Oct 09, 2026
Olahraga

Kericuhan Paredes Warnai Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Prancis di final Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen kebanggaan, namun laga di MetLife Stadium itu justru berakhir dengan kericuhan panas usai peluit akhir. G...

Kericuhan Paredes Warnai Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Prancis di final Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen kebanggaan, namun laga di MetLife Stadium itu justru berakhir dengan kericuhan panas usai peluit akhir. Gelandang bertahan Leandro Paredes menjadi pusat kontroversi setelah terlibat adu mulut dan dorong-dorongan dengan sejumlah pemain Prancis di terowongan ruang ganti. Insiden tersebut memaksa ofisial pertandingan dan aparat keamanan turun tangan selama hampir 12 menit sebelum situasi benar-benar meredam.

Pertandingan sendiri berjalan alot sejak awal. Argentina tampil dengan formasi 4-3-3 yang dikawal Paredes sebagai poros sektor tengah, sementara Prancis mengandalkan skema 4-2-3-1 dengan transisi cepat. Menit ke-34, umpan silang sisi kanan berhasil diselesaikan dengan sundulan kepala untuk membuka keunggulan La Albiceleste. Prancis baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-67 lewat skema tendangan bebas pendek yang mengecoh pagar betis. Gol kemenangan Argentina lahir pada menit ke-84, memanfaatkan blunder bek tengah Prancis yang kehilangan bola di sepertiga akhir.

Jalannya Pertandingan dan Statistik Kunci

Dari sisi penguasaan bola, Argentina unggul tipis dengan 54 persen berbanding 46 persen milik Prancis. Namun urusan peluang, kedua kesebelasan terbilang seimbang: Argentina melepaskan 14 tembakan dengan 6 shots on target, sedangkan Prancis mencatat 12 tembakan dan 5 di antaranya mengarah ke gawang. Catatan kartu juga penting dicatat — wasit utama mengeluarkan 4 kartu kuning sepanjang 90 menit normal, tiga di antaranya terjadi setelah menit ke-75 ketika tensi laga memanas.

Paredes sendiri menerima kartu kuning kedua pada menit ke-88 setelah dianggap melakukan tekel kasar terhadap gelandang Prancis yang sedang membangun serangan balik. Sebelumnya, ia sudah tercatat melakukan pelanggaran taktis pada menit ke-52 saat memotong alur bola di lini tengah. Catatan duelnya terbilang solid: 6 tekel sukses, 3 interception, dan 89 persen akurasi umpan dari total 61 percobaan. Sayang, reputasi gelandang berusia 32 tahun itu kini tertutup oleh ekses pasca-pertandingan.

VAR sempat dikerahkan dua kali selama laga. Percobaan pertama terjadi pada menit ke-41 ketika wasit memeriksa dugaan handball di kotak terlarang Argentina, sebelum akhirnya memutuskan tidak ada pelanggaran. Pemeriksaan kedua berlangsung pada menit ke-79 untuk menilai kemungkinan offside pada gol kedua Argentina, dan keputusan tetap berdiri. Namun VAR tak dapat mengintervensi peristiwa di luar area lapangan, termasuk keributan di area terowongan.

Apa Sebenarnya yang Terjadi Pasca Peluit Akhir?

Berdasarkan rekaman siaran ulang, pemicu utama adalah gestur Paredes yang diduga melempar botol minum ke arah bangku cadangan Prancis ketika dirinya berjalan melewati lorong sisi lapangan. Beberapa pemain Prancis yang sedang menghangatkan diri langsung bereaksi, dan dalam hitungan detik dorong-dorongan pecah. Kamera sudut lain memperlihatkan dua penjaga keamanan memisahkan kelompok pemain yang saling dorong, sementara ofisial kedua tim berlari masuk untuk meredakan situasi.

Menurut data pelacakan gerak yang dirilis penyedia teknologi pertandingan, jarak antara Paredes dan pemain Prancis yang terlibat adu mulut hanya sekitar 1,8 meter, sementara total durasi keributan tercatat 11 menit 42 detik dari kontak pertama hingga kedua tim menghilang ke ruang ganti. Total pelanggaran yang tercatat sepanjang laga mencapai 23 angka, dengan distribusi 12 untuk Argentina dan 11 untuk Prancis.

Tim pelatih Argentina menegaskan bahwa timnya menjunjung sportivitas, meski tidak menampik bahwa emosi final memang sulit dikendalikan. "Kami memenangkan pertandingan dengan cara yang benar, tapi kami juga bertanggung jawab atas perilaku setiap pemain di luar lapangan," demikian bunyi pernyataan resmi yang diparaf staf pelatih usai laga. Pihak Prancis sendiri disebut-sebut akan mengajukan protes resmi ke panitia penyelenggara, meminta evaluasi menyeluruh terhadap kejadian tersebut.

Dampak Disiplin dan Warisan Turnamen

Federasi sepak bola dunia kini menghadapi tekanan untuk membuka investigasi formal. Regulasi disiplin pasal terkait pelemparan benda dan provokasi pasca-pertandingan berpotensi menjatuhkan sanksi larangan bertanding, baik berupa larangan tampil di laga resmi berikutnya maupun denda finansial. Bagi Paredes, ini bukan kali pertama namanya dikaitkan dengan kontroversi; rekam jejaknya sebelumnya sempat tersandung kartu merah pada fase grup turnamen sebelumnya.

Secara statistik, final ini menghasilkan sejumlah angka menarik: 9 tendangan sudut total (5 Argentina, 4 Prancis), 2 penyelamatan kiper dari kiper Argentina, serta tingkat pressing efektif Argentina yang menembus 31 persen dalam 10 menit terakhir — angka tertinggi sepanjang turnamen. Clean sheet pun gagal diraih kedua kiper, sesuatu yang jarang terjadi di partai puncak dua edisi terakhir.

Di luar statistik, kericuhan ini menggeser perhatian dari pencapaian taktis Argentina yang konsisten sepanjang turnamen. Tim yang selama ini dikenal disiplin dalam menjaga ritme penguasaan bola justru menutup kampanye dengan catatan kelam. Bagi Paredes, kejadian ini bisa menjadi babak tersulit dalam kariernya di panggung internasional. Turnamen sudah usai, trofi sudah diangkat, namun diskusi soal batas sportivitas di partai puncak tampaknya baru saja dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User