Korsel U-23 Juara Asian Games, Tekuk Jepang di Kandang

Skor akhir 2-1 menjadi milik Korea Selatan U-23. Di Stadion Toyota, Jepang, Sabtu malam 3 Oktober 2026, Taeguk Warriors muda memaksa tuan rumah menelan pil pahit di partai puncak sepak bola putra Asia...

Oct 08, 2026 - 07:03
0 0
Korsel U-23 Juara Asian Games, Tekuk Jepang di Kandang

Skor akhir 2-1 menjadi milik Korea Selatan U-23. Di Stadion Toyota, Jepang, Sabtu malam 3 Oktober 2026, Taeguk Warriors muda memaksa tuan rumah menelan pil pahit di partai puncak sepak bola putra Asian Games. Duel berjalan panas sejak menit pertama, dan drama justru datang di penghujung laga ketika gol penentu tercipta pada menit ke-87 lewat skema bola mati yang dieksekusi dengan dingin.

Babak Pertama: Jepang Dominan, Korsel Efisien

Pelatih Korea Selatan menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan dua gelandang bertahan yang bertugas memutus aliran bola dari lini tengah Jepang. Starting XI mereka menempatkan satu penyerang tunggal di depan, disokong tiga pemain kreatif yang siap menusuk lewat transisi cepat. Jepang menjawab dengan 4-3-3 agresif, mengandalkan penguasaan bola tinggi dan umpan-umpan pendek di sepertiga akhir lapangan.

Menit ke-23, Jepang melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas mistar. Statistik sementara mencatat penguasaan bola 61 persen untuk tuan rumah, namun shots on target mereka baru dua. Korea Selatan justru lebih tajam: dari tiga peluang, dua mengarah tepat ke gawang. Menit ke-31, sepakan kaki kiri dari sisi kanan pertahanan Jepang nyaris membuka keunggulan, tetapi kiper tuan rumah masih sigap menepis bola ke luar lapangan.

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-38. Serangan balik cepat Korea Selatan berbuah manis: umpan terobosan dari gelandang tengah diselesaikan dengan sepakan mendatar ke sudut kanan bawah gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Wasit hanya mengeluarkan satu kartu kuning di babak pertama, itu pun untuk pelanggaran taktis di lini tengah.

Babak Kedua: Jepang Bangkit, VAR Ambil Peran

Memasuki babak kedua, Jepang menaikkan garis pertahanan dan mengganti satu penyerang untuk menambah daya gedor. Tekanan demi tekanan datang. Menit ke-58, sundulan bek Jepang menyambut tendangan sudut masih menyamping tipis. Tiga menit berselang, VAR memeriksa potensi offside pada proses gol penyama kedudukan, dan keputusan tetap sah: skor 1-1 pada menit ke-61. Stadion meledak, tuan rumah kembali hidup.

Sejak itu, penguasaan bola Jepang melonjak ke 64 persen dengan total 14 percobaan tendangan, tapi hanya lima yang mengarah ke gawang. Korea Selatan memilih bermain sabar, menunggu momen lewat serangan balik. Menit ke-74, pelatih Korea Selatan menarik satu penyerang dan memasukkan gelandang pekerja keras untuk memperkuat lini tengah. Perubahan itu terbukti efektif menahan gelombang serangan Jepang yang kian intens.

Di menit ke-83, Jepang kembali menciptakan peluang emas lewat skema satu-dua di dalam kotak penalti, tetapi penyelesaian akhirnya terlalu lemah sehingga kiper Korea Selatan dengan mudah mengamankan bola. Dua menit berselang, sebuah pelanggaran di tepi kotak penalti memberi Korea Selatan tendangan bebas menjanjikan. Bola dilesatkan melewati pagar betis dan bersarang di jaring gawang: 2-1 untuk Korea Selatan pada menit ke-87. Jepang tersentak, sisa waktu mereka habiskan dengan umpan-umpan panjang yang selalu kandas di kepala bek Korea Selatan.

Statistik Kunci dan Catatan Pertandingan

Penguasaan bola berakhir 62 persen untuk Jepang berbanding 38 persen milik Korea Selatan. Jepang melepaskan 17 tendangan dengan 6 shots on target, sementara Korea Selatan hanya 8 tendangan namun 5 di antaranya tepat sasaran; efisiensi jadi pembeda. Dari sisi disiplin, wasit mencatat empat kartu kuning bagi Jepang dan dua untuk Korea Selatan, tanpa kartu merah. Kiper Korea Selatan menutup laga dengan lima penyelamatan penting dan nyaris mengukir clean sheet andai gol menit ke-61 tidak terjadi.

Reaksi dan Makna Kemenangan

Seusai laga, pelatih Korea Selatan menyebut kemenangan ini buah dari kerja taktis yang disiplin.

"Kami tahu Jepang akan menguasai bola, jadi kami menyiapkan dua rencana: bertahan rapat dan menyerang cepat. Para pemain menjalankannya dengan sempurna, terutama di 15 menit terakhir,"
ujarnya dalam konferensi pers.

Kemenangan ini memastikan Korea Selatan U-23 membawa pulang medali emas dari tanah Jepang, sekaligus menegaskan kualitas pembinaan usia muda mereka di pentas Asia. Bagi Jepang, dominasi penguasaan bola tanpa penyelesaian tajam menjadi catatan evaluasi panjang. Pertandingan ini akan dikenang sebagai contoh klasik bagaimana efektivitas di kotak penalti mengalahkan superioritas statistik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User