Skor akhir 1-2 untuk keunggulan PSS Sleman atas PSM Makassar dalam laga pekan ke-11 Liga 1 yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (11/10/2026). Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Juku Eja yang harus pulang dengan tangan kosong dari laga tandang yang berlangsung sengit selama 90 menit plus tambahan waktu.
Menit ke-23, tuan rumah membuka keunggulan lewat serangan balik cepat yang memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan PSM. Umpan silang mendatar diselesaikan dengan sepakan first-time dari dalam kotak penalti, membuat kiper PSM tidak berkutik. Shots on target PSS Sleman tercatat empat sepanjang babak pertama, sementara PSM hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari total tujuh percobaan.
Memasuki menit ke-38, PSM Makassar sempat menyamakan kedudukan melalui skema bola mati. Tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan PSS diarahkan ke tiang jauh, dan sundulan keras salah satu bek tengah Juku Eja menghujam gawang tuan rumah. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Menit ke-45+2, PSS kembali unggul lewat eksekusi penalti setelah wasit meninjau insiden pelanggaran di kotak terlarang melalui VAR. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Analisis Babak Pertama: Penguasaan Bola Tak Berbanding Terbalik dengan Efektivitas
Statistik babak pertama menunjukkan PSM Makassar mendominasi penguasaan bola dengan angka 58 persen berbanding 42 persen milik PSS Sleman. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Darije Kalezic memang membuat lini tengah Juku Eja lebih dominan dalam sirkulasi bola. Namun, dominasi itu tidak diimbangi dengan penetrasi ke area pertahanan lawan. PSS Sleman yang bermain dengan formasi 4-2-3-1 justru lebih efektif saat melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Menit ke-52, PSM nyaris menyamakan kedudukan. Sebuah umpan terobosan dari lini kedua memaksa kiper PSS keluar dari sarangnya, tetapi penyelesaian akhir masih melenceng tipis di sisi kanan gawang. Peluang emas itu menjadi momen terbaik Juku Eja di babak kedua sebelum tempo pertandingan menurun drastis setelah menit ke-70.
Kalezic tercatat melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-60, memasukkan dua pemain sayap dan satu gelandang bertahan untuk meningkatkan intensitas serangan. Meski demikian, rapatnya lini belakang PSS Sleman yang dipimpin kapten timnya membuat PSM kesulitan menembus kotak penalti. Clean sheet di babak kedua bagi PSS menjadi bukti solidnya pertahanan tuan rumah.
Kutipan Pelatih: Kalezic Soroti Efisiensi dan Disiplin Taktik
"Kami kehilangan poin di sini bukan karena kurang berusaha. Penguasaan bola kami lebih tinggi, tetapi sepak bola dinilai dari gol, bukan statistik possession. Dua kesalahan kecil di babak pertama harus kami bayar mahal," ujar Darije Kalezic dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih asal Bosnia itu juga menyoroti keputusan offside yang menganulir satu gol PSM di menit ke-67. Menurutnya, garis pertahanan PSS bermain sangat tinggi dan berhasil memancing pemainnya terjebak dalam perangkap offside sebanyak empat kali. "Kami harus belajar membaca timing. Satu langkah terlalu cepat, dan semuanya sia-sia," tambahnya.
Kalezic menegaskan bahwa timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum laga berikutnya. Ia menyebut dua pemain yang mendapat kartu kuning di laga ini harus lebih berhati-hati, mengingat akumulasi kartu bisa berdampak pada pertandingan krusial berikutnya. Sementara itu, satu pemain PSM harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-84, membuat Juku Eja bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan.
Rapor Statistik dan Proyeksi Juku Eja ke Depan
Secara keseluruhan, skor akhir 2-1 untuk PSS Sleman tercermin dari data berikut: PSM Makassar mencatatkan 54 persen penguasaan bola, 12 total tembakan dengan hanya tiga yang mengarah ke gawang. PSS Sleman lebih efisien dengan sembilan tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, plus dua gol yang lahir dari skema serangan balik dan bola mati.
Dari sisi disiplin, PSM menerima empat kartu kuning dan satu kartu merah, sementara PSS hanya mendapatkan dua kartu kuning. Kalezic menilai agresivitas berlebihan di lini tengah menjadi biang keladi hilangnya kontrol permainan di 20 menit terakhir. "Kami bermain dengan emosi, bukan dengan kepala. Itu yang harus diubah," tegasnya.
Kekalahan ini membuat PSM Makassar tertahan di papan tengah klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dari 11 pertandingan. Juku Eja tercatat belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir, dengan rincian satu hasil imbang dan dua kekalahan. Evaluasi lini belakang menjadi prioritas utama Kalezic, mengingat timnya sudah kebobolan 18 gol sejauh musim ini, angka terburuk di antara 10 tim papan atas.
Menatap laga berikutnya, PSM Makassar akan kembali bermain di kandang sendiri. Kalezic berharap dukungan suporter bisa menjadi energi tambahan bagi pasukannya untuk bangkit. "Kami butuh kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri. Statistik menunjukkan kami mampu menciptakan peluang, sekarang tinggal penyelesaian akhir dan disiplin bertahan yang harus diperbaiki," pungkasnya.
Dengan gaya permainan menyerang yang tetap dipertahankan, Juku Eja diprediksi masih akan mengandalkan penguasaan bola sebagai senjata utama. Namun, jika efisiensi shots on target tidak segera meningkat, PSM Makassar berisiko kembali kehilangan poin di laga-laga berikutnya. Liga 1 musim ini terbukti menghukum setiap tim yang boros peluang, dan Kalezic menyadari betul hal itu.
Comments (0)