Kartu Merah Asencio Hancurkan Clean Sheet Real Madrid di Piala Dunia Antarklub

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Real Madrid atas Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (23/06/2025) malam WIB, harus tercoreng oleh insiden kontroversial di menit ke-78. Bek muda Raul Asencio, ...

Aug 07, 2026 - 15:35
0 0
Kartu Merah Asencio Hancurkan Clean Sheet Real Madrid di Piala Dunia Antarklub

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Real Madrid atas Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (23/06/2025) malam WIB, harus tercoreng oleh insiden kontroversial di menit ke-78. Bek muda Raul Asencio, yang baru berusia 22 tahun, harus keluar lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung dari wasit asal Arab Saudi, Mohammed Al-Hoish. Momen itu menjadi titik balik pertandingan yang sebelumnya didominasi Los Blancos dengan penguasaan bola mencapai 62 persen.

Babak Pertama: Dominasi Madrid Tanpa Gol Balasan

Sejak menit awal, Carlo Ancelotti menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI yang hampir penuh kekuatan. Vinicius Junior dan Rodrygo menjadi ujung tombak di sisi sayap, sementara Kylian Mbappe memimpin lini depan. Menit ke-12, peluang emas pertama datang dari tendangan bebas Luka Modric yang masih bisa ditepis kiper Pachuca, Carlos Moreno. Namun, tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-34. Umpan terobosan brilian dari Jude Bellingham berhasil disambut oleh Mbappe yang melepaskan tembakan keras ke pojok kanan gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, dengan catatan shots on target Madrid unggul 5-2.

Statistik babak pertama menunjukkan dominasi absolut Madrid. Mereka mencatatkan 8 tembakan total dengan 5 tepat sasaran, sementara Pachuca hanya mampu melepaskan 3 tembakan dan 2 di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola mencapai 65 persen untuk tim tamu, dan akurasi umpan mencapai 91 persen. Namun, Pachuca tidak menyerah begitu saja; mereka beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat yang dipimpin oleh gelandang serang mereka, Luis Rodriguez.

"Kami kehilangan fokus setelah kartu merah itu. Seharusnya kami bisa mengelola pertandingan dengan lebih baik," ujar Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.

Babak Kedua: Insiden Kartu Merah dan Drama Comeback Pachuca

Memasuki babak kedua, Madrid tetap mengendalikan tempo. Menit ke-52, Vinicius menggandakan keunggulan melalui assist dari Federico Valverde. Gol itu lahir dari skema serangan balik kilat yang dimulai dari kaki Dani Carvajal. Skor menjadi 2-0 dan sepertinya Madrid akan melaju mulus ke semifinal. Namun, semuanya berubah di menit ke-78. Asencio, yang sebelumnya sudah menerima kartu kuning di menit ke-65 karena pelanggaran keras, melakukan tekel berbahaya terhadap striker Pachuca, Roberto de la Rosa, di tengah lapangan. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah tanpa ragu, meskipun VAR sempat memeriksa insiden tersebut selama tiga menit.

Keputusan itu membuat Madrid harus bermain dengan 10 pemain. Pelatih Pachuca, Guillermo Almada, langsung merespons dengan memasukkan dua penyerang tambahan. Menit ke-83, Pachuca memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Nelson Deossa yang memanfaatkan umpan silang dari sayap kanan. Skor berubah menjadi 2-1. Sejak saat itu, gawang Thibaut Courtois terus diancam. Menit ke-90+2, peluang emas datang dari tendangan bebas jarak dekat, namun Courtois melakukan penyelamatan gemilang. Skor akhir 2-1 bertahan, namun Madrid hampir kehilangan keunggulan jika bukan karena refleks kiper Belgia itu.

Analisis Dampak Kartu Merah Asencio dan Pelajaran untuk Madrid

Kartu merah Asencio menjadi sorotan utama. Sebelum insiden itu, ia tampil solid dengan catatan 4 tekel sukses, 2 intersep, dan akurasi umpan 88 persen. Namun, kartu kuning kedua yang berujung merah menunjukkan kurangnya pengalaman pemain muda dalam mengelola emosi di laga sebesar ini. Statistik menunjukkan bahwa setelah kartu merah, penguasaan bola Madrid turun drastis menjadi 45 persen, dan Pachuca mencatatkan 6 tembakan dalam 15 menit terakhir. Ini adalah peringatan keras bagi Ancelotti untuk memperkuat mental pemain cadangannya.

Di sisi lain, performa Mbappe patut diacungi jempol. Ia mencetak satu gol dan menciptakan dua peluang emas lainnya. Bellingham juga tampil impresif dengan satu assist dan 3 key pass. Namun, kelemahan di lini belakang tanpa Eder Militao yang cedera menjadi celah yang dieksploitasi Pachuca. Dengan kemenangan ini, Madrid melaju ke semifinal, tetapi mereka harus bermain tanpa Asencio yang terkena sanksi larangan bermain. Pertandingan ini juga mencatatkan rekor baru: kartu merah tercepat dalam sejarah Piala Dunia Antarklub untuk pemain Real Madrid.

Ke depan, Ancelotti harus memutar otak untuk mengisi posisi bek tengah. Nacho Fernandez yang sudah berusia 35 tahun mungkin akan dimainkan, atau ia bisa mempromosikan pemain akademi lain. Yang jelas, kemenangan ini tidak sepenuhnya memuaskan. Jika Madrid ingin mempertahankan gelar juara, mereka harus lebih disiplin dan tidak mudah kehilangan pemain di momen krusial. Pachuca sendiri layak mendapat apresiasi karena tidak menyerah meski tertinggal dua gol. Mereka menunjukkan karakter kuat, meski harus mengakui keunggulan kualitas lawan.

Dengan skor akhir 2-1, Real Madrid melaju dengan modal kepercayaan diri, namun juga dengan pekerjaan rumah besar. Apakah mereka mampu tampil solid tanpa Asencio? Kita tunggu saja di babak semifinal. Untuk saat ini, para penggemar Madrid harus bersyukur atas kemenangan ini, sambil berharap tim kesayangan mereka belajar dari kesalahan fatal yang hampir merusak segalanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User