Komisi XI DPR Perketat Pengawasan Kinerja Menteri Keuangan Baru

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap kepemimpinan baru di Kementerian

Sep 17, 2026 - 14:35
0 0
Komisi XI DPR Perketat Pengawasan Kinerja Menteri Keuangan Baru

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan. Langkah pengawasan parlemen ini dirancang guna memastikan bauran kebijakan fiskal tetap solid, terukur, serta mampu merespons berbagai dinamika makroekonomi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan bahwa pergantian maupun perombakan pucuk pimpinan di bendahara negara menuntut adaptasi cepat terhadap target-target penerimaan dan belanja negara yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Komisi XI DPR RI akan terus memantau kinerja Menteri Keuangan baru secara intensif agar seluruh program strategis nasional dapat berjalan optimal demi mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat," ujar Mukhamad Misbakhun.

Agenda Prioritas dan Garis Waktu Pengawasan Parlemen

Pengawasan yang dijalankan lembaga legislatif tidak hanya bersifat administratif, melainkan mencakup evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas belanja fiskal dan mitigasi risiko ekonomi global. Komisi XI telah merumuskan sejumlah tahapan evaluasi berkala:

  1. Evaluasi Kuartalan Realisasi Penerimaan Negara: Memantau kinerja Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam merealisasikan target penerimaan perpajakan tanpa menekan daya beli masyarakat.
  2. Audit Kualitas dan Efisiensi Belanja: Memastikan penyerapan anggaran kementerian dan lembaga terbebas dari inefisiensi, kebocoran alokasi, serta tepat sasaran ke sektor-sektor produktif.
  3. Mitigasi Manajemen Utang dan Pembiayaan: Mengawasi rasio utang pemerintah dan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) agar beban imbal hasil (yield) tetap berkelanjutan di tengah fluktuasi suku bunga global.

Tantangan Struktural Sektor Fiskal Menkeu Baru

Kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan dihadapkan pada lanskap makroekonomi yang kompleks. Tekanan geopolitik global, volatilitas harga komoditas ekspor, dan ketidakpastian arus modal asing menuntut perumusan kebijakan fiskal yang fleksibel namun tetap disiplin menjaga defisit anggaran di bawah batas aman 3 persen dari PDB.

Di level domestik, Menkeu anyar juga dituntut merealisasikan reformasi perpajakan yang berkeadilan, memperluas basis pajak digital, dan mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor sumber daya alam. Di saat yang sama, belanja perlindungan sosial (perlinsos) harus tetap kokoh menjadi bantalan pengaman bagi kelompok rentan.

Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan dan Lapangan Kerja

Secara analitis, sinergi antara otoritas fiskal dan legislatif memegang peran krusial dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kebijakan insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance perlu dievaluasi berkala agar berbanding lurus dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas serta transfer teknologi di sektor manufaktur.

Komisi XI DPR RI menegaskan bahwa fungsi checks and balances akan terus dijalankan secara konstruktif demi menjaga kredibilitas APBN sebagai instrumen utama peredam kejut (shock absorber) ekonomi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User