Skor akhir 1-2 untuk Argentina atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 menjadi laga yang akan dikenang karena satu momen kontroversial: kartu merah Breel Embolo pada menit ke-67. Bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari 25 menit, Swiss harus mengubur mimpi semifinal mereka di Stadion MetLife, New Jersey.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Sejak kick-off, Argentina tampil mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 64 persen di babak pertama. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Argentina membuat lini tengah Swiss kewalahan. Menit ke-14, Lautaro Martinez nyaris membuka skor lewat tendangan dari dalam kotak penalti, namun kiper Swiss Yann Sommer melakukan penyelamatan refleks gemilang.
Swiss bukannya tanpa peluang. Pada menit ke-23, Breel Embolo melepaskan tendangan keras dari tepi kotak penalti yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Emiliano Martinez. Statistik babak pertama mencatat Argentina dengan 7 shots on target berbanding hanya 2 shots on target milik Swiss.
Gol pembuka akhirnya datang pada menit ke-38. Umpan terobosan Enzo Fernandez diselesaikan Julian Alvarez dengan sepakan kaki kanan ke sudut bawah gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Kartu Merah Embolo Momen Penentu
Babak kedua berjalan lebih terbuka. Swiss mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 dan meningkatkan intensitas pressing. Namun pada menit ke-62, Embolo menerima kartu kuning pertamanya karena melanggar Rodrigo De Paul di area tengah lapangan. Hanya lima menit berselang, bencana datang.
Menit ke-67, dalam perebutan bola dengan Cristian Romero, kaki Embolo terangkat tinggi dan mengenai paha bek Argentina tersebut. Wasit awalnya memberi kartu kuning, tetapi setelah tinjauan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung. Embolo meninggalkan lapangan dengan wajah tertunduk, meninggalkan rekan-rekannya bermain dengan sepuluh pemain.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Argentina. Menit ke-74, Lionel Messi yang masuk sebagai pengganti pada menit ke-60 memberikan assist indah kepada Alexis Mac Allister. Tendangan pertama Mac Allister dari dalam kotak penalti mengubah skor menjadi 2-0.
Reaksi dan Statistik Akhir
Swiss sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-88 melalui sundulan Manuel Akanji memanfaatkan sepak pojok Xherdan Shaqiri. Namun waktu tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan. Statistik akhir pertandingan mencatat Argentina dengan penguasaan bola 61 persen, 9 shots on target, dan 6 kartu kuning. Swiss mencatat 4 shots on target, 3 kartu kuning, dan 1 kartu merah.
Pelatih Swiss Murat Yakin menyatakan kekecewaannya dalam konferensi pers pasca pertandingan. "Kartu merah itu mengubah segalanya. Kami kehilangan stabilitas di lini depan dan Argentina adalah tim yang terlalu berbahaya untuk diberi ruang sekecil apa pun," ujarnya.
"Kami bermain dengan hati, tetapi keputusan itu di luar kendali kami. Sepuluh pemain melawan juara dunia adalah tugas yang nyaris mustahil," tambah Yakin.
Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni memuji mentalitas timnya. "Kami sabar, kami disiplin, dan kami memanfaatkan setiap peluang. Messi masuk dan langsung mengubah ritme pertandingan. Itulah kualitas seorang pemain terbaik dunia," kata Scaloni.
Dengan hasil ini, Argentina melaju ke semifinal untuk menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Prancis. Bagi Swiss, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 harus berakhir di perempat final, meninggalkan kekecewaan mendalam dan pertanyaan besar tentang disiplin pemain di momen-momen krusial.
Kartu merah Embolo akan menjadi bahan diskusi panjang. Apakah keputusan wasit terlalu keras? Statistik menunjukkan Swiss sebenarnya mampu bersaing dalam hal intensitas, dengan 18 tekel sukses berbanding 15 tekel sukses milik Argentina. Namun dalam sepak bola level tertinggi, satu keputusan bisa menentukan segalanya. Dan malam itu, keputusan itu menghancurkan Swiss.
Comments (0)