Oct 14, 2026
Nasional

Smart #2 Debut Global di Paris, Harga Mulai Rp357 Juta

Panggung Paris Motor Show 2024 menjadi saksi momen bersejarah bagi Smart Automobile. Produsen mobil listrik asal Tiongkok-Jerman itu resmi meluncurkan Smar

Smart #2 Debut Global di Paris, Harga Mulai Rp357 Juta

Panggung Paris Motor Show 2024 menjadi saksi momen bersejarah bagi Smart Automobile. Produsen mobil listrik asal Tiongkok-Jerman itu resmi meluncurkan Smart #2 secara global, sebuah model yang diposisikan sebagai kendaraan listrik kompak premium dengan harga terjangkau. Langkah ini menandai strategi baru Smart untuk memperluas jangkauan pasar di segmen urban electric vehicle (EV) yang semakin kompetitif.

Peluncuran Smart #2 di Paris bukan sekadar ajang pamer produk. Smart membuka masa early order dengan harga awal mulai dari 19.990 EUR atau setara Rp357,4 juta (kurs Rp17.880). Angka ini menjadikan Smart #2 sebagai salah satu EV kompak paling agresif dari sisi harga di pasar Eropa, menempatkannya berhadapan langsung dengan pesaing seperti BYD Dolphin, MG4, dan Citroen e-C3.

Strategi Harga Agresif di Tengah Perang Tarif EV Eropa

Keputusan Smart mematok harga di bawah 20.000 EUR patut dicermati. Uni Eropa baru saja menerapkan tarif tambahan bagi EV impor dari Tiongkok, yang seharusnya menekan margin produsen. Namun Smart, melalui kemitraan Mercedes-Benz dan Geely, tampaknya memilih strategi penetrasi pasar ketimbang memaksimalkan margin jangka pendek.

"Harga ini adalah pernyataan politik sekaligus strategi bisnis. Smart ingin membuktikan bahwa EV premium tidak harus mahal, dan mereka siap menanggung beban tarif demi merebut pangsa pasar," ujar seorang analis otomotif Eropa dalam sesi wawancara di sela peluncuran.

Jika dibandingkan dengan pesaing utama di segmen yang sama, posisi Smart #2 cukup menantang:

ModelHarga Awal (EUR)Setara Rupiah
Smart #219.990Rp357,4 juta
BYD Dolphin24.990Rp446,8 juta
MG4 Electric28.990Rp518,3 juta
Citroen e-C323.300Rp416,6 juta

Selisih harga yang signifikan memberi Smart #2 keunggulan kompetitif, terutama bagi konsumen perkotaan yang mencari kendaraan listrik kedua atau mobil utama untuk mobilitas harian.

Desain dan Positioning: Kembali ke Akar Urban Compact

Smart #2 membawa DNA desain Smart generasi awal—mungil, lincah, dan berorientasi pada efisiensi ruang. Berbeda dari Smart #1 dan #3 yang lebih besar, model ini kembali ke filosofi city car dengan dimensi kompak dan radius putar minimal. Platform yang digunakan dikembangkan bersama Geely, memastikan efisiensi biaya produksi tanpa mengorbankan fitur keselamatan dan konektivitas.

Meski spesifikasi teknis lengkap belum diumumkan secara rinci, Smart mengonfirmasi bahwa #2 akan hadir dengan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang lebih ekonomis dan tahan lama, serta mendukung pengisian cepat DC. Jarak tempuh diklaim cukup untuk kebutuhan harian perkotaan, dengan opsi varian yang akan diumumkan menjelang pengiriman perdana.

Dampak bagi Pasar EV Global dan Indonesia

Peluncuran Smart #2 di Paris Motor Show mengirim sinyal jelas: perang harga EV global semakin panas. Produsen Eropa seperti Volkswagen dan Stellantis dipaksa mempercepat pengembangan platform EV murah mereka sendiri, sementara merek Tiongkok terus menekan dari bawah. Bagi konsumen, ini kabar baik—tetapi bagi produsen yang lambat beradaptasi, ini ancaman eksistensial.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Smart belum memiliki kehadiran resmi di pasar domestik. Namun jika harga global Smart #2 berkisar Rp357 juta, potensi masuknya model ini ke Indonesia—baik melalui importir umum maupun distributor resmi—bisa mengguncang segmen EV kompak yang saat ini diisi Wuling Binguo EV, BYD Dolphin, dan Chery Omoda E5. Dengan insentif PPN DTP EV yang berlaku, harga jual di Indonesia berpotensi lebih kompetitif lagi.

Yang jelas, debut Smart #2 di Paris menandai babak baru dalam demokratisasi kendaraan listrik. Jika strategi harga ini berhasil, tekanan bagi pemain lama untuk menurunkan harga akan semakin besar. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah EV akan terjangkau, tetapi seberapa cepat harga mereka turun ke level yang bisa dijangkau konsumen massal.

---ARTICLE

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User