Kata Mensesneg soal Menhut Tak Hadir di Rapat Prabowo Tangani Karhutla

Menurut Pras, Menhut tak tampak bersama Prabowo karena Raja Juli sebelumnya telah beberapa kali turun ke sejumlah titik karhutla, termasuk Sumsel.]]>

Aug 24, 2026 - 11:30
Updated: 2 days ago
0 0
Kata Mensesneg soal Menhut Tak Hadir di Rapat Prabowo Tangani Karhutla

Kata Mensesneg soal Menhut Tak Hadir di Rapat Prabowo Tangani Karhutla

MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan mengapa Menteri Kehutanan (Menhut) Siti Nurbaya Bakar tidak hadir dalam rapat koordinasi tangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prabowo Subianto. Penjelasan ini diberikan usai rapat yang digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, pada Selasa (25/7/2023).

Dalam rapat yang dihadiri oleh sejumlah menteri terkait tersebut, Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya terkait maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia. Namun, terdapat satu perwakilan menteri yang tidak hadir, yakni Menteri Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Kehadiran Menhut menjadi sorotan mengingat isu karhutla menjadi fokus utama dalam rapat tersebut.

Penjelasan Pratikno tentang Ketidakhadiran Siti Nurbaya

Merespons pertanyaan mengenai ketidakhadiran Menhut, Pratikno menjelaskan bahwa Siti Nurbaya sedang berada di luar kota untuk menghadiri kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. "Pak Menhut sedang di luar kota untuk menghadiri agenda yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, jadi tidak bisa hadir dalam rapat ini," ujar Pratikno singkat.

Ia menambahkan bahwa Siti Nurbaya telah menunjuk pejabat di bawahnya untuk mewakili dalam rapat tersebut. "Pak Menhut sudah menunjuk pejabat di lingkungan Kementerian Kehutanan yang hadir untuk mewakili," terangnya.

Pratikno menegaskan bahwa kehadiran pejabat pengganti tersebut dianggap cukup untuk menyampaikan informasi terkait upaya penanganan karhutla yang sedang berlangsung. "Jadi tidak masalah, karena yang hadir adalah pejabat yang bisa menjelaskan kondisi dan langkah-langkah yang sedang dilakukan," jelasnya.

Isu Karhutla Menjadi Fokus Utama Rapat

Rapat koordinasi tangani karhutla yang dipimpin oleh Prabowo Subianto ini digunakan untuk membahas berbagai aspek terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Dalam rapat tersebut, Prabowo menekankan pentingnya koordinasi yang baik antar lembaga pemerintah untuk mengatasi masalah ini secara cepat dan efektif.

"Kita harus bekerja sama, tidak boleh ada ego sektoral. Masalah karhutla ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Prabowo dalam rapat tersebut.

Ia juga meminta semua pihak terkait untuk mempercepat penanganan, terutama dalam hal penanggulangan dampak bagi masyarakat yang terkena bencana serta pemulihan ekosistem yang rusak akibat kebakaran.

Tanggapan Publik terhadap Ketidakhadiran Menhut

Informasi mengenai ketidakhadiran Menhut dalam rapat yang membahas masalah karhutla ini segera menjadi perhatian publik. Beberapa pihak menilai bahwa kehadiran Menteri Kehutanan sangat penting mengingat isu yang dibahas secara langsung terkait dengan kewenangannya.

"Isu karhutla ini menjadi tanggung jawab utama Kementerian Kehutanan, jadi kehadiran Menhut seharusnya menjadi prioritas," ujar seorang aktivis lingkungan yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, ada pula pihak yang memberikan pemahaman mengenai agenda yang telah direncanakan sebelumnya. "Mungkin memang ada agenda yang sudah dijadwalkan sebelumnya dan sulit untuk dibatalkan, namun di masa darurat seperti ini, kehadiran menteri terkait seharusnya menjadi prioritas utama," tambahnya.

Upaya Pemerintah Tangani Karhutla

Meskipun ada kekhawatiran mengenai koordinasi, pemerintah tetap berkomitmen untuk menangani masalah karhutla secara maksimal. Selain rapat koordinasi di tingkat menteri, pemerintah juga telah mengaktifkan Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Polhukam.

Beberapa langkah yang telah diambil antara lain penyiapan tim cepat tanggap (quick response team) di daerah-daerah yang rawan kebakaran, pengawasan ketat terhadap lahan-lahan yang rentan terbakar, serta peningkatan sanksi bagi pelaku pembukaan lahan dengan cara bakar.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat setempat dalam program penanggulangan karhutla, termasuk program pemulihan lahan dan penanaman kembali pohon-pohon yang telah musnah terbakar.

Dengan demikian, meskipun terdapat isu mengenai ketidakhadiran Menhut dalam rapat koordinasi, pemerintah tetap menunjukkan komitmen serius dalam menangani masalah karhutla yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User