Kiandra Ramadhipa Tunjukkan Potensi di Seri Jerez Moto3 Junior
Jerez, Spanyol — Sirkuit Jerez-Ángel Nieto kembali menjadi saksi munculnya talenta muda menjanjikan asal Indonesia. Minggu (5/7/2026), pembalap binaan PT Astra Honda Motor, M. Kiandra Ramadhipa, su...
Jerez, Spanyol — Sirkuit Jerez-Ángel Nieto kembali menjadi saksi munculnya talenta muda menjanjikan asal Indonesia. Minggu (5/7/2026), pembalap binaan PT Astra Honda Motor, M. Kiandra Ramadhipa, sukses mencatatkan penampilan solid dan kompetitif sepanjang balapan seri pamungkas Moto3 Junior World Championship. Meskipun persaingan di kelas ringan JuniorGP terkenal sangat ketat, Ramadhipa mampu menjaga ritme dan menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan seri-seri sebelumnya.
Balapan yang berlangsung dalam 18 lap ini menyajikan duel intens antarpara pembalap muda dari berbagai negara. Ramadhipa, yang memulai start dari grid tengah, langsung tancap gas sejak lampu hijau menyala. Dalam tiga lap pertama, ia sudah berhasil naik beberapa posisi berkat manuver berani di tikungan-tikungan cepat sektor pertama. Tercatat, ia sempat bersaing ketat dalam grup perebutan posisi enam besar hingga lap-lap akhir.
Performa Lintasan yang Meyakinkan
Mengendarai motor Honda NSF250RW, pembalap bernomor 44 itu mendemonstrasikan penguasaan teknik pengereman yang matang, terutama saat memasuki tikungan tajam Dry Sack dan Jorge Lorenzo. Sepanjang sesi balapan, Ramadhipa secara konsisten menorehkan waktu lap di kisaran 1 menit 47 detik, hanya terpaut beberapa persepuluh detik dari para pemimpin balapan. Data telemetri yang dirilis tim menunjukkan bahwa sektor ketiga menjadi area terkuatnya, di mana ia kerap mencatat kecepatan puncak hingga 215 km/jam sebelum memasuki tikungan terakhir.
Dari sisi statistik penguasaan balapan, Ramadhipa tidak hanya sekadar bertahan. Ia terlibat dalam aksi saling salip dengan pembalap asal Spanyol dan Italia yang dikenal dominan di lintasan ini. Pada lap ke-7, misalnya, sebuah momen krusial terjadi ketika ia melakukan overtake brilian di tikungan Sito Pons, memanfaatkan slipstream untuk melewati dua pembalap sekaligus. Sayangnya, insiden kecil yang melibatkan kontak ringan di lap ke-14 sempat membuatnya kehilangan dua posisi, namun dengan sigap ia kembali merebutnya satu lap kemudian.
Perjalanan dari Sesi Latihan Hingga Balapan
Kerja keras tim Astra Honda Racing Team (AHRT) bersama Ramadhipa sudah terlihat sejak sesi latihan bebas dan kualifikasi hari Sabtu. Pembalap asal Kota Semarang ini menunjukkan progres set-up yang tajam. Jika pada sesi latihan pertama ia masih kesulitan mengimbangi grip ban belakang di tikungan cepat, pada sesi kualifikasi ia mampu mencatat waktu terbaik pribadi yang membawanya start di posisi strategis. Keputusan mengganti kompon ban dan penyesuaian suspensi depan terbukti memberikan peningkatan stabilitas saat memasuki tikungan panjang.
Memasuki balapan hari Minggu, kondisi cuaca cukup bersahabat dengan suhu lintasan sekitar 42 derajat Celsius. Ramadhipa mengadopsi strategi konservasi ban di awal balapan, kemudian mulai menekan habis-habisan pada paruh kedua. Strategi ini terbukti ampuh; saat beberapa rivalnya mengalami penurunan performa ban, pembalap Indonesia ini justru tampil semakin cepat. Pada lap ke-11, ia mencatatkan personal best lap time yang hanya terpaut 0,3 detik dari lap tercepat pemimpin balapan.
Respons Tim dan Evaluasi Strategi
Manajer Tim Astra Honda, yang turut menyaksikan langsung dari pit wall, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari program pengembangan intensif yang telah dijalani Ramadhipa sejak awal musim. "Kami melihat peningkatan dalam setiap aspek: mental bertanding, komunikasi dengan kru, hingga eksekusi rencana balapan. Ini adalah fondasi yang kuat untuk langkah selanjutnya," ungkapnya singkat setelah balapan. Tim juga menyoroti kemampuan adaptasi Ramadhipa terhadap perubahan kondisi lintasan, sesuatu yang menjadi titik lemah pada balapan-balapan sebelumnya.
Data penguasaan balapan menunjukkan bahwa Ramadhipa mampu menjaga konsistensi waktu lap dalam margin yang sangat ketat. Dari 18 lap yang diselesaikan, selisih antara waktu tercepat dan terlambatnya hanya sekitar 0,7 detik — sebuah indikasi tingkat fokus dan ritme balap yang tinggi. Rata-rata sektor ketiga miliknya bahkan menjadi yang terbaik keempat di antara seluruh peserta, membuktikan bahwa ia memiliki weapon khusus di lintasan ini.
Meski belum berhasil naik podium, posisi finis yang solid dan ketangguhan bersaing di grup depan memberikan banyak pelajaran berharga. Dengan berakhirnya seri Jerez, Ramadhipa kini mengalihkan fokus ke putaran berikutnya. Tim akan mengevaluasi data secara menyeluruh untuk menyiasati sirkuit yang akan datang, terutama dalam hal kecepatan puncak di trek lurus yang masih perlu sedikit peningkatan.
Penampilan di Jerez ini sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu rider Asia yang patut diperhitungkan di kancah JuniorGP. Publik tanah air pun kembali memiliki alasan untuk optimistis melihat kiprah pembalap muda Indonesia di panggung balap motor Eropa. Panggung internasional masih panjang, namun akselerasi yang diperlihatkan Ramadhipa di Sirkuit Jerez sungguh layak diapresiasi.
Comments (0)