Lamine Yamal Pimpin Spanyol Hantam Arab Saudi di Atlanta

Skor akhir 4-0 menjadi milik Spanyol dalam lanjutan Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB. Lamine Yamal tampil sebagai bintang utama dengan satu gol dan dua assis...

Oct 09, 2026 - 18:47
0 0
Lamine Yamal Pimpin Spanyol Hantam Arab Saudi di Atlanta

Skor akhir 4-0 menjadi milik Spanyol dalam lanjutan Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB. Lamine Yamal tampil sebagai bintang utama dengan satu gol dan dua assist, membawa La Roja menguasai pertandingan sejak menit awal dengan penguasaan bola mencapai 68 persen berbanding 32 persen milik Arab Saudi.

Sejak kick-off, formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Luis de la Fuente langsung menekan lini pertahanan Arab Saudi. Menit ke-8, Yamal sudah melepaskan tembakan pertama yang masih melebar tipis di sisi kiri gawang. Tekanan berbuah hasil pada menit ke-23, ketika winger berusia 18 tahun itu melepaskan tendangan kaki kiri dari sudut sempit setelah menerima umpan terobosan Pedri. Bola menghujam sudut jauh tanpa mampu dijangkau kiper Arab Saudi, Mohammed Al-Owais. Shots on target Spanyol tercatat enam sepanjang babak pertama, sementara Arab Saudi nol.

Dominasi Lini Tengah dan Peran Ganda Yamal

Keunggulan Spanyol tidak lepas dari peran Rodri dan Fabian Ruiz di lini tengah yang memenangkan 78 persen duel di area tengah lapangan. Yamal bebas bergerak dari sisi kanan ke tengah, menciptakan ruang bagi Nico Williams di sisi berlawanan. Pada menit ke-34, giliran Nico Williams mencetak gol kedua setelah menerima assist terukur dari Yamal, memanfaatkan celah antara bek tengah dan bek sayap Arab Saudi. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, dengan total 11 tembakan Spanyol berbanding dua milik lawan.

Arab Saudi yang diasuh Herve Renard mencoba mengubah pendekatan pada babak kedua dengan menarik keluar satu gelandang bertahan dan memasukkan penyerang tambahan. Formasi 4-2-3-1 mereka berubah menjadi 4-3-3, tetapi justru membuka ruang bagi transisi cepat Spanyol. Menit ke-58, Yamal kembali menjadi kreator lewat umpan silang rendah yang diselesaikan Alvaro Morata dari jarak dekat. Assist kedua Yamal di laga ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pemain dengan kontribusi gol terbanyak di Grup H sejauh ini, dengan torehan tiga gol dan tiga assist dalam dua pertandingan.

Perubahan Taktik Arab Saudi dan Ketajaman Lini Depan Spanyol

Memasuki menit ke-70, De la Fuente melakukan rotasi dengan menarik Pedri dan memasukkan Mikel Merino untuk menjaga intensitas pressing. Keputusan itu terbukti tepat. Menit ke-77, Morata mencetak gol keduanya malam itu setelah memanfaatkan kesalahan antisipasi bek Arab Saudi. Clean sheet hampir tercipta, namun Unai Simon harus melakukan dua penyelamatan penting pada menit ke-81 dan ke-88 untuk menjaga gawangnya tetap nol. VAR sempat meninjau potensi handsball di area terlarang Spanyol pada menit ke-85, tetapi wasit memastikan tidak ada pelanggaran setelah melihat tayangan ulang.

Statistik akhir menunjukkan dominasi total Spanyol: penguasaan bola 68 persen, 18 tembakan dengan delapan on target, serta 10 peluang emas tercipta. Arab Saudi hanya mencatat empat tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang, dengan tiga kartu kuning dikantongi akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik. Yamal sendiri mencatatkan 92 persen akurasi umpan, empat dribel sukses dari lima percobaan, dan tiga peluang diciptakan sepanjang 90 menit.

Implikasi Klasemen dan Peluang Lolos Fase Knockout

Kemenangan ini membuat Spanyol mengoleksi enam poin dari dua laga, memuncaki Grup H dengan selisih gol plus enam. Arab Saudi tertahan tanpa poin dan berada di dasar klasemen, sehingga laga terakhir melawan tim peringkat ketiga grup menjadi penentu nasib mereka. Yamal yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan mengaku senang dengan performa tim, namun menegaskan fokusnya belum berakhir.

"Kami bermain sebagai satu kesatuan. Gol dan assist itu hasil kerja keras seluruh tim. Kami belum lolos secara matematis, jadi fokus kami hanya pertandingan berikutnya," ujar Yamal usai laga.

Sementara itu, De la Fuente memuji perkembangan pesat pemain mudanya. Menurutnya, Yamal kini bukan hanya penyerang sayap, melainkan playmaker tambahan yang mampu membongkar pertahanan rapat. Dengan rata-rata 2,5 peluang tercipta per pertandingan dan akurasi tembakan 57 persen, Yamal menjelma ancaman nyata bagi setiap lawan di turnamen ini. Jika konsisten, predikat pemain terbaik Piala Dunia 2026 bukan hal mustahil untuk diwujudkan oleh remaja yang baru berusia 18 tahun tersebut. Spanyol akan menghadapi laga penentuan dengan modal kepercayaan diri tinggi, sementara Yamal terus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi tulang punggung generasi baru La Roja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User