Oct 21, 2026
Olahraga

Kunjungan Media ke Aviation Fuel Terminal Bandara Lombok

LOMBOK, Beritainti — Langit cerah menyambut rombongan awak media di kawasan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (8/10/2026). Namun sorotan kali ini bukan pada lalu lintas p...

Kunjungan Media ke Aviation Fuel Terminal Bandara Lombok

LOMBOK, Beritainti — Langit cerah menyambut rombongan awak media di kawasan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (8/10/2026). Namun sorotan kali ini bukan pada lalu lintas pesawat yang keluar-masuk landasan, melainkan pada jantung logistik penerbangan: Aviation Fuel Terminal. Fasilitas vital ini menjadi nyawa bagi setiap penerbangan yang mendarat dan lepas landas dari salah satu gerbang udara utama Indonesia timur itu.

Mengintip Jantung Logistik Penerbangan di Gerbang Timur Indonesia

Setibanya di lokasi, tim media diterima oleh petugas terminal yang langsung mengarahkan rombongan menuju area tangki penyimpanan bahan bakar avtur. Suasana kawasan terlihat tertata rapi, dengan pipa-pipa besi berbalut pelindung menyalurkan avtur dari tangki utama menuju titik pengisian bahan bakar pesawat atau hydrant dispenser. Setiap sudut fasilitas dijaga protokol keamanan berlapis, mulai dari sistem pemadam kebakaran otomatis hingga zona terbatas yang hanya boleh dimasuki personel bersertifikat.

Manajer terminal dalam sesi pemaparan menjelaskan bahwa fasilitas ini memiliki kapasitas penyimpanan yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan avtur harian, baik untuk penerbangan domestik maupun rute internasional. "Kami memastikan pasokan avtur tidak pernah kosong selama 24 jam operasional. Pengawasan dilakukan secara berjenjang, mulai dari penerimaan pasokan, pengujian kualitas, hingga distribusi ke apron pesawat," ujarnya di hadapan awak media.

Alur Distribusi Avtur dan Standar Keselamatan Berlapis

Dalam penelusuran fasilitas, terlihat bagaimana avtur dialirkan melalui jaringan pipa bawah tanah menuju hidran di apron. Proses pengisian bahan bakar ke pesawat dilakukan menggunakan truk tangki khusus yang dilengkapi alat ukur digital. Setiap liter avtur yang dipindahkan tercatat secara otomatis dan terintegrasi dengan sistem monitoring pusat. Petugas lapangan menyebut, rata-rata waktu pengisian untuk pesawat berbadan sempit berkisar 20 hingga 30 menit, sementara pesawat berbadan lebar bisa memakan waktu lebih lama sesuai kebutuhan bahan bakar.

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Terminal ini menerapkan standar internasional Joint Inspection Group (JIG), termasuk pengujian kualitas avtur secara berkala. Sampel bahan bakar diambil setiap hari untuk memastikan bebas dari kontaminasi air maupun partikel. Alat pendeteksi kebakaran, foam monitor, dan grounding system menjadi perlengkapan wajib yang tidak boleh absen. "Satu tetes air saja di dalam avtur bisa berakibat fatal bagi mesin pesawat. Karena itu, filtering dilakukan berlapis sebelum avtur masuk ke tangki pesawat," jelas operator teknis yang mendampingi kunjungan.

Menopang Konektivitas dan Pertumbuhan Penerbangan NTB

Keberadaan Aviation Fuel Terminal ini tidak bisa dipisahkan dari peran Bandara Internasional Lombok sebagai pintu masuk wisatawan ke kawasan Mandalika dan destinasi unggulan NTB lainnya. Lonjakan arus penumpang pada musim liburan dan event internasional menuntut ketersediaan bahan bakar yang konsisten. Berdasarkan data operasional, konsumsi avtur harian di bandara ini mengalami fluktuasi mengikuti jadwal penerbangan, dengan puncak pada periode libur panjang dan penyelenggaraan ajang balap dunia.

Petugas menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas bandara untuk memetakan kebutuhan bahan bakar, termasuk mengantisipasi penerbangan tambahan atau charter. Kapasitas penyimpanan dan armada truk tangki disiagakan agar tidak terjadi penundaan pengisian yang bisa berdampak pada ketepatan waktu penerbangan. "Kami ingin memastikan tidak ada keterlambatan yang disebabkan oleh faktor bahan bakar. Semua sudah terencana jauh hari," tegasnya.

Penutup: Fasilitas Tak Terlihat yang Menentukan Ketepatan Waktu

Kunjungan ini membuka mata bahwa di balik kelancaran jadwal penerbangan, ada fasilitas yang jarang disorot publik namun memegang peran krusial. Aviation Fuel Terminal Bandara Internasional Lombok bukan sekadar tangki penyimpanan, melainkan sistem logistik terintegrasi yang menjaga nyala mesin setiap pesawat. Dengan standar keselamatan ketat dan pemantauan berkelanjutan, fasilitas ini menjadi penopang senyap bagi konektivitas udara di Indonesia timur.

Bagi awak media yang hadir, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa industri penerbangan tidak hanya soal pilot, pramugari, dan pesawat. Ada rantai panjang pekerjaan teknis yang berjalan setiap detik demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. Terminal avtur di Lombok adalah salah satu simpul penting dalam rantai tersebut, memastikan setiap penerbangan mengudara dengan aman, tepat waktu, dan bertenaga penuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User