Oct 09, 2026
Olahraga

Jorge Jesus Buka Suara soal Klaim Ronaldo Merasa Dua Kali Dibohongi

LISBOA — Jorge Jesus akhirnya angkat bicara. Pelatih timnas Portugal itu menanggapi pernyataan Cristiano Ronaldo yang mengaku merasa dua kali dibohongi oleh mantan pelatihnya di Al Nassr tersebut. P...

Jorge Jesus Buka Suara soal Klaim Ronaldo Merasa Dua Kali Dibohongi

LISBOA — Jorge Jesus akhirnya angkat bicara. Pelatih timnas Portugal itu menanggapi pernyataan Cristiano Ronaldo yang mengaku merasa dua kali dibohongi oleh mantan pelatihnya di Al Nassr tersebut. Pernyataan ini menjadi salah satu momen paling panas dalam konferensi pers jelang laga internasional Portugal, dengan penguasaan bola pertanyaan media yang nyaris 100 persen mengarah ke satu topik: hubungannya dengan CR7.

Ketegangan ini bukan perkara taktik formasi 4-3-3 atau starting XI. Ini soal kepercayaan. Ronaldo, yang kini berusia 39 tahun, disebut merasa dua kali mendapat janji yang tak ditepati selama masa kerjanya bersama Jorge Jesus di klub Arab Saudi itu. Menit ke-1 konferensi pers, pertanyaan soal isu ini langsung menyeruak. Jesus tidak mengelak.

Respons Jorge Jesus: Bantahan atau Pengakuan?

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar 45 menit, Jorge Jesus menyatakan dirinya menghormati Ronaldo sebagai pemain terbesar dalam sejarah sepak bola modern. Namun ia menegaskan bahwa narasi "dibohongi" tidak sepenuhnya mencerminkan apa yang terjadi di ruang ganti Al Nassr.

"Saya tidak pernah berniat mengecewakan siapa pun, apalagi pemain sekaliber Cristiano," ujar Jesus, seperti dikutip dari pernyataannya kepada media Portugal. "Dalam sepak bola, keputusan taktis kadang berbenturan dengan ekspektasi pribadi. Itu bukan kebohongan, itu dinamika."

Statistik berbicara soal kontribusi Ronaldo di Al Nassr. Pada musim terakhirnya di bawah Jesus, CR7 mencatatkan 35 gol dalam 31 pertandingan di Saudi Pro League, dengan shots on target rata-rata 3,8 per laga. Angka itu menempatkannya sebagai top skorer liga. Namun, dari sisi kolektif, Al Nassr gagal meraih gelar liga, finis di posisi kedua dengan selisih 8 poin dari juara.

"Saya tidak akan membahas detail percakapan pribadi di ruang ganti. Yang jelas, setiap keputusan yang saya ambil adalah demi tim, bukan demi satu nama," tegas Jorge Jesus.

Dua Momen yang Disebut Ronaldo

Sumber yang dekat dengan kubu Ronaldo menyebut ada dua momen kunci. Pertama, soal rotasi pemain di laga krusial melawan Al Hilal. Saat itu, Ronaldo ditarik keluar pada menit ke-67 ketika skor masih imbang 1-1. Al Nassr akhirnya kalah 1-3, dan Ronaldo disebut merasa dijanjikan akan bermain penuh 90 menit.

Kedua, soal rencana transfer. Ronaldo kabarnya dijanjikan akan menjadi pusat proyek jangka panjang klub, namun kemudian muncul rumor bahwa manajemen lebih fokus mendatangkan pemain muda untuk regenerasi. Penguasaan bola dalam negosiasi internal ini memang tidak tercatat di statistik pertandingan, tapi dampaknya terasa di lapangan.

Menariknya, Jesus menolak menyebut nama Ronaldo secara eksplisit dalam beberapa kesempatan. Ia lebih memilih berbicara tentang "profesionalisme" dan "tanggung jawab pelatih". Namun, ketika ditanya apakah pintu komunikasi masih terbuka, jawabannya singkat: "Pintu saya selalu terbuka untuk pemain yang ingin bicara."

Dampak ke Timnas Portugal

Isu ini tentu menjadi ujian mental bagi Portugal. Dengan formasi yang biasanya mengandalkan Ronaldo sebagai false nine atau striker tunggal, kestabilan hubungan pelatih-pemain menjadi krusial. Portugal akan menghadapi laga kualifikasi dengan tekanan tinggi, dan clean sheet dalam tiga laga terakhir menjadi modal penting.

Jika ketegangan ini berlanjut, bukan tidak mungkin Jesus mengubah pendekatan taktis. Beberapa pengamat menyebut Portugal bisa beralih ke skema 4-2-3-1 dengan Ronaldo sebagai target man, didukung dua winger cepat. Namun, tanpa komunikasi yang baik, semua formasi hanya angka di papan taktik.

Yang jelas, Jorge Jesus tidak ingin konflik ini mengganggu persiapan tim. Ia menutup konferensi dengan pernyataan tegas: "Saya pelatih, saya bertanggung jawab penuh. Kritik boleh, tapi jangan pernah meragukan dedikasi saya untuk sepak bola Portugal."

Bagi Ronaldo, ini bukan pertama kalinya ia bersinggungan dengan pelatih. Sejarah mencatat ia pernah berselisih dengan Erik ten Hag di Manchester United, hingga akhirnya hengkang. Bedanya, kali ini lawan bicaranya adalah pelatih timnas yang membawa harapan seluruh negeri. Menit ke-90 konferensi usai, tapi babak baru drama Portugal baru saja dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User