di luar lapangan. Spanduk bernuansa politik yang ia pamerkan memicu beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga kritik. Federasi Sepak Bola Argentina belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Jalan Menuju Final dan Sorotan Kontroversi
Dari sisi statistik tim, Argentina mencatatkan keunggulan dalam expected goals (xG) dengan angka 1,87 berbanding 1,12 milik Inggris. Mereka juga lebih agresif dalam duel udara, memenangkan 14 dari 21 perebutan bola atas. Kiper Argentina mencatatkan 2 penyelamatan penting, salah satunya di menit injury time yang menggagalkan peluang emas Harry Kane untuk menyamakan kedudukan.
Bagi Lo Celso, ini bukan pertama kalinya ia menjadi pusat perhatian. Sebelumnya, ia juga sempat menjadi sorotan karena performa konsisten di level klub. Namun momen di semifinal Piala Dunia ini akan dikenang sebagai titik di mana bintang lapangan dan konteks sosial bertemu. Piala Dunia selalu lebih dari sekadar sepak bola, dan apa yang dilakukan Lo Celso mengingatkan publik bahwa para pemain juga membawa identitas dan pandangan pribadi mereka ke atas panggung terbesar dunia.
Argentina kini menunggu lawan di partai puncak. Sementara itu, Inggris harus mengakhiri perjalanan mereka di semifinal. Bagi Lo Celso, pertanyaan yang tersisa adalah apakah aksi politiknya akan menjadi bagian dari narasi final, atau justru tenggelam oleh gemuruh suporter yang menantikan trofi keenam bagi Argentina.
Comments (0)