Kiandra Ramadhipa Tampil Kompetitif di Moto3 Junior Jerez
Jerez, 5 Juli 2026 – M. Kiandra Ramadhipa sukses mengukir hasil impresif dalam balapan Moto3 Junior World Championship di Circuito de Jerez, Angel Nieto, Spanyol. Pembalap binaan PT Astra Honda Moto...
Jerez, 5 Juli 2026 – M. Kiandra Ramadhipa sukses mengukir hasil impresif dalam balapan Moto3 Junior World Championship di Circuito de Jerez, Angel Nieto, Spanyol. Pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu mengakhiri lomba di posisi keenam, setelah terlibat duel ketat dengan sejumlah pembalap Eropa dalam grup perebutan lima besar. Start dari grid kesembilan, Ramadhipa langsung melesat ke posisi ketujuh pada tikungan pertama dan terus menjaga ritme sepanjang 16 putaran di bawah terik matahari Andalusia.
Start Agresif dan Manuver Tikungan Awal
Begitu lampu merah padam, Ramadhipa meluncur dengan agresif dari posisi start ketiga baris ketiga. Memanfaatkan cengkeraman ban depan dan slipstream di trek lurus utama, ia menyalip dua rival sekaligus sebelum memasuki tikungan Expo 92. Pada putaran pembuka, Ramadhipa sempat naik ke posisi kelima setelah menghindari insiden minor di belakangnya yang melibatkan pembalap Spanyol dan Italia. Data telemetri menunjukkan ia menorehkan kecepatan puncak 218 km/jam pada sesi awal, sejajar dengan para pemimpin balapan.
"Saya hanya fokus untuk tidak kehilangan momentum di sektor pertama yang sempit. Motor Honda NSF250RW terasa sangat baik di pengereman."
Sepanjang paruh pertama balapan, Ramadhipa bertahan di posisi keenam, terus membayangi pembalap di depannya. Ia konsisten mencatatkan waktu lap di kisaran 1 menit 47,3 detik, selisih hanya 0,1 detik dari lap tercepat pribadinya yang dicetak pada putaran kelima yakni 1:47,2. Konsistensi ini menjadi kunci untuk menjaga jarak dengan grup pengejar yang dipimpin oleh pembalap wildcard asal Portugal.
Pertarungan Sengit di Paruh Akhir
Memasuki delapan putaran terakhir, Ramadhipa mulai meningkatkan agresivitasnya. Di tikungan Dry Sack yang ikonik, ia beberapa kali beradu siku dengan pembalap Italia, Luca Bruni, untuk memperebutkan posisi kelima. Keduanya saling salip-menyalip hingga tiga kali dalam satu putaran, disaksikan langsung oleh penonton yang memadati tribun selatan. Ramadhipa sempat merebut posisi kelima pada putaran ke-11, namun harus merelakannya kembali pada putaran ke-13 setelah Bruni memanfaatkan slipstream di trek lurus belakang.
Statistik menunjukkan Ramadhipa mencatatkan total 7 overtake sukses sepanjang balapan, terbanyak keempat di antara semua peserta. Ia juga mampu menjaga tekanan ban depan secara optimal, yang memungkinkannya menurunkan waktu sektor tiga—area teknis yang kerap menjadi kelemahan pembalap Asia. Kecepatan rata-ratanya di sektor tersebut adalah 103,4 km/jam, hanya terpaut 0,3 km/jam dari milik sang pemenang balapan, pembalap Spanyol Marc Ruiz yang mempertahankan dominasi dari pole position.
Analisis Performa dan Strategi Tim
Manajer tim AHM Junior Racing, Rudi Hartono, mengapresiasi kematangan balapan Ramadhipa. "Kiandra menunjukkan kedewasaan dalam mengelola ban dan memilih momen untuk menyerang. Hasil ini adalah buah dari program latihan intensif yang kami jalankan selama jeda kompetisi," katanya dalam konferensi pers virtual. Dengan raihan 12 poin kejuaraan dari hasil ini, Ramadhipa kini bertengger di posisi ke-11 klasemen sementara dengan total 34 poin, mengungguli beberapa pembalap reguler dari Eropa.
Dari sisi teknis, sepeda motor NSF250RW yang digunakannya dilengkapi dengan sasis rigid yang ditingkatkan dan paket aerodinamika baru, yang terbukti kompetitif di sirkuit dengan layout seperti Jerez—mengandalkan tikungan cepat dan pengereman keras. Tim juga melakukan penyesuaian mapping mesin untuk mendapatkan torsi maksimal di rentang 11.000–13.500 rpm, cocok dengan karakter sirkuit sepanjang 4,423 km dengan 13 tikungan ini.
Yang menarik, Ramadhipa nyaris tidak membuat kesalahan berarti. Satu-satunya momen menegangkan adalah ketika ia nyaris melebar di tikungan Jorge Lorenzo pada putaran ke-14 akibat hembusan angin kencang, namun ia sigap mengoreksi dengan teknik body-steering yang baik. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding seri sebelumnya di Estoril, di mana ia sering kehilangan waktu di sektor terakhir.
Respons dan Prospek Selanjutnya
"Hasil ini bukan titik akhir, melainkan batu loncatan. Kami akan terus mengasah kemampuannya agar dapat bersaing di podium secara konsisten." – Rudi Hartono, Manajer Tim
Dengan hasil di Jerez, Ramadhipa membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing di level dunia. Seri selanjutnya akan digelar di MotorLand Aragon dua pekan mendatang, sebuah sirkuit yang lebih panjang dan menuntut kecepatan tinggi. Ramadhipa sendiri optimistis. "Saya suka tata letak Aragon, banyak tikungan mengalir yang bisa saya manfaatkan untuk menjaga kecepatan," pungkasnya. Dengan modal kepercayaan diri dan data balapan yang solid, bukan tidak mungkin ia akan kembali mencuri perhatian di panggung Moto3 Junior.
Comments (0)